Suara.com - Ada sejak beberapa tahun yang lalu, para arkeolog baru-baru ini menemukan sebuah makam berusia 1500 tahun di Peru. Makam ini diduga merupakan bagian dari ritual mengerikan penumbalan anak oleh sang ayah.
Para arkeolog menyebut jika ritual ini merupakan bagian dari upacara pemakaman Andean kuno yang berkaitan dengan penguburan orang dewasa. Di makam tersebut, arkeolog menemukan juga mayat dua remaja.
Dilansir dari Live Science, remaja ini diduga menjadi korban atas kematian sang ayah. Sedangkan remaja lainnya merupakan tumbal yang dikorbankan karena kematian sang bibi dalam ritual yang belum diketahui sebelumnya oleh para arkeolog.
Ritual pengorbanan manusia yang dilakukan budaya Moche
Orang-orang yang terkubur dan ditemukan di makam 1500 tahun di Peru ini diduga merupakan bagian dari budaya Moche yang berkembang di lokasi tersebut selama 300 hingga 950M lalu.
Banyak bukti yang beredar menyebut jika Moche melakukan praktik pengorbanan manusia untuk menghormati dewa-dewanya. Sayangnya, informasi terkait hal ini cukup jarang ditemui.
Para korban ritual tersebut sengaja dimakamkan di sebuah makam yang berada di bawah struktur mirip piramida yang selama ini disebut sebagai Huaca Cao Viejo. Makam ini ditemukan pertama kali di Peru pada 2005 lalu.
Makam ini berisi sisa-sisa enam orang. Salah satu di antaranya merupakan jasad seorang wanita berstatus tinggi yang dijuluki sebagai Senora de Cao atau Nyonya Cao.
Tidak hanya itu, ada juga 3 pria lainnya serta dua remaja yang meninggal karena dicekik tali serat tanaman.
Baca Juga: Bagian dari Ritual, Arkeolog Temukan 13 Mumi Mesir Kuno dengan Lidah Emas
Pendapat para ahli terkait budaya Moche
Para ahli menyebut jika pemakaman elit Moche ini menjadi bukti ilmiah usai penemuan analisa genetik yang menemukan bahwa 6 orang yang dimakamkan di lokasi tersebut memiliki kaitan.
Ketika melakukan penelitian dengan menggunakan radiokarbon, arkeolog menemukan bahwa 5 dari mereka dimakamkan di waktu yang sama. Diduga jika keenamnya memiliki garis bilogis yang sama.
Jasad dua pria di makam kuno Peru ini diduga merupakan saudara dari Senora de Cao. Berdasarkan analisis radiokarbon tulangnya, kedua pria ini meurpakan ayah atau kakek saudara kandungnya.
Meskipun tidak diketahui dengan pasti mengenai ritual yang dilakukan. Banyak yang menyebut jika budaya mengubur keluarga di makam yang sama merupakan hal lumrah dan sudah terbiasa terjadi.
Hingga kini, penelitian terkait hal tersebut masih terus dilakukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Rp2 Juta dapat HP OPPO Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik Juni 2026
-
3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
-
Desain Standout dan Harga Cuma Rp2 Jutaan, Infinix Hot 70 Cocok untuk Daily Entertainment
-
Spesifikasi Huawei Nova 16: Andalkan Chip Kirin Kencang, Pesaing POCO X8 Pro Max
-
Oppo Find X10 Pro Max Diprediksi Usung Kamera 200 MP, Dukung Telefoto Makro
-
3 Pilihan HP Realme C100 Series Baterai Jumbo, Lengkap dengan Harga dan Kelebihannya
-
3 Smart TV Panasonic 32 Inch Budget Rp2 Jutaan dengan Fitur Android Paling Canggih
-
2 HP Midrange Huawei Debut, Andalkan Lensa Periskop dan Baterai Jumbo
-
Siap Bangkit, Game Onimusha: Way of the Sword Bersiap Rilis Tahun Ini
-
ASUS Kenalkan Monitor Gaming OLED dengan Refresh Rate 540 Hz, Sasar eSports