Tak hanya itu, lebih dari 200 perangkat sekunder seperti printer dan scanner juga siap terhubung dengan sistem operasi ini.
Tak ketinggalan, HarmonyOS PC juga dibekali dengan integrasi kecerdasan buatan (AI) yang mendalam.
Meskipun rincian mengenai tampilan antarmuka belum banyak diungkap, bocoran video yang diunggah Huawei di akun Weibo resminya memperlihatkan adanya dock ikon yang terletak di bagian tengah bawah layar utama, memberikan kesan yang familiar bagi pengguna macOS.
Huawei mengumumkan bahwa sistem operasi HarmonyOS PC ini akan segera hadir dan dijadwalkan rilis pada tanggal 19 Mei mendatang.
Langkah Huawei dalam mengembangkan sistem operasi PC sendiri, HarmonyOS PC, merupakan respons strategis terhadap dinamika geopolitik dan upaya untuk membangun kemandirian teknologi.
Dengan meluncurkan sistem operasi yang dirancang untuk bekerja secara sinergis dengan berbagai perangkat Huawei lainnya, perusahaan ini berambisi untuk menciptakan ekosistem yang solid dan menarik bagi konsumen.
Peluncuran HarmonyOS PC yang dijadwalkan pada 19 Mei mendatang akan menjadi momen penting untuk melihat bagaimana sistem operasi ini akan bersaing dengan pemain established seperti Windows dan macOS di pasar sistem operasi PC global.
Keberhasilan HarmonyOS PC akan sangat bergantung pada adopsi oleh pengembang aplikasi dan respons dari konsumen terhadap pengalaman pengguna yang ditawarkan oleh sistem operasi baru ini.
Kita nantikan apakah ada perangkah yang dihadirkan Huawei ke pasar Indonesia dengan sistem operasi HarmonyOS PC, apakah nantinya bisa menjadi pesaing bagi Windows?
Baca Juga: Tak Cuma Android, Huawei Resmi Luncurkan Sistem Operasi Pesaing Windows dan MacOS
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan