Suara.com - Video mengenai siswa SD yang dihukum guru diduga belum bayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan atau SPP viral di media sosial. Netizen kini dibuat bingung apakah video tersebut settingan atau tidak.
Sebagai informasi, siswa SD yang duduk di lantai itu mempunyai inisial MI. Bocah ini memiliki ibu bernama Kamelia. Orangtua siswa berinisial M tersebut merupakan sosok pertama yang memviralkan kejadian 'hukuman duduk di lantai'.
Wanita lain bernama Yani baru-baru ini juga viral di media sosial. Yani mengklaim bahwa dirinya merupakan kakak Kamelia serta berbicara atas nama perwakilan keluarga besar dari MI. Menurut Yani, sang adik yaitu Kamelia melakukan settingan sehingga kasus itu viral.
"Guru nggak salah, memang anaknya duduk di situ. Mamanya manggil ke anaknya tiba-tiba suruh duduk di bawah. Langsung itu diviralkannya. Nggak, saya ngomong ini nggak dipaksa," kata Yani.
Ia meminta maaf ke publik karena menganggap Kamelia sudah melakukan setting serta mempermalukan keluarga. "Hentikan semua aplikasi untuk menjelekkan sekolah ini. Kesalahan bukan dari guru, tapi memang adikku yang tidak bertanggung jawab. Nggak tahu diri! Hentikan sekarang juga. Aku mohon ini atas nama keluarga, kami malu. Tolong ya semua, kami minta maaf atas kesalahan adik kami," tambah Yani.
Pada video viral sebelumnya, MI yang merupakan siswa kelas 4 SD Swasta Abdi Sukma diketahui menunggak SPP selama tiga bulan. Berdasarkan laporan SuaraSumut.id, Ketua Yayasan Abdi Sukma Ahmad Parlindungan turut buka suara atas viralnya MI.
Menurut Ahmad Parlindungan, MI telah mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Namun sayangnya orang tua MI, Kamelia tidak menggunakan bantuan PIP tersebut untuk membayar uang SPP. Ketua Yayasan Abdi Sukma Ahmad Parlindungan mengatakan uang tersebut telah diambil oleh Kamelia sebesar Rp 450 ribu pada April 2024.
"Di sekolah kami ada 79 siswa yang mendapat PIP, termasuk anak Kamelia. Uang itu sudah diambilnya (Kamelia) di bulan empat (April). Apa salahnya dibayarkan," kata Ahmad Perlindungan dikutip Senin (13/1/2025). Ketua Yayasan Abdi Sukma mengungkap bila sekolah itu didirikan sebagai amal sosial. Gaji gurunya cukup kecil yaitu berkisar Rp 360 ribu dan Rp 600 ribu.
Berdasarkan video viral sebelum ini, netizen bersimpati usai melihat seorang anak SD dihukum duduk di lantai.
Baca Juga: Cek Fakta: Virus HMPV Sebabkan Kerusuhan di China
"Mama aku malu duduk di bawah," ungkap sang bocah saat mengadukan hal tersebut ke ibunya. Ibu dari bocah ini merekam kejadian saat anaknya ternyata masih dihukum. Namun, ia justru diminta untuk pergi ke ruangan kepala sekolah.
"Selalu terjadi di dunia pendidikan ketika orang tua ekonominya tidak stabil sehingga berdampak ke sekolah anak. Wali murid belum ada duit bukan berarti tidak bayar SPP, cuma nunggak aja. Be smart kalo jadi guru, Anda itu digugu dan ditiru," tulis akun X @TukangBedah00.
Sosok guru yang menyuruh anak SD duduk di lantai itu bernama Haryati. Ia mempunyai akun Facebook 'Haryati Dhl' dengan ratusan follower.
Akun Facebook tersebut sempat ramai menuai banyak komentar negatif. Situasi semakin runyam ketika Kamelia, ibu dari MI, mengklaim bahwa ia tidak melakukan settingan di media sosial. Polemik video viral itu menuai beragam komentar netizen.
"Waktu kejadian Bu Guru tidak membantah malah bilang itu kebijakan sekolah. Gue jadi bingung," cuit @j**he*o.
"Cara mudahnya buka CCTV di sekolah. Jadi ketahuan apa si ibu nyuruh anaknya atau tidak," balas @ar**a*25.
Berita Terkait
-
Momen Makan Bergizi Gratis Dinikmati Siswa SMK di Papua, Netizen Merasa Haru: Ini Baru Menghargai Pemberian
-
Koin Jagat: Inovasi yang Menghebohkan, Tapi Menyulut Amarah Netizen
-
Sikap Lolly Selama di Rumah Aman Dispill Netizen, Kini Kabur Membuat Nikita Mirzani Kecewa
-
Viral Aksi Heroik Damkar Ambil Alih Tugas Polisi di Kotawaringin Barat: Tangkap Pencuri di Sekolah!
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
REDMI 15 untuk Outdoor: Baterai Jumbo 7000mAh dan Tahan Air
-
Harga Langganan Strava Anjlok 40 Persen! Buka Akses Premium Lebih Luas
-
Masuk ke Indonesia 2 April 2026, Xiaomi Pamer Skor AnTuTu POCO X8 Pro Series
-
5 Cara Cek Tunggakan BPJS Kesehatan Terbaru 2026 secara Online
-
67 Kode Redeem FF Max Terbaru 31 Maret 2026: Ada Skin Pet, Pirate, dan M14 Panther Gratis
-
Samsung dan AMD Kolaborasi, Siapkan Memori AI HBM4 untuk GPU Instinct Terbaru 2026
-
OPPO Hyper Legend Cup 2026: 2 Tim Indonesia Lolos ke Grand Final MLBB Asia Tenggara
-
Lenovo Gandeng Huddly: Ruang Rapat Konvensional Anda Akan Berubah Jadi 'Smart' Berkat Kamera AI
-
7 Tablet Gaming Murah Rp2 Jutaan untuk Main Game Berat, Layar Smooth Bebas Lag
-
Bocoran Harga iPhone Fold: Tawarkan Revolusi Desain, Kompetitif Lawan Galaxy Z Series