Suara.com - Alfiansyah Komeng atau yang akrab disapa Komeng menuai kritik pedas dari Said Didu usai menyampaikan komentar nyeleneh mengenai kasus pagar laut misterius di Kabupaten Tangerang dan Bekasi.
Ketika diminta jawabannya terkait kasus panas tersebut, anggota DPD tersebut menyampaikan komentar bercanda. Menurutnya harus ada kerja sama antara perusahaan terali untuk mendatangkan keuntungan bagi kedua pihak.
"Itu harusnya ada kerja sama dengan perusahan terali. Jadi enak semuanya kerja, yang mager dapat duit, yang dipager juga dapat duit" ujar Komeng yang lalu disambut tawa anggota dewan lainnya.
Pernyataan Komeng kali ini justru menuai kritik pedas dari publik. Banyak yang merasa jika dirinya tidak memandang kasus pagar laut misterius ini sebagai hal biasa dan bukan penting untuk segera ditangani.
Salah satu kritik keras untuk Komeng datang dari Said Didu melalui laman X miliknya @msaid_didu beberapa waktu yang lalu. Said Didu menilai jika komentar Komeng adalah hal yang tidak lucu.
Dirinya menyebut jika kasus pagar laut misterius ini adalah hal yang melanggar UU dan sangat merugikan rakyat. Said Didu menyayangkan aksi Komeng yang justru menjadikan hal ini sebagai candaan.
"Kali ini komen anggota DPD si Komeng gak LUCU. Pagar laut melanggar UU dan merugikan rakyat. Tidak pantas dijadikan candaan seperti ini" tulis Said Didu.
Cuitan Said Didu ini kemudian menuai berbagai reaksi dari netizen yang sepakat dan menyayangkan komentar Komeng yang menjadikan kasus pagar laut misterius sebagai hal sepele.
"Kirain dapat suara terbanyak punya bobot, tapi ternyata sama aja" balas netizen.
Baca Juga: Ngebanyol Saat Ditanya Pagar Laut, Komeng Banjir Kritik: Jangan Semua Dibercandain
"Kalau semua masalah kau buat bercanda, semakin rusaklah negeri ini Komeng" komentar akun lainnya.
"Komeng bercanda tidak pada tempatnya! Susah sih kalau pelawak jadi anggota DPD" ungkap netizen.
"Bahkan di mata 'pelawak' pun kasus ini lucu, kalau aku jadi Komeng juga bakal lanjut ngesatir sih" tulis akun lainnya membalas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas