Suara.com - Air minum sehat kini menjadi tema yang semakin banyak dibahas di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat.
Berbagai inovasi terus dikembangkan untuk memastikan air yang dikonsumsi tidak hanya bersih, tetapi juga memberikan manfaat tambahan bagi tubuh. Salah satu terobosan baru yang menarik perhatian adalah teknologi air minum berbasis hidrogen molekuler.
Hidrogen molekuler dalam air memiliki kemampuan untuk berperan sebagai antioksidan selektif. Artinya, hidrogen ini secara khusus menargetkan radikal bebas yang berbahaya tanpa mengganggu radikal yang bermanfaat bagi fungsi tubuh.
Konsep ini membuka peluang baru dalam penyediaan air minum yang tidak hanya menghilangkan kontaminan, tetapi juga mendukung kesehatan secara lebih holistik.
Di berbagai negara maju, teknologi air hidrogen sudah mulai diterapkan dalam skala rumah tangga maupun industri. Sistem ini biasanya melibatkan proses filtrasi canggih yang dipadukan dengan penambahan hidrogen pada air.
Meski terkesan rumit, tujuan akhirnya tetap sederhana yaitu menyediakan air yang layak konsumsi dan mendukung kesehatan pengguna.
Perkembangan ini menjadi sinyal bahwa air minum tidak lagi hanya soal memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga soal mendukung kualitas hidup jangka panjang.
Di Indonesia, teknologi air hidrogen mulai diperkenalkan melalui berbagai pameran teknologi dan inovasi. Salah satu momen terjadi pada gelaran pameran di ICE BSD Tangerang yang berlangsung sejak 2 hingga 6 Juli 2025.
Di pameran tersebut, Flax Water Treatment tampil sebagai salah satu perusahaan yang memperkenalkan teknologi penyaringan air berbasis hidrogen molekuler pertama di Indonesia.
Baca Juga: Optik Tunggal Masuk Ekosistem Telkomsel: Layanan Vision Care Premium untuk Karyawan
“Inovasi ini bukan sekadar alat penyaring biasa, tapi sebuah revolusi dalam air minum sehat,” ujar Nelson selaku Supervisor Flax Water Treatment.
Sementara itu Manajer Marketing Flax, Abidin menyatakan kalau Flax Water Treatment merupakan merek Indonesia dengan teknologi canggih dari Korea Selatan.
“Flax Water Treatment merupakan merek Indonesia yang mengusung teknologi canggih dari Korea Selatan. Teknologi yang digunakan mencakup sistem nano-filtrasi dan repost technology terkini. Produk Flax tersedia dalam berbagai varian, dan setiap sistem disesuaikan dengan kebutuhan air rumah tangga secara spesifik,” paparnya.
Abidin juga menekankan pendekatan personal yang dilakukan Flax sebelum instalasi. Sebelum merekomendasikan sistem filter, mereka melakukan analisis laboratorium menyeluruh terhadap sampel air pelanggan.
"Kami bahkan memiliki perangkat lunak khusus yang memungkinkan kami menyesuaikan jenis filter berdasarkan kondisi tanah, serta sumber air, baik itu PDAM maupun sumur bor. Pendekatan ini memastikan efektivitas maksimal dan kepuasan pelanggan,” jelasnya.
Nelson lebih lanjut menjelaskan kehadiran teknologi Flax diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya air berkualitas.
“Jangkauan layanan Flax Water Treatment telah meluas ke berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Bali, Surabaya, dan Medan, dengan ratusan unit telah terpasang, masing-masing disesuaikan dengan kebutuhan custom pelanggan,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Optik Tunggal Masuk Ekosistem Telkomsel: Layanan Vision Care Premium untuk Karyawan
-
Prof. Stella Christie: Alumni dan Dosen Harus Memberikan Dampak Ekonomi
-
Pentingnya Melek Teknologi Digital, Bisa Membantu Bijak Kelola Uang Loh
-
AI dan Ekspektasi Emosional: Siapa yang Mengendalikan Siapa?
-
Cara Dapat Google AI Pro Gratis, Bisa Tanpa Akun Mahasiswa?
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026