Suara.com - Teka teki mengenai sinyal misterius yang muncul sejak 1980 lalu akhirnya dipecahkan oleh para ilmuwan. Diketahui, sinyal tersebut berasal dari sebuah planet yang mengalami kiamat mengerikan hingga hancur berkeping-keping.
Kondisi planet yang telah hancur ini pertama kali ditemukan oleh teleskop Chandra X-ray Observatory NASA dan satelit XMM-Newton milik Badan Antariksa Eropa.
Dalam pengamatannya nampak planet tersebut berada dalam kondisi hancur usai mengalami kiamat. Penyebabnya rupanya adalah karena ditabrak oleh katai putih, bintang redup di alam semesta.
Katai putih ini diketahui berada di pusat nebula planet yang juga dikenal sebagai Nebula Helix atau WD 2226-210. Di pusat Nebula Helix ini ditemukan katai putih yang menjadi penyebab hancurnya sebuah planet.
Dilansir dari Newsweek, pada awal ditemukan, para ilmuwan menduga jika sinyal misterius tersebut berasal dari puing-puing planet yang ditarik ke katai putih.
Sayangnya, penyebab hancurnya planet ini masih belum bisa dipastikan oleh para ilmuwan. Jika dugaan ini benar, maka ini menjadi kasus pertama ketika sebuah planet bisa dihancurkan oleh katai putih yang berada di pusat nebula planet.
Identitas planet tersebut masih belum diketahui. Namun para ilmuwan sebelumnya mengaku menemukan planet dengan ukuran Neptunus berada di dalam orbit yang tidak jauh dari katai putih.
Sebelumnya, planet ini berada di jarak yang cukup jauh dari katai putih sebelum kemudian kian masuk dan berinteraksi dengan planet lainnya. Sayangnya, ketika berjalan mendekati katai putih, planet ini mengalami gravitasi bintang yang menghancurkannya.
Pada awal ditemukan, planet yang tidak diketahui ini mengalami kehancuran akibat kiamat yang mengerikan. Hingga kini, penelitian mengenai planet tersebut terus dilakukan guna mengetahui lebih lanjut mengenai dampak buruk tabrakan katai putih yang menjadi ancaman.
Baca Juga: Berbasis Alkitab, Surat Isaac Newton di Tahun 1704 Prediksi Waktu Kiamat
Pandangan sains mengenai kiamat
Dalam dunia ilmiah, kiamat tidak hanya sebatas mitos atau kepercayaan, tetapi juga merupakan skenario yang dipelajari secara serius oleh para ilmuwan. Sains memandang kiamat dapat terjadi saat kematian Matahari yang diketahui merupakan sumber kehidupan di Bumi.
Para ilmuwan memprediksi bahwa dalam sekitar 5 miliar tahun ke depan, matahari akan kehabisan bahan bakar hidrogen dan mulai membesar menjadi raksasa merah.
Dalam fase ini, matahari bisa menelan planet-planet di dekatnya, termasuk Bumi, sebelum akhirnya runtuh menjadi katai putih.
Kiamat lainnya dalam sains adalah ketika terjadi tabrakan dengan asteroid raksasa. Bumi pernah mengalami dampak dari asteroid besar sekitar 66 juta tahun yang lalu, yang menyebabkan kepunahan massal dinosaurus.
Jika asteroid dengan ukuran besar (lebih dari 10 km) menabrak Bumi lagi, dampaknya bisa menghancurkan kehidupan secara drastis. Selain itu ada juga kiamat yang berkaitan dengan medan magnet Bumi.
Berita Terkait
-
Cincin Saturnus akan Menghilang Bulan Ini: Ilmuwan Ungkap Alasannya
-
Mengejutkan! Mantan Agen CIA ini Klaim Punya Bukti Kehidupan di Mars
-
Penemuan Struktur Persegi di Mars Buat Geger, Teori Konspirasi Baru Muncul!
-
Ilmuwan Prediksi Ancaman Asteroid Sebesar Lapangan Bola Menabrak Bumi, Potensi Kiamat?
-
Fenomena Langka! Tujuh Planet Sejajar di Langit, Terjadi Lagi pada 2040
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Bisakah Melacak iPhone yang Mati Total? Ini Jawaban dan Cara Lengkapnya
-
Imbas Lonjakan Harga Memori, Nothing Batalkan Peluncuran CMF Phone Terbaru
-
4 Adaptor Fast Charging yang Awet dan Tak Bikin HP Panas
-
5 Rekomendasi HP Murah Baterai Jumbo dan Fast Charging, Cocok untuk Driver Ojol
-
ASUS ExpertBook P1 PM1403, Laptop Bisnis dengan Berat Hanya 1,4kg!
-
4 HP Xiaomi yang Terbukti Laris: Kamera Saingi iPhone, Harga Kompetitif
-
4 Portable Power Station Terbaik dengan Solar Panel, Cocok untuk Cadangan Daya saat Mati Listrik
-
Harga Fitbit Air Gelang Pintar Google, Lengkap dengan Spesifikasi dan Review
-
55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
-
Cuma Rp2 Jutaan, 3 Tablet 'Spek Dewa' yang Direkomendasikan David GadgetIn