Suara.com - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka kerap panen nyinyiran karena hanya mengunjungi siswa SD, SMP, dan SMA. Beberapa konten di media sosial kerap menampilkan Gibran bersama siswa SMP.
Pantauan dari media sosial milik Gibran, lebih dari 7 konten terbaru selalu melibatkan anak sekolahan. Postingan video dari @infodepok, @depok24jam dan @smpn11depok_official, menampilkan Gibran saat disambut histeris siswi SMPN 11 Depok.
Ratusan netizen di kolom komentar nampak nyinyir serta meminta Gibran untuk mampir ke Universitas Indonesia yang juga beralamat di Depok. Perlu diketahui, Wapres RI mengunjungi SMPN 11 Depok dan SMAN 4 Depok untuk meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Depok, Jawa Barat pada 4 Februari 2025.
Dari ratusan komentar negatif, terdapat netizen yang memuji timses Gibran. Netizen TikTok dengan akun @hans**** berkomentar berbeda dan berpandangan bila anak-anak SMP itu bisa menjadi pemilih potensial bagi putra sulung mantan Presiden RI Jokowi.
"Pintar juga timnya, karena anak SMP inilah prospek di 2029," tulis @hans****. Banyak netizen memberikan tanda suka yang berarti cukup setuju dengan pendapat tersebut. Sebagai referensi, KPU mengungkap bila Pemilu 2024 didominasi oleh pemilih muda yaitu Gen Z dan Milenial sebanyak 56 persen dari total keseluruhan pemilih.
Bicara soal umur, Gen Alpha dan Gen Z dapat menjadi pemilih potensial untuk pemilu beberapa tahun ke depan. Jika umur anak SMP saat ini berkisar 12-15 tahun, mereka akan berumur 16-19 tahun di Pemilu 2029. Pada peraturan sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memastikan pemilih yang baru berusia 17 tahun dan belum memiliki e-KTP bisa mencoblos di pemilu.
Siswa SMA sekarang juga merupakan pemilih potensial untuk Pemilu mendatang. Netizen mencurigai bila Gibran 'sengaja' mendekati anak SMP dan SMA sebagai bekal politik untuk Pemilu 2029.
Gibran Rakabuming Raka kerap terekam menggunakan tren TikTok kekinian untuk memamerkan aktivitasnya. Postingan video kunjungan ke SMP dan SMA di Depok bahkan diedit dengan efek 'jedag-jedug' bersama pantun hits 'ubur-ubur ikan lele'. Video viral saat Gibran mengunjungi anak sekolah memperoleh beragam komentar dari netizen.
"Gibran takut ke kampus soalnya mahasiswa nggak gampang dibodohi," balas @5j**ia*ti.
"Kalau dipikir-pikir timnya Gibran cerdik juga," ungkap @ta**sa**pat.
"Tuh kan pasti ke SD, SMP, dan SMA. Pengen atuh lihat Pak Wapres diskusi di UGM dan UI," sindir @de**mu**ana.
"Yang komen pada aneh. Jelas Gibran ke SD, SMP, SMA, kan MBG targetnya anak sekolah, bukan mahasiswa," pendapat @wul**mul**man.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
-
Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional