Suara.com - Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan mengungkapkan bahwa dirinya hampir dimasukkan ke sekolah tinju sewaktu kecil. Hal ini dibeberkan oleh Anies Baswedan saat diundang ke podcast GJLS.
Dalam video yang tayang di kanal YouTube GJLS Entertainment pada 2 Desember 2024, Anies terlihat mengobrol dengan para host, yaitu Ananta Rispo, Rigen Rakelna, dan Hifdzi Khoir. Mulanya, Rispo bertanya apakah Anies Baswedan juga pernah melakukan kenakalan khas anak-anak sekolah zaman dulu.
"Zaman-zaman kayak SD, SMP itu pernah bandel nggak sih, Pak?" tanya Rispo di suatu kesempatan.
Anies Baswedan kemudian menceritakan pengalaman masa kecilnya. Ia mengaku bahwa semasa kecil, Anies Baswedan sering berkelahi dengan teman sebayanya. Bahkan karena sikapnya tersebut, ibu Anies Baswedan sering dipanggil oleh pihak sekolah. Melihat tingkah anaknya, ibu Anies Baswedan berniat untuk memasukkannya ke dalam sekolah tinju.
"Nah itu dia, mungkin bandelnya sudah selesai pada masa itu. Iya, saya dulu suka berantem. Jadi, waktu kecil agak rebel. Jadi sampai ibu saya itu, sewaktu SD itu sering dipanggil ke sekolah. Sampai saya pernah dipanggil ibu, 'udah, kamu disekolahin sekolah tinju aja'," cerita Anies Baswedan.
Lebih lanjut, Anies Baswedan mengaku mengidolakan petinju populer Muhammad Ali sewaktu kecil. Sebagai penggemar, ia mengaku sering menonton pertandingan Muhammad Ali.
"Jadi idola saya itu Muhammad Ali. Dan kalau Muhammad Ali main, kita nonton tuh. Dan akibat itu, jadi seneng berantem, tinju," kenang Anies.
Anies Baswedan juga mengenang masa ketika dirinya dikeroyok oleh anak sebayanya. Kala itu, sang ibu melihatnya dikeroyok oleh sejumlah anak namun tak menolongnya. Rupanya, hal itu dibiarkan ibu Anies Baswedan dengan harapan anaknya dapat menyelesaikan masalahnya sendiri.
"Ibu saya cerita, jadi rupanya sewaktu saya masih kecil, saya berantem, rupanya saya dikeroyok. Nah, ibu saya itu pulang dari kerja, naik motor, lihat saya lagi dikeroyok. Terus ibu saya tuh ngelihatin aja dari jauh, nggak ngapa-ngapain. Udah selesai, masuk, rupanya ibu saya itu air matanya kayak gimana gitu lihat anaknya dikeroyok. Tapi ibu saya nggak melerai, katanya biar dia belajar ngadepin masalah," tambah Anies Baswedan.
Baca Juga: 7 Sekolah Kedinasan yang Mudah Masuk di Indonesia, Peluang Besar Diterima!
Sikap Anies Baswedan yang sering berantem hilang karena hukuman yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Anies mengaku kala itu ia dilarang untuk naik sepeda keluar kampung. Namun, aturan itu dikecualikan jika Anies pergi ke perpustakaan. Alhasil, demi bisa bersepeda keluar dari lingkungan rumahnya, Anies Baswedan pun menjadi sering berkunjung ke perpustakaan.
"(Orang tua bilang) 'Anies, nggak boleh naik sepeda keluar kampung. Boleh naik sepedanya keluar tapi perginya ke perpustakaan'. Nah di situ mulai saya suka baca buku," imbuhnya.
Kebiasaan Anies Baswedan membaca buku terlihat hingga saat ini. Ia sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh politik yang gemar membaca buku dan memberikan kuliah serta berdiskusi dengan para mahasiswa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
BRI Peduli Dorong Kesehatan Ibu dan Anak melalui Program Desa Brilian 1000 HPK
-
10 Saksi Diperiksa, Begini Kondisi Korban Terjebak di Lantai 15 Saat Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Solusi Radikal: Saatnya ASEAN Terbitkan "Blue Bonds" Demi Selamatkan Pesisir
-
BRI Peduli Resmikan Posyandu Matahari, Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Sleman
-
Strategi realme "Make Passion Real" Bangun Jembatan Menuju Pro Player Team RRQ
-
BUMN RI Ramai-Ramai Mulai Gunakan AI, Bisnis Customer Engagement Makin Diburu
-
BRI Peduli Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak Lewat Posyandu Matahari di Sleman
-
Bedak Setting Powder vs Finishing Powder Bedanya Apa dan Cara Pakainya
-
Merawat Syiar Islam Berkemajuan: Peringatan 666 Tahun Islam Masuk Papua di Fakfak
-
Hati-hati, Jangan Termakan August Theory Kalau Nggak Mau Baper Sendirian!