Suara.com - Capybara Go! merupakan game RPG yang menduduki peringkat pertama di Google Play Store sebagai permainan baru. Game yang baru dirilis pada 20 Oktober 2024 ini merupakan buatan Habby dan memiliki ukuran unduh 177 MB.
Mendapat 4,8 bintang dengan lebih dari 1 juta unduhan, game battle ini dapat dimainkan di perangkat Android yang menjalankan versi Android 5.1 atau lebih baru.
Capybara Go! merupakan game petualangan roguelike berbasis teks. Artinya, pemain dapat Kembali ke titik awal permainan setiap kali karakter pemain mengalami kematian permanen.
Berikut ini review tim Suara.com untuk game Capybara Go!:
Kelebihan
Sesuai dengan namanya, pemain akan mengendalikan karakter seekor capybara yang berpetualang. Bagi pecinta hewan ini, Capybara Go! akan sangat menyenangkan untuk dimainkan karena memiliki grafis yang bagus, penuh warna, dan karakter capybara pun ditampilkan secara menggemaskan.
Capybara tersebut akan membawa sebuah tas berwarna hijau dengan pedang kayu yang cukup besar. Pemain hanya perlu menekan tombol "Hari Berikutnya" berwarna biru di bagian bawah. Nantinya, sistem game akan menentukan apakah pemain akan bertemu dengan musuh, penyelamat, ataupun item keberuntungan. Oleh karena itu, alur game ini tidak bisa diprediksi.
Ketika pemain bertemu dengan penyihir atau peri, pemain akan dihadapkan pada tiga pilihan skill. Pemain harus memilih salah satu di antaranya dan skill tersebut akan diterapkan pada pedang yang dibawa pemain. Pada akhirnya, skill itulah yang akan menentukan kekuatan pemain dalam menghadapi musuh.
Musuh memilih jumlah HP dan ATK yang berbeda-beda. Jika HP dan ATK musuh lebih besar daripada pemain namun pemain memiliki skill yang mumpuni, maka pemain dapat mengalahkan musuh menakutkan tersebut. Karena itu, pemilihan skill sangat berperan besar dalam game ini.
Baca Juga: Yakuza Series Dapat Diskon Besar di Steam, Lebih dari 50 Persen
Ketika bertemu musuh, pemain cukup menekan tombol "Battle" di bagian bawah berwarna merah untuk melawan musuh. Jika pemain kalah, maka pemain harus mengulang perjalanan dari awal.
Untuk bisa naik ke level selanjutnya, pemain harus mengalahkan semua musuh dan bertahan selama 60 hari perjalanan. Setiap harinya pemain akan bertemu dengan keberuntungan maupun musuh yang berbeda-beda. Hal ini menjadi nilai tambah untuk game Capybara Go!
Selain itu, tidak ada iklan yang muncul dalam game ini meskipun permainan dimainkan secara gratis. Pemain juga dapat membeli aneka peningkatan dalam game.
Kekurangan
Sebagai game roguelike berbasis teks, sistem permainan ini lama-lama akan membosankan bagi pemain. Pasalnya, pemain hanya perlu menekan satu tombol sepanjang permainan dan sistem yang akan bekerja.
Selain itu, sulitnya mengatur skill yang sempurna membuat pemain mungkin cukup lama untuk naik level karena terus-menerus kalah dan bertemu lawan yang tangguh.
Kesimpulan
Meskipun Capybara Go! tidak menawarkan variasi dalam hal pertandingan dalam game, namun permainan ini cocok dimainkan ketika pemain sedang bepergian jauh maupun di waktu luang.
Pemain dapat berkreasi untuk menyusun skill dan mengeksplorasi skill mana yang cocok serta memiliki efek yang kuat. Dengan ukuran unduh yang tak terlalu besar, Capybara Go! merupakan game yang layak untuk dimainkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan