Suara.com - Masih menjadi rahasia, ilmuwan baru saja mengintip masa lalu Bumi yang selama ini tersembunyi di bawah Samudra Pasifik. Penemuan ini mengungkap fakta mengejutkan mengenai Bumi yang selama ini diketahui oleh para ilmuwan.
Laporan terbaru menyebut bahwa para ilmuwan menemukan sisa-sisa dasar laut purba yang terkubur selama jutaan tahun lalu.
Dilansir dari IFL Science, penemuan ini memberikan wawasan baru tentang sejarah geologis planet kita dan proses yang membentuknya.
Dengan menggunakan teknik pencitraan seismik canggih, para peneliti berhasil mengidentifikasi struktur tebal yang belum pernah diamati sebelumnya di bawah East Pacific Rise, sebuah wilayah yang aktif secara geologis.
Struktur ini diyakini sebagai jejak fosil dari dasar laut yang tersubduksi ke dalam mantel Bumi sekitar 250 juta tahun yang lalu.
Penemuan ini menantang pemahaman kita sebelumnya tentang mantel Bumi. Ternyata, dasar laut purba dapat bertahan jauh lebih lama daripada yang kita duga sebelumnya, sehingga mempengaruhi proses-proses di dalam Bumi yang baru mulai kita pahami.
Mengintip inti Bumi dengan pencitraan seismik
Untuk mengungkap lapisan-lapisan yang terkubur ini, para peneliti menggunakan pencitraan seismik, sebuah teknik yang beroperasi seperti pemindaian CT.
Saat gempa mengirimkan gelombang kejut ke seluruh planet, gelombang tersebut bergerak dengan kecepatan yang berbeda-beda, tergantung pada material yang dilaluinya.
Baca Juga: PGN Kebut Pembangunan Infrastruktur Gas Bumi untuk Swasembada Energi
Dengan menganalisis pola-pola ini, para ilmuwan dapat memetakan struktur-struktur yang berada jauh di bawah tanah dengan presisi yang luar biasa.
Penemuan dasar laut purba ini menantang model sebelumnya tentang bagaimana bagian dalam Bumi berevolusi seiring waktu.
Dulunya diperkirakan bercampur dan larut dengan relatif cepat, lempengan-lempengan kuno ini mungkin bertahan selama ratusan hingga jutaan tahun.
Kelangsungan hidup mereka dapat memengaruhi proses-proses di dalam Bumi dengan cara-cara yang baru mulai dipahami para ilmuwan.
Temuan ini membuka banyak pertanyaan baru tentang bagaimana bagian dalam Bumi mempengaruhi apa yang kita lihat di permukaan, dalam rentang jarak dan waktu yang sangat jauh.
Ini juga menunjukkan bahwa dasar laut purba mungkin bertahan jauh lebih lama daripada yang diyakini para ilmuwan sebelumnya, sehingga membentuk kembali pemahaman kita tentang lempeng tektonik.
Berita Terkait
-
Gempa Myanmar, Korban Tewas Lebih dari 1.000 Orang, 2.300 Lainnya Luka-luka
-
Gedung Pencakar Langit di Bangkok Runtuh Akibat Gempa, 43 Pekerja Terjebak Reruntuhan
-
Kumpulkan Gadget Bekas untuk Jaga Bumi, Solusi Mudah Daur Ulang E-Waste
-
Jelang Lebaran, Kementerian ESDM dan Pertamina Kunjungi Area Operasional Gas Bumi di Palembang
-
Cara Bayar PBB Pakai DANA Tanpa Fee, Sangat Praktis!
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global
-
Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G
-
Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega
-
4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026
-
HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits
-
Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN
-
Limbah Elektronik Makin Mengkhawatirkan, Acer Gerakkan 150 Changemaker dari Sekolah
-
Narkoba Kini Menyusup Lewat Platform Digital dan Vape, Menkomdigi Minta Orang Tua Waspada
-
HP Flagship Anyar, Honor Magic 9 Bakal Bawa Stylus dan Layar Mewah Compact