Suara.com - Utas viral tentang dugaan kekerasan kepada karyawan membuat Brandoville Studios asal Indonesia mendapat kecaman netizen di X. Berikut terdapat penjelasan mengenai apa itu Crunch Culture.
Sebagai informasi, utas tentang dugaan bullying hingga kekerasan di Brandoville Studios dibagikan oleh @Bisher_d790 dan @Adriandh. Brandoville Studios merupakan perusahaan studio game yang membuat artwork dalam beberapa proyek game besar.
Studio game ini terlibat pada pembuatan artwork di beberapa judul terkenal seperti Final Fantasy VII Remake, The Last of Us, dan Warcraft 3 Reforged.
Mantan karyawan menceritakan bahwa pekerja di Brandoville Studios sering lembur tanpa menerima upah yang sesuai. Bahkan terdapat seorang karyawan yang hamil tua mengalami pendarahan karena terpaksa bekerja hingga jam 3 pagi.
Apa Itu Crunch Culture?
Viralnya Brandoville Studios membuat istilah Crunch atau Crunch Culture ramai di media sosial. Crunch Culture sendiri merupakan sebuah lingkungan serta kebudayaan di mana karyawan bekerja lembur untuk memenuhi deadline, tanpa kompensasi.
Budaya ini umumnya ditemukan di perusahaan pengembang video game, animasi, hingga perangkat lunak. Salah satu ciri perusahaan yang menerapkan Crunch adalah karyawan lembur tanpa digaji semestinya.
Karyawan dapat bekerja lembur dan di akhir pekan, terkadang hingga 60–100 jam per minggu. Brandoville Studios dan Lemon Sky juga pernah memperoleh tuduhan Crunch Culture pada 2021 lalu. Utas viral membuat Brandoville Studios kembali mendapat sorotan.
Crunch Culture sebenarnya menyebabkan dampak negatif bagi kesehatan karyawan. Selain itu, Crunch juga bisa berdampak ke penurunan kualitas kerja.
Pada industri game, terutama untuk judul AAA, para karyawan biasanya dituntut untuk bekerja dalam waktu yang sangat lama untuk mengejar deadline.
Beberapa analis mengatakan bahwa kurangnya serikat pekerja adalah alasan mengapa budaya Crunch ada. Petinggi perusahaan yang tak menyeimbangkan SDM dengan target proyek dapat memicu Crunch Culture.
Berita Terkait
-
Brandoville Studios Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Karyawan, Netizen: Mirip Perbudakan
-
'Puisi' Akun Fufufafa Soal Pembalut dan Fadli Zon Bikin Melongo: Chairil Anwar Ketar-ketir Baca Ini
-
Cewek Pamer Pakai Lingerie ke Kampus Jadi Trending di X, Tuai Perdebatan Panas
-
Arhan-Azizah Mesra atau Pura-pura? Netizen Nyinyir: Demi Nama Baik Orang Tua Zize..
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Jangan Buru-buru Ganti HP Baru, Ini 5 Tips Agar HP Lawas Tetap Awet dan Anti Lemot
-
7 Penyebab HP Cepat Panas Kayak Setrikaan dan Cara Mengatasinya
-
Terpopuler: Spesifikasi Pesawat ATR 42-500, Daftar Promo HP Imlek 2026
-
24 Kode Redeem FF 18 Januari 2026, Bocoran Skin Tinju Yuji Itadori
-
22 Kode Redeem FC Mobile 18 Januari 2026, Zico 117 Overpowered Menantimu
-
5 HP dengan Kamera Stabilizer OIS Harga Rp1 Jutaan, Jagonya Foto dan Video
-
MediaTek Ungkap Cara Agentic AI Mempermudah Kehidupan dan Produktivitas
-
Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy A07 5G, Apa Beda dari Series 4G?
-
7 HP Vivo dengan Kamera Jernih untuk Foto Keluarga, Mulai dari Rp1 Jutaan
-
MediaTek Dimensity 9500s dan Dimensity 8500, Hadir Membawa Teknologi AI dan Ray Tracing Unggulan