Rasio emas berasal dari deret Fibonacci, yaitu urutan angka di mana setiap bilangan adalah hasil penjumlahan dua bilangan sebelumnya:
0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, dan seterusnya.
Contoh penerapan rasio emas dan deret Fibonacci di alam:
- Kelopak bunga: Jumlah kelopak bunga sering kali sesuai dengan deret Fibonacci, seperti bunga lili (3 kelopak) atau bunga marigold jagung (13 kelopak).
- Kerang laut: Spiral pada cangkang kerang mencerminkan rasio emas.
- Galaksi: Pola spiral pada galaksi mengikuti aturan rasio emas.
Pola-pola ini menguatkan argumen bahwa matematika sudah ada di alam, dan manusia hanya menemukannya.
Apakah Matematika Ciptaan Manusia?
Di sisi lain, ada pendapat bahwa matematika adalah ciptaan manusia yang dirancang untuk menggambarkan dunia fisik dengan lebih baik. Aliran pemikiran ini menolak Platonisme dan berpendapat bahwa matematika adalah hasil abstraksi manusia terhadap fenomena yang diamati.
Pada awalnya, manusia menggunakan bilangan untuk menghitung benda-benda di sekitar mereka. Kemudian, konsep-konsep baru seperti bilangan negatif, bilangan rasional, hingga bilangan kompleks ditemukan untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Misalnya:
- Bilangan Negatif: Digunakan untuk menggambarkan suhu di bawah nol, seperti -10°C.
- Bilangan Kompleks: Dikembangkan untuk menyelesaikan perhitungan dalam bidang teknik dan fisika.
Dalam pandangan ini, matematika tidak ada secara independen, melainkan lahir dari pemikiran manusia. Jika alam semesta lenyap, maka matematika juga akan lenyap, seperti halnya konsep-konsep lain seperti demokrasi atau permainan catur.
Perdebatan tentang asal-usul matematika, apakah diciptakan atau ditemukan, mungkin tidak akan pernah berakhir. Selama lebih dari 2.300 tahun, pertanyaan ini telah memancing diskusi tanpa jawaban yang pasti. Namun, satu hal yang jelas: matematika terus menjadi alat penting yang membantu manusia memahami alam semesta.
Entah kita memandang matematika sebagai "penemuan" atau "ciptaan," kebenarannya tetap bahwa matematika adalah bahasa universal yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Melalui matematika, kita dapat menjembatani misteri alam semesta dan menemukan solusi untuk tantangan di dunia nyata. Matematika, tanpa peduli asal-usulnya, akan selalu menjadi sahabat setia manusia dalam memahami dunia.
Kontributor : Pasha Aiga Wilkins
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Lenovo ThinkStation PGX Resmi Hadir di Indonesia, Workstation AI Ringkas dengan Performa 1 PetaFlop
-
Meta Resmi Luncurkan Langganan Instagram, Facebook, dan WhatsApp Plus, Ada Paket AI Baru
-
3 HP Redmi Midrange Paling Worth It di 2026, Spek Gahar dan Harga Masih Masuk Akal
-
iPhone, iPad, Mac,dan Apple Watch Naik Harga, Cek Daftarnya
-
40 Kode Redeem FF Terbaru 28 Mei 2026: Cek Event Pinky Sembari Tukar Token Universal
-
4 HP Redmi Note 17 Lolos Sertifikasi: Pakai Snapdragon Anyar, Baterai 7.000-10.000 mAh
-
Oppo Find X10 Bocor Bawa Kamera Selfie 100MP Pertama dengan Sensor Persegi di Android
-
Link Live Streaming Peluncuran Xiaomi 17T Series: Chip Kencang, Bersiap ke Asia Tenggara
-
Honor Magic 9 Siap Jadi HP Flagship Compact, Usung Baterai 8.000 mAh
-
25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 28 Mei 2026: Mainkan Timnas Indonesia Bebas Pilih Hadiah