Suara.com - Presiden ke-7 Republik Indonesia, Jokowi belakangan ini menjadi sorotan publik setelah namanya masuk ke dalam daftar tokoh paling korup di dunia bersama dengan tokoh penting lainnya di dunia. Nama Joko Widodo menduduki daftar finalis kedua untuk kategori tersebut versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).
Alhasil, kabar tersebut membuat Jokowi dibandingkan oleh Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto yang seelumnya juga dilaporkan melakukan korupsi di bidang ekonomi dan politik.
Sebagaimana diketahui, Soeharto diduga menggelapkan uang sebesar Rp 231 triliun hingga Rp 539 triliun dalam pemerintahannya selama 32 tahun. Namun, Jokowi sendiri masuk ke dalam daftar tokoh paling korup di dunia usai menjabat selama 10 tahun sebagai Presiden RI.
Hal ini disoroti oleh warganet dengan akun X @AirinDatangLagi yang membandingkan Jokowi dengan Soeharto secara sarkas.
"Mulyono lebih hebat dari Soeharto, gimana tidak Soeharto butuh 32 tahun udah diberikan gelar Kepala Negara Terkorup di dunia. Sedangkan Mulyono hanya butuh waktu 10 tahun untuk dapat gelar Tokoh Paling Korup. Berikan tepuk tangan yang gemuruh," cuit pemilik akun sembari mengunggah tangkapan layar mengenai pemberitaan dugaan korupsi kedua Presiden RI tersebut.
Di sisi lain, pemilik akun dengan user @JhonSitorus_18 pun turut melakukan hal serupa. Ia menyebut bahwa Jokowi hampi menyamai "prestasi" yang dilakukan oleh Soeharto dalam korupsi.
"Soeharto pernah menjadi presiden terkorup di dunia, bahkan kelakuan bejatnya melebihi Ferdinan Marcos, rezim paling brutal dan gelap di Filipina. 24 tahun kemudian, Jokowi hampir menyamai prestasi itu. Sayangnya, penjilat-penjilatnya banyak yang kecewa karena sesembahannya hanya menjadi finalis di daftar tokoh paling korup itu. Mereka sangat ingin Jokowi jadi juaranya di antara William Ruto, Bola Ahmed Tinubu, Hasina, Guatam Adani, dan Bashar Al-Assad," tulis akun tersebut.
Unggahan tersebut sontak menuai beragam tanggapan dari pengguna X lainnya. Mayoritas warganet mendesak KPK untuk segera mengusut laporan mengenai dugaan korupsi yang dilakukan oleh Jokowi.
"Yang satu dikasih langsung oleh negara sendiri. Yang satunya dunia pun sampai turun tangan ngasih gelar," komentar @na_******
Baca Juga: Militer Pimpin Lebanon, Jenderal Joseph Aoun Menang Pemilihan Presiden
"Tapi dua mantan presiden yang mendapat gelar presiden korup masih ada aja yang memuja dan memujinya," tambah @dhan*_**
"Yang aneh kenapa KPK nggak langsung periksa Jokowi ya, kalau emang nggak terima dengan laporannya OCCRP ya tinggal cari buktinya," cuit @rota*******
"Keduanya adalah toxic setoxic-toxicnya bagi bangsa ini. Kerugian dan kehancuran negara jauh lebih besar daripada apa yang telah dikerjakan selama berkuasa. Toxic yang sangat mematikan jiwa, seperti yang dialami oleh para penjilat dan pemujanya, yang mati jiwa mati nurani mati nalar," timpal @jaga*_*****
"Tapi seburuk-buruknya Soeharto tidak pernah merubah konstitusi untuk mencawapreskan anaknya, tidak pernah menyandera ketum-ketum partai terduga korupsi untuk kepentingan politiknya, tidak pernah sein kiri belok kanan," sahut @mega*****
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
29 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 29 April 2026: Skuad Impian Spanyol Menanti, Auto Win Terjamin
-
Duet 5G dan AI: Kunci Akselerasi Ekonomi Digital Menuju Indonesia Emas 2045
-
Render Motorola Moto G87 Beredar, Diprediksi Usung Kamera 200 MP
-
Berapa Harga GTA 6? CEO Take-Two Buka Suara Soal 'Banderol Wajar'
-
Dompet Digital Kini Tak Sekadar Bayar, Poin Transaksi Bisa Jadi Emas
-
Segera Rilis: Fitur dan Varian Warna Motorola Razr 70 Series Terungkap
-
Komdigi Resmi Mulai Lelang Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, Dorong Percepatan Jaringan 5G di Indonesia
-
63 Kode Redeem FF Max Terbaru 29 April 2026: Sikat Luck Royale, AK47 Golden, dan Kagura
-
Spesifikasi Redmi Pad 2 9.7: Tablet Murah dengan Layar 2K dan Chipset Snapdragon
-
Komdigi Siapkan Roadmap Data Center, Indonesia Timur Jadi Target Baru Infrastruktur Digital