Suara.com - Pembahasan mengenai akun Kaskus Fufufafa yang diduga milik Gibran Rakabuming kembali mencuat di media sosial X. Baru-baru ini, warganet kembali menemukan jejak digital akun tersebut yang menghina anak dan keponakan Prabowo Subianto.
Dicuitkan oleh akun X @BosPurwa pada Minggu (8/9/2024), pemilik akun membagikan gambar tangkapan layar yang memperlihatkan komentar dari akun Kaskus Fufufafa tersebut.
Akun Fufufafa mengomentari salah satu judul berita dengan judul "Prabowo Nilai Banyak Pemimpin di Indonesia Pandai Akting."
Akun Kaskus tersebut kemudian menyebut jika keponakan Prabowo pun mahir dalam berakting di ranjang.
"Keponakan lo juga jago akting di ranjang (ejakulasi dini)," tulis akun Fufufafa pada 23 Juni 2018.
Tak hanya itu, akun Fufufafa tersebut juga menyebut anak semata wayang Prabowo, yaitu Didit Prabowo sebagai homo.
Ini terlihat ketika akun Kaskus tersebut berkomentar pada artikel berjudul "Prabowo Galang Donasi karena Dia Tidak Ingin Tersandera Politik Balas Budi".
"Galang dana di catwalk bareng anaknya lah... Festival homo," komentar akun Fufufafa pada tanggal yang sama.
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 2.000 kali ke sesama pengguna X itu pun menuai beragam komentar. Sejumlah warganet pun menanyakan sikap Gerindra ketika melihat ketua umum mereka dihina seperti itu.
Baca Juga: Dear Calon Kepala Daerah! Begini Cara Menghapus Jejak Digital Twitter Biar Enggak Dikuliti Netizen
"Nggak nanggung, anak dan keponakan @prabowo diserang sekaligus nih sama Fufufafa, ngeri nggak @Gerindra?" cuit pemilik akun X @BosPurwa.
"Mulut Fufufafa ternyata sangat jorok, murahan, dan sepantasnya masuk kategori level paling rendah yang menjijikkan. Kriteria untuk seorang wapres negeri konoha tak ada sedikitpun yang masuk pertimbangan," komentar @repoe******
"Pak @prabowo Anda tidak mau hentikan wakil Anda dilantik? Masa pemimpin Indonesia tidak bermoral begini? Mana harga diri Anda sebagai pemimpin keluarga kalau dibiarkan?" tambah @wed*******
"Ini kok pihak berwajib nggak ada yang menanggapi hal ini ya, baik dari pihak pak Prabowo juga. Gerindra diam aja?" timpal @vis********
"Masa bisa sih pak Prabowo dan Gerindra diam aja tentang hal ini? Saya heran," sahut @safe******
Sebelumnya, warganet juga menemukan bukti baru yang menguatkan dugaan bahwa akun Kaskus Fufufara dimiliki oleh Gibran Rakabuming.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan