Suara.com - Waveful adalah aplikasi media sosial yang sedang viral, terutama di Indonesia, karena menawarkan peluang bagi penggunanya untuk menghasilkan uang melalui fitur monetisasi.
Berdasarkan informasi terkini hingga Maret 2025, aplikasi ini telah menarik perhatian lebih dari 800 ribu pengguna (seperti disebutkan dalam postingan X dari akun resmi @WavefulApp pada 8 Maret 2025), menunjukkan popularitasnya yang melonjak cepat.
Cara Kerja Waveful
Waveful mirip dengan platform media sosial seperti TikTok atau YouTube Shorts, di mana pengguna bisa mengunggah konten berupa foto, video, atau suara.
Yang membedakannya adalah sistem monetisasi yang memungkinkan kreator mendapatkan penghasilan dengan cara berikut:
1. Super Like (SuperL)
Pengguna lain dapat memberikan "Super Like" sebagai bentuk dukungan finansial kepada kreator. Super Like ini bisa dibeli (misalnya, mulai dari Rp 31.000 untuk 4 Super Like hingga Rp159.000 untuk 24 Super Like, berdasarkan ulasan pengguna).
Kreator perlu mengumpulkan minimal 5 Super Like untuk memenuhi syarat menjadi kreator resmi dan mulai menghasilkan uang. Setiap bulan, Waveful membagikan 50% pendapatan dari Super Like kepada kreator berdasarkan jumlah yang mereka terima.
2. Pendapatan Iklan
Waveful juga menawarkan monetisasi melalui iklan yang muncul di konten kreator. Pendapatan ini dibagi, dengan 50% dialokasikan ke kreator berdasarkan interaksi dan keterlibatan audiens. Namun, beberapa sumber menyebut fitur iklan ini belum sepenuhnya aktif atau terlihat di aplikasi.
3. Bonus dan Referral
Kreator bisa mendapatkan bonus tambahan dari Waveful, tergantung pada kualitas konten dan tingkat keterlibatan. Selain itu, mengundang 15 orang baru melalui tautan referral juga menjadi salah satu cara untuk membuka fitur monetisasi lebih cepat.
4. Penarikan Uang
Penghasilan dapat ditarik setiap akhir bulan dengan batas minimum 5 DO (Dollar Online), yang relatif lebih rendah dibanding platform lain. Pencairan biasanya dilakukan melalui PayPal, meskipun ada keluhan dari pengguna Indonesia tentang kurangnya opsi bank lokal.
Cara Daftar dan Mulai
Berita Terkait
-
Di Balik Layar Kaca: Rahasia Mengapa Kita Merasa Hampa Meski Selalu Terkoneksi
-
Instagram Exclusive Artis: Saat Parasocial Relationship Jadi Ladang Bisnis
-
Digital Decluttering Era Modern: Timeline Bersih, Pikiran pun Lebih Ringan
-
Bijak Bersosial Media: Kebebasan Berkomentar Bukan Lisensi untuk Melecehkan
-
Prabowo Wanti-wanti Masyarakat Tak Mudah Tertipu Konten Medsos: Banyak Pesanan Orang Berduit
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Bahlil Semprot AMPI: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'
-
Proyek PSEL Legok Nangka Dimulai, Ditarget Sulap 2.131 Ton Sampah Bandung Jadi Listrik
-
Curang! John Herdman Usir Pelatih Vietnam Intip Pemanasan Timnas Indonesia
-
Lansia di Cakung Disekap Saat Hendak Salat Zuhur, Emas hingga HP Raib Digondol Perampok
-
Siapa Ece Andi? Penjual Cilok Pelabuhanratu yang Viral Karena 'Mirip' Lionel Messi
-
Permudah Transaksi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital
-
Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Vietnam: Mitchell Baker Juru Gedor, Thom Haye Kunci
-
Bukan Pagar Malnya yang Salah, Diamnya Manajemen Dinilai Bikin Geram
-
Bobby Nasution: Sumut Siap Jadi Pusat Fashion Indonesia Lewat Wastra