Suara.com - Belum lama ini para arkeolog menemukan sebuah makam kuno berusia 400 tahun yang tersimpan di bawah sebuah gereja di Prancis. Perjalanan menuju makam ini bisa dilalui melewati sebuah tangga yang diketahui telah lama menghilang.
Tangga ini ditemukan di Gereja Saint Philibert, Dijon, Prancis. Berdasakran penelitian Institut Nasional Prancis untuk Penelitian Arkeologi Preventif, gereja bergaya Romawi ini diketahui berasal dari paruh kedua abad ke-12.
Dilansir dari FOX News, ketika berjalan menuruni tangga di bawah gereja ini, para arkeolog menemukan jenazah anak-anak dan orang dewasa yang dikubur dalam peti mati.
Setiap tulang-tulangan yang ada sengaja didorong ke sisi samping untuk memberikan ruang bagi jenazah terakhir. Jika diperhatikan, sebagian besar jenazahnya adalah orang dewasa yang mengenakan kain kafan dalam peti mati kayu.
Uniknya, para arkeolog menyebut jika sangat sedikit ditemukan benda-benda di makam tersebut. Dalam penelitiannya, hanya ditemukan koin langka dan dua rosario.
Penggalian dilakukan pada kedalaman sekitar 9 kaki dengan makam lempengan yang diduga berasal dari abad ke-11 hingga ke-13. Tidak hanya itu, ditemukan juga 6 sarkofagus yang masih dilakukan penelitian hingga saat ini.
Gereja Saint Phillibert merupakan satu-satunya gereja yang bergaya Romanesque dari abad ke-12. Gereja ini menjadi sisa-sisa yang dapat ditemukan di Dijon.
Selama masa revolusi, gereja ini ditinggalkan pada tahun 1795 lalu. Gereja tersebut kemudian diberikan kepada pemerintah kota yang kemudian merobohkan dua kapel dan apse gereja.
Tujuan pembongkaran ini untuk memperluas Rue des Vieilles-Ovens di tahun 1825 lalu. Hingga kini penelitian lebih lanjut untuk penemuan ruangan misterius di bawah Gereja Saint Phillibert ini.
Baca Juga: Makam Perempuan Bersenjata Berusia 1100 Tahun Ditemukan di Hongaria, Simpan Rahasia Apa?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Indonesia Percepat Langkah Kurangi Emisi Karbon lewat Teknologi CCS
-
Kenang Korban, Massa Gelar Aksi 'Agustus Gelap' di UGM: Menolak Lupa Kekerasan Aparat
-
Diskon Tiket Pestapora 2026 dari BRI, Segera Klaim Sebelum Habis!
-
Cerita Pedagang yang Tiba-tiba Naik ke Desil 10, Kaget dan Tak Terima Bantuan Lagi
-
Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026
-
Sinopsis Unabomber, Kisah Nyata Mahasiswa Harvard Jadi Teroris Buronan FBI
-
Perkuat Keandalan Operasi dan Produksi Migas, PHR Resmikan Fasilitas EPF Libo GS
-
Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Pengacara: Hakim Akui Ada Penyimpangan Prosedural
-
141 Anak dan Perempuan Dipulangkan Usai Demo 27 Agustus, Polisi: Ada yang Bawa Bensin
-
Flores Diguncang Gempa, Pertamina Segera Pulihkan Distribusi Energi