Sebab pada dasarnya, manusia sangat mahir dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Contoh dan bukti iklim + budaya memengaruhi evolusi manusia
Bayangkan dua kelompok hewan yang secara genetik berbeda kemudian dipaksa hidup di wilayah yang mengalami banyak curh hujan.
Sebut saja kelompok hewan ini kelompok A dan kelompok B.
Beberapa hewan dalam kelompok A tangguh, dan meskipun tidak memiliki metode apa pun untuk mengatasi hujan, mereka masih mampu bertahan hidup cukup lama untuk bereproduksi.
Jika kondisinya terus demikian, maka keturunan kelompok A akan secara alami mampu mengatasi hujan.
Siklus seleksi alam ini berlangsung selama beberapa generasi yang mencakup beberapa dekade, atau bahkan satu abad.
Akhirnya, kelompok A terdiri dari sekelompok hewan yang dapat bertahan hidup dari hujan.
Seleksi alam, dikombinasikan dengan heritabilitas dan mutasi, telah menghasilkan sekelompok hewan yang dapat "menghadapi" kondisi hujan. Namun secara sosial mereka tak akan berkembang jika tak bisa mengatasi hujan.
Baca Juga: Bagaimana Perjalanan Luar Angkasa Mempengaruhi Tubuh Manusia?
Sementara itu, kelompok B terdiri dari hewan-hewan yang tidak cocok dengan hujan. Namun, satu hewan dalam kelompok B menyadari bahwa ia dapat melindungi dirinya dari hujan dengan memegang daun besar di atas kepalanya.
Hewan-hewan lain dalam kelompok tersebut menyadari dan mengikutinya, sehingga mempelajari perilaku memegang daun yang baru.
Mereka bahkan menyadari bahwa mereka dapat menjahit daun-daun tersebut untuk membuat tempat berlindung sementara yang lebih besar.
Jika demikian, maka kelompok B pada dasarnya "memecahkan masalah" dalam perjalanan evolusi mereka.
Kelompok B lebih tangguh dan umur panjang karena bisa menghadapi dan mengatasi hujan
Namun, kelompok B menjadi lebih cocok dengan habitat hujan baru mereka dengan melakukan inovasi perilaku baru dan memungkinkan komunikasi di seluruh kelompok.
Tentu, seleksi alam mungkin telah mengidentifikasi individu yang lebih cerdas dan lebih inovatif selama bertahun-tahun, tetapi alih-alih hanya menunggu tubuh mereka berevolusi, kelompok B memberlakukan budaya baru.
Intinya, budaya adalah perubahan non-genetik atau perubahan perilaku. Ini bisa jadi sesuatu yang sederhana seperti menggunakan payung, atau belajar cara membuat payung dari dedaunan saat hujan.
Kontributor : Damai Lestari
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
-
Choi Minho SHINee Pamer Teknologi AI Rumah Pintar yang Makin Personal Milik LG
-
5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
-
4 Rekomendasi Powerbank Fast Charging: Tak Khawatir HP Lowbat, Desain Minimalis
-
Gojek Luncurkan Fitur Jalan Jajan di Aplikasi, Permudah Wisata dan Kuliner Saat Libur Sekolah 2026
-
3 HP Oppo Spek Terbaik Paling Laris di Online Store Menurut Review Pembeli
-
Garmin Connect Ungkap Tren Fitness 2026, Lari dan Sepeda Jadi Favorit Orang Indonesia
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Termurah di Bawah 6 Juta, Pilihan Terbaik untuk Jangka Panjang
-
7 HP Midrange Snapdragon Terbaik 2026, Performa Kencang untuk Gaming dan Multitasking
-
Bocoran Spesifikasi Redmi Note 17 Series: Siap Meluncur Juli, Bawa Baterai 10.000 mAh