Kamera
Poco F7 Pro memiliki kamera utama Light Fusion 800 50MP dengan fitur optical image stabilization (OIS) dan kamera ultrawide 8MP. Sedangkan bagian depannya ada kamera selfie beresolusi 20MP.
Berbeda dengan Xiaomi yang sudah bekerja sama dengan Leica, Poco F7 Pro memang tampil dengan kameranya buatan sendiri. Meski begitu, kamera ponsel ini masih bisa bersaing dengan ponsel di kelas Rp 7 jutaan.
Foto kondisi siang hari misalnya, warnanya terlihat lebih alami. Detail masih tajam. Beda objek dengan latar sekitar seperti langit masih tampak baik.
Begitu juga di kondisi malam hari. Kamera Poco F7 Pro mampu menangkan objek seperti bangunan dengan detail. Warnanya pun sedap untuk dilihat.
Tapi beberapa hasil foto dari kamera ultrawide masih kurang konsisten. Terkadang warnanya terlihat kontras dan pudar jika dibanding kamera utama. Beberapa detail foto juga tampak kurang tajam.
Catatan lain, fitur Night Mode juga wajib dinyalakan apabila pengambilan foto dilakukan di tempat yang sangat minim cahaya. Meskipun warnanya terlihat berlebihan, misalnya cahaya lampu lebih kuning, hasil foto setidaknya jadi lebih baik.
Berikut hasil kamera Poco F7 Pro:
Performa dan baterai
Poco F7 Pro dibekali prosesor Snapdragon 8 Gen 3 yang dipasangkan dengan RAM LPDDR5X 12GB dan ROM UFS 4.1 512GB. Baterai Poco F7 Pro sendiri berkapasitas 6.000 mAh dengan charger 90W.
Meski bukan chipset terbaru seperti Snapdragon 8 Elite, prosesor yang ada di HP Poco F7 Ultra sudah amat kencang. Terbukti saat diuji di aplikasi benchmark, skor AnTuTu Poco F7 Pro tembus 1.942.216.
Baca Juga: Review Film Mission Impossible - The Final Reckoning: Misi Akhir Termegah?
Sedangkan di aplikasi Geekbench 6, skor Poco F7 mendapatkan 2.076 untuk single core dan 6.196 untuk multi core.
Untuk main game ringan seperti Mobile Legends, Poco F7 Pro mampu menjalankan opsi Frame Rate 'Tinggi' dan Grafis 'Ultra'. Sementara game berat seperti Genshin Impact, Poco F7 Pro bisa dimainkan dengan kualitas grafik 'Tinggi'.
Selama dimainkan kurang lebih 30 menit, tidak ada kendala teknis seperti patah-patah ataupun panas. Poco F7 Pro bisa menjalankan Mobile Legends dan Genshin Impact dengan sempurna.
Baterai Poco F7 Pro sendiri awet sehari penuh jika dipakai untuk aktivitas ringan seperti browsing internet, menonton video, ataupun main media sosial.
Jika digunakan untuk main Genshin Impact 30 menit, baterai Poco F7 Pro berkurang 9 persen. Sedangkan MLBB 36 menit baterainya berkurang 8 persen.
Sementara untuk kecepatan charger, pengisian daya dari 0 ke 100 persen hanya memakan waktu sekitar 40 menit. Tapi selama review HP, kami menggunakan mode kecepatan standar, yang mana charger Poco F7 Pro perlu hingga satu jam.
Kesimpulan
Jargon 'Extreme Performance Extreme Price' yang kerap digaungkan Poco Indonesia kembali dibuktikan lagi lewat Poco F7 Pro. Malah ponsel ini saya kira lebih cocok dinobatkan sebagai 'Flagship Killer'.
Meskipun dirilis tahun lalu, chipset Snapdragon 8 Gen 3 biasanya dipakai di HP premium yang harganya belasan juta. Namun saudara Xiaomi ini bisa menghadirkannya di Poco F7 Pro, yang harganya cuma sekitar Rp 7 jutaan.
Prosesor kelas flagship, layar premium, material kokoh, baterai besar, charger kencang, semua bisa dilibas di Poco F7 Ultra, yang lagi-lagi harganya tak sampai Rp 10 juta.
Tapi Poco F7 Pro juga bukan HP sempurna. Menurut saya, desain ponsel ini agak kurang pas untuk HP kelas Rp 7 jutaan karena sudah ada di Tecno Spark 20 Pro+ yang harganya cuma Rp 2 jutaan.
Di aspek kamera pun sebenarnya masih perdebatan. Kadang beberapa hasil foto yang bisa dijepret Poco F7 Pro dengan baik, tapi ada pula yang seolah hanya 'cukup' saja.
Absennya kamera telefoto juga bisa menjadi pertimbangan untuk kalian yang suka memotret dari jarak jauh, misalnya penonton konser. Di harga Rp 7 jutaan, masih ada ponsel dengan kamera lebih baik ketimbang Poco F7 Pro.
Namun dari plus minus di atas, Poco F7 Pro tentu sangat layak beli. Lebih lagi harganya kini masih diskon Rp 6.999.000 dari yang semula Rp 7.499.000.
Berita Terkait
-
Review Film Mission Impossible - The Final Reckoning: Misi Akhir Termegah?
-
Review Lagu Wide Awake: Ajakan Bertahan Saat Dunia Terasa Sedang Runtuh
-
Tantang POCO F7, Realme Neo 7 Turbo Segera Debut dengan Spek Gahar
-
Review Final Destination: Bloodlines, Penantian 14 Tahun yang Worth It
-
Daftar HP Xiaomi, Redmi, dan Poco Terima Pembaruan Lima Tahun
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL