When The Past was Around memang merupakan game dengan durasi cukup singkat (apabila teka-teki dipecahkan secara lancar), namun cerita di baliknya penuh makna.
Game seolah bercerita bahwa hubungan dan cinta tak akan hilang meski waktu terus berlalu. When The Past was Around juga tak sekadar game biasa mengingat permainan bisa mengasah otak.
Anda perlu jeli memperhatikan barang serta 'clue sebelumnya' meski kalian sudah berada di latar berbeda.
When the Past was Around tergolong berukuran ringan serta dapat dimainkan meski tak terhubung internet. Musik yang menenangkan serta mengharukan juga bisa menjadi nilai tambah bagi
Kekurangan When the Past was Around
When The Past was Around tak cocok bila Anda mengharapkan detail cerita panjang. Prologue hingga Chapter 2 tergolong mudah dan teka-tekinya gampang dipecahkan.
Meski begitu, beberapa Chapter selanjutnya cukup 'tricky'. Kalian dapat menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memikirkan pola pemecahan.
Chapter tertentu minim 'clue' sehingga Anda bisa terjebak cukup lama. Tombol lampu di bagian pojok juga tak terlalu berguna.
Kesimpulan
Baca Juga: Review Film I, The Executioner: Jejak Kolaborasi Detektif Muda dan Veteran
When the Past was Around merupakan game yang sangat cocok untuk bagi kalian penyuka puzzle serta teka-teki. Efek musikan pada beberapa chapter terakhir membuat game ini terlihat berkelas.
Game ini tak cocok bila kalian adalah tipe orang yang suka terburu-buru. When the Past was Around mengharuskan kalian untuk menikmati langkah demi langkah untuk memecahkan teka-teki. Menurut kami, When the Past was Around versi mobile merupakan salah satu game lokal yang patut Anda mainkan di kala senggang.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali