Suara.com - Presiden Lebanon yang baru terpilih Joseph Aoun mengatakan kepada anggota parlemen pada hari Kamis bahwa ia akan bekerja untuk memastikan negara memiliki hak eksklusif untuk membawa senjata, dalam pidato pertamanya di parlemen setelah ia terpilih.
Komentarnya sebagian dianggap sebagai referensi ke gudang senjata Hizbullah, yang tidak pernah ia komentari secara terbuka sebagai mantan komandan militer.
Dalam putaran pertama pemungutan suara hari Kamis, Aoun menerima 71 dari 128 suara tetapi gagal mencapai mayoritas dua pertiga yang dibutuhkan untuk menang langsung. Dari sisanya, 37 anggota parlemen memberikan suara kosong dan 14 memilih "kedaulatan dan konstitusi."
Pada putaran kedua, ia menerima 99 suara.
Dalam pidatonya di parlemen, Aoun juga berjanji untuk melakukan reformasi pada sistem peradilan dan memerangi korupsi.
Ia berjanji untuk mengendalikan perbatasan negara dan "memastikan pengaktifan dinas keamanan dan membahas kebijakan pertahanan strategis yang akan memungkinkan negara Lebanon untuk menyingkirkan pendudukan Israel dari semua wilayah Lebanon" di Lebanon selatan, tempat militer Israel belum ditarik dari puluhan desa.
Ia juga berjanji untuk membangun kembali "apa yang dihancurkan tentara Israel di selatan, timur, dan pinggiran selatan (Beirut)."
Pemungutan suara hari Kamis dilakukan beberapa minggu setelah perjanjian gencatan senjata yang lemah menghentikan konflik selama 14 bulan antara Israel dan Hizbullah dan pada saat para pemimpin Lebanon mencari bantuan internasional untuk rekonstruksi.
Aoun mengatakan ia akan meminta konsultasi parlemen sesegera mungkin untuk menunjuk perdana menteri baru.
Baca Juga: Jokowi Dinobatkan Tokoh Terkorup Dunia 2024, Cak Islah: Alam Sedang Membuka Celah
Berita Terkait
-
Drone Israel Ganggu Lebanon Jelang Pemilihan Presiden, Langgar Gencatan Senjata
-
Akhir Kekosongan Politik: Presiden Lebanon Baru Siap Hadapi Israel dan Rangkul Suriah
-
Militer Pimpin Lebanon, Jenderal Joseph Aoun Menang Pemilihan Presiden
-
Jokowi Dinobatkan Tokoh Terkorup Dunia 2024, Cak Islah: Alam Sedang Membuka Celah
-
Ulang Tahun Hari Ini, Cara Selvi Ananda Isi Pidato di Acara Kenegaraan Buat Skill Digunjing
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar