Suara.com - Rusia resmi membatasi WhatsApp karena dianggap gagal terbuka soal kasus penipuan dan terorisme yang terjadi di platformnya. Aplikasi perpesanan milik Meta itu tak lagi bisa dipakai untuk melakukan panggilan telepon.
Rusia menambah panjang daftar negara yang memblokir WhatsApp. Sebelum negara Vladimir Putin, ternyata sudah banyak yang melakukan kebijakan serupa.
Berikut daftar negara yang blokir WhatsApp, dikutip dari The Straits Times, Minggu (17/8/2025).
1. China
China menjadi negara yang memblokir penuh akses WhatsApp di tahun 2017. Mereka menggunakan teknologi yang disebut Great Firewall untuk menyaring dan memblokir lalu lintas dengan server luar negeri. Warga China pun berkirim pesan lewat aplikasi WeChat.
2. Korea Utara
Korea Utara juga sudah memblokir WhatsApp dan platform media sosial popuer seperti Facebook, YouTube, Twitter (kini X), dan lainnya sejak 2016. Negara Kim Jong-un ini memang terkenal memiliki sistem internet dengan kontrol paling ketat di dunia.
3. Rusia
Berbeda dari dua negara di atas, Rusia sebenarnya tidak memblokir penuh WhatsApp. Mereka hanya membatasi fitur panggilan telepon. Pemerintah Rusia memang kerap berselisih dengan para Meta dan Telegram beberapa tahun terakhir soal konten dan penyimpanan data.
4. Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab (UEA) mirip dengan Rusia, yakni membatasi sebagian besar aplikasi yang menggunakan layanan Voice over Internet Protocol (VoIP) alias panggilan suara dan video gratis berbasis internet, termasuk WhatsApp. Kebijakan ini berlaku pada 2017 lalu, meskipun pengiriman pesan teks masih diperbolehkan
Tapi di tahun 2020, Pemerintah UEA mengizinkan orang-orang melakukan panggilan telepon maupun video call melalui WhatsApp dan aplikasi internet lainnya di area pameran dunia Expo Dubai.
5. Qatar
Qatar juga tidak memblokir WhatsApp sepenuhnya. Namun mereka seperti UEA, yakni membatasi panggilan VOiP dan mengizinkan pengiriman pesan teks.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah WhatsApp Call Harus Pakai Internet Premium?
6. Mesir
Mesir sebenarnya tidak memiliki larangan terhadap fitur panggilan telepon di WhatsApp, tapi mereka pernah mencoba untuk membatasi VOiP tersebut.
7. Yordania
Yordania juga membatasi panggilan telepon berbasis internet di WhatsApp, mirip seperti UEA.
Negara yang pernah blokir WhatsApp
Beberapa negara juga pernah memblokir WhatsApp, namun kebijakan itu tidak permanen. Iran misalnya, mereka sudah memperbolehkan WhatsApp setelah dilarang bertahun-tahun.
WhatsApp diblokir di Turki beberapa tahun lalu. Namun kini sudah bisa diakses.
Uganda pun sempat melarang WhatsApp dan platform media sosial lain di tahun 2021 sebagai balasan atas pemblokiran beberapa akun pro pemerintah di Facebook. Tapi kini aplikasi itu masih bisa diakses.
Kuba sementara waktu pernah membatasi akses ke media sosial dan platform perpesanan, termasuk Facebook dan WhatsApp, di tahun 2021.
Terakhir adalah Amerika Serikat, di mana WhatsApp dilarang dipakai di ponsel milik anggota DPR per Juni 2025, mengacu pada memo internal yang dikirim ke seluruh staf.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Benarkah WhatsApp Call Harus Pakai Internet Premium?
-
Dokumen Internal Bocor: Sisi Gelap AI WhatsApp Terbongkar, Keselamatan Anak Terancam?
-
Ada Fitur Baru di WhatsApp Grup, Cara Baru Bikin Rencana
-
Fitur Live Photos iPhone di WhatsApp Android, Begini Cara Pakainya
-
UMKM Siap-siap! WhatsApp Ubah Total Cara Bisnis dengan AI dan Iklan Terpadu
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun
-
Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan
-
Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026
-
Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik
-
PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak
-
Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU
-
Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol
-
PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja