Suara.com - Dunia maya sedang ramai membahas fenomena 5 Agustus 2025 yang disebut-sebut akan menjadi salah satu hari terpendek sepanjang tahun.
Kabar ini sontak membuat banyak orang, terutama kaum milenial dan Gen Z, penasaran. Apakah waktu akan tercuri, haruskah khawatir?
Memang benar, para ilmuwan memprediksi bahwa pada tanggal tersebut, bumi akan berotasi sedikit lebih cepat, membuat durasi hari lebih pendek sekitar 1,25 milidetik.
Sebagai perbandingan, satu kedipan mata saja membutuhkan waktu sekitar 100 milidetik.
Jadi, perubahan ini sangatlah kecil dan tidak akan mungkin dirasakan oleh manusia dalam aktivitas sehari-hari.
Lalu, jika tidak terasa, apa sebenarnya pengaruh fenomena ini bagi para penghuni bumi?
Jawaban singkatnya adalah tidak ada.
Tidak Berpengaruh pada Jam Biologis: Tubuh tidak akan merasakan perbedaan sepersekian detik ini. Ritme sirkadian atau jam biologis yang mengatur waktu tidur dan bangun tidak akan terganggu.
Aktivitas Normal: Anda tidak akan terlambat bekerja atau ketinggalan jadwal hanya karena hari menjadi lebih pendek 1,25 milidetik. Semua akan berjalan seperti biasa.
Baca Juga: Mengapa 5 Agustus 2025 Jadi Hari Terpendek? Begini Penyebab Ilmiahnya
Tidak Ada Efek Fisik: Fenomena ini tidak akan menyebabkan pusing, gempa bumi, atau bencana alam lainnya.
Bumi berputar dengan kecepatan yang stabil, dan kita semua bergerak bersamanya, sehingga tidak ada guncangan yang terasa.
Singkatnya, bagi 7 miliar lebih penduduk Bumi, hari terpendek pada 5 Agustus 2025 akan berlalu tanpa disadari sama sekali.
Terasa di Dunia Teknologi Super Canggih
Meskipun tidak berdampak bagi manusia secara langsung, perpendekan durasi hari ini menjadi perhatian serius bagi para ilmuwan dan insinyur di bidang teknologi presisi tinggi.
Perubahan sekecil apa pun sangat krusial bagi sistem yang mengandalkan sinkronisasi waktu super akurat.
Berita Terkait
-
El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?
-
Korban Tewas Gempa Kolombia Tembus 180 Jiwa, 200 Orang Hilang dan Korban Luka 2.600 Pasien
-
Korban Gempa Venezuela Tembus 6.301 Jiwa, Ratusan Ribu Ton Puing Masih Dibersihkan
-
Katedral 98 Tahun Tak Kuasa Menahan Gempa Kolombia, Menara Ambruk Saat Misa Berlangsung
-
12,5 Detik yang Guncang Kolombia, Begini Misteri Gempa 7,4 dari Kedalaman Bumi
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci