Suara.com - Samsung saat ini sedang mempersiapkan kedatangan Samsung Galaxy S24 FE sebagai versi murah dari seri Samsung Galaxy S24. Sebelum akhirnya meluncur, hasil tes benchmark untuk perangkat ini akhirnya terungkap.
Khusus untuk perangkatnya tersebut, Samsung memilih chip in-house yang berbeda dibandingkan dengan Samsung Galaxy S24 dan Samsung Galaxy S24 Plus yang meluncur bersama Exynos 2400.
Dilansir dari GSM Arena, Samsung Galaxy S24 FE dipercaya menghadirkan chipset Exynos 2400e. Chipset ini hadir dengan inti Cortex-X4 dengan clock speed hingga 3,1 GHz dan bukan 3,2 GHz yang ada di Exynos 2400.
Di sisi lain, chipseet yang akan memperkuat Samsung Galaxy S24 FE ini juga membawa CPU 2x Cortex-A720 dengan kecepatan 2.90 GHz, 3x A720 berkecepatan 2.59 GHz serta 4x A520 dengan kecepatan 1.96 GHz.
Sebagai informasi kecepatan clock puncak di chipset adalah hal yang penting guna mendukung kinerja perangkat ketika digunakan untuk bermain game dan aktivitas lainnya.
Berdasarkan pengujian dengan menggunakan Geekbench 6, Samsung Galaxy S24 FE yang diperkuat oleh Exynos 2400e cukup superior dan berhasil menempati urutan kelima dalam daftar pengujian multi-core.
Samsung Galaxy S24 FE dengan Exynos 2400e dan RAM 8 GB serta memori internal 128 GB berhasil mencetak hasil tes mencapai 6711. Di atasnya ada Samsung Galaxy S24 Plus dengan Exynos 2400 dengan skor 6926.
Sebelumnya ada Samsung Galaxy S24 Ultra dengan dukungan Snapdragon 8 Gen 3 yang berhasil meraih hasil tes pengujian 7076 bersama RAM 12 GB dan memori internal 512 GB. Tepat di bawah Samsung Galaxy S24 FE dengan Exynos 2400e, ada Google Pixel 9 Pro XL dengan Tensor G4 yang meraih skor tes 4854.
Menjelang masa perilisannya, Samsung telah secara resmi membuka masa pre order untuk Samsung Galaxy S24 FE. Perlu menanti dengan pasti untuk mengetahui kapan perangkat tersebut akan dirilis nantinya.
Baca Juga: Rilis Varian 4G dan 5G, Ini Bocoran Harga Samsung Galaxy A16 Jelang Perilisannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation