Sekitar 2.800 hingga 3.000 tahun yang lalu, bukti menunjukkan bahwa mereka meninggalkan pemukiman mereka, kemungkinan akibat gempa bumi dan tanah longsor yang mengalihkan aliran Sungai Minjiang, memaksa mereka untuk pindah ke kota Jinsha yang ditemukan di dekatnya.
Budaya Nok: Seni Patung Terakota dari Nigeria
Budaya Nok berkembang antara 1000 SM hingga 300 M di Nigeria utara. Bukti keberadaan mereka ditemukan secara tidak sengaja pada 1943 oleh para penambang timah. Mereka menemukan kepala terakota yang menunjukkan tradisi seni pahat yang luar biasa.
Sejak saat itu, lebih banyak patung terakota ditemukan, menggambarkan manusia dengan perhiasan rumit dan simbol otoritas seperti tongkat dan cambuk, yang juga terlihat dalam seni Mesir kuno. Beberapa patung bahkan menunjukkan kondisi kesehatan seperti kaki gajah.
Sayangnya, banyak artefak Nok yang dipindahkan secara ilegal dari Nigeria, termasuk beberapa yang akhirnya dikembalikan oleh Amerika Serikat pada 2012.
Bangsa Etruria: Peradaban Maju di Italia Utara
Bangsa Etruria berkembang di Italia utara sekitar 700 SM hingga 500 SM, sebelum akhirnya terserap oleh Republik Romawi. Mereka memiliki bahasa tulisan sendiri dan meninggalkan makam keluarga yang mewah.
Peradaban ini memiliki sistem keagamaan yang kuat, dengan banyak artefak yang menunjukkan ritual harian mereka. Salah satu penemuan menarik adalah penggambaran tertua tentang persalinan dalam seni Barat—seorang dewi berjongkok saat melahirkan—yang ditemukan di tempat suci Etruria di Poggio Colla.
Selain itu, di situs Poggio Civitate, arkeolog menemukan bangunan berbentuk persegi yang mengelilingi halaman, yang diyakini sebagai struktur terbesar di Mediterania pada masanya.
Baca Juga: Ilmuwan Ungkap Kemungkinan Bakteri di Mumi Kuno Sebabkan Wabah Penyakit
Tanah Punt: Kerajaan Misterius dalam Catatan Mesir Kuno
Tanah Punt adalah kerajaan misterius yang diketahui dari catatan Mesir kuno. Hubungan dagang mereka dengan Mesir dimulai sejak abad ke-26 SM, saat firaun Khufu berkuasa.
Bangsa Mesir mencatat barang-barang yang mereka peroleh dari Punt, seperti emas, kayu hitam, dan mur, tetapi tidak pernah menyebutkan lokasinya secara pasti. Para sejarawan memperkirakan Punt mungkin berada di Arab, Tanduk Afrika, atau sekitar perbatasan Sudan Selatan dan Ethiopia.
Budaya Pembuat Lonceng: Jejak Misterius di Eropa
Budaya Pembuat Lonceng dikenal karena tembikar unik berbentuk lonceng terbalik. Mereka berkembang di Eropa sekitar 2800 SM hingga 1800 SM dan meninggalkan kuburan serta artefak tembaga yang mengesankan.
Salah satu temuan terbesar mereka adalah pemakaman dengan 154 kuburan di Republik Ceko modern. Penelitian juga menunjukkan bahwa mereka memiliki keterkaitan dengan pembangunan Stonehenge, terutama dalam penyusunan batu-batu biru kecil di situs tersebut, yang berasal dari Wales.
Sejarah dunia dipenuhi dengan peradaban luar biasa yang sering kali terlupakan. Dari Kerajaan Silla yang kaya budaya, hingga Budaya Nok yang penuh misteri, setiap peradaban memiliki kisah unik yang menarik untuk ditelusuri.
Dengan terus menggali dan meneliti peninggalan mereka, kita dapat lebih memahami bagaimana dunia kuno membentuk peradaban modern yang kita kenal saat ini.
Kontributor : Pasha Aiga Wilkins
Berita Terkait
-
Ilmuwan Ungkap Kemungkinan Bakteri di Mumi Kuno Sebabkan Wabah Penyakit
-
Melampaui Stonehenge, Ini 7 Situs Megalitik Kuno di Dunia yang Menyimpan Misteri
-
Arkeolog Temukan Patung Wajah Cleopatra, Bukti Nyata Kecantikan Ratu Mesir Kuno
-
Ada yang Aneh pada Tanduk Domba Mesir Kuno Ini
-
Bagian dari Ritual, Arkeolog Temukan 13 Mumi Mesir Kuno dengan Lidah Emas
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi