Seorang analis dari Omdia, Sanyam Chaurasia, menyebut momen ini sebagai "momen penting" atau titik balik dalam manufaktur ponsel pintar global.
Namun, ia juga menggarisbawahi bahwa strategi ini lebih tepat disebut sebagai upaya mengurangi risiko.
"Apple tidak meninggalkan China, namun mereka mengurangi risiko dengan membangun rantai pasokan paralel, dan India muncul sebagai alternatif paling penting," jelasnya.
China kemungkinan besar akan tetap menjadi pusat produksi utama untuk pasar di luar Amerika Serikat.
Tantangan dan Masa Depan Produksi iPhone
Meskipun terdengar menjanjikan, perpindahan produksi ini tidak berjalan mulus. Laporan menyebutkan bahwa China diduga menghambat transfer teknologi ke India.
Foxconn bahkan terpaksa menarik ratusan insinyur asal China dari fasilitasnya di India dan menggantinya dengan tenaga ahli dari Taiwan dan Jepang, yang tentunya memakan biaya lebih tinggi.
Selain itu, dinamika kebijakan tarif bisa berubah sewaktu-waktu. Sekretaris Keuangan AS, Scott Bessent, dalam sebuah pernyataan kepada CNBC, mengindikasikan bahwa pemerintah "plans to increase tariffs on India".
Alasan di baliknya adalah aktivitas perdagangan minyak antara India dan Rusia di tengah sanksi yang sedang berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa India mungkin bukan "surga bebas tarif" selamanya bagi Apple.
Baca Juga: Kapan iPhone 17 Rilis? Cek Jadwal, Spek, dan Prediksi Harganya Bulan September 2025
Terlepas dari tantangan tersebut, data menunjukkan komitmen Apple yang semakin dalam di India. Ekspor iPhone dari negara tersebut meroket tajam.
Antara April hingga Juli 2025, nilai ekspor iPhone dari India mencapai 7,5 miliar dolar AS, sebuah lonjakan drastis dibandingkan 17 miliar dolar AS untuk keseluruhan tahun fiskal sebelumnya.
CEO Apple, Tim Cook, bahkan mengonfirmasi bahwa mayoritas iPhone yang terjual di AS pada Juni 2025 merupakan unit yang dirakit di India.
Bagi konsumen, langkah ini diharapkan dapat menjamin stabilitas pasokan iPhone 17 saat diluncurkan pada September 2025 mendatang, meminimalisir risiko kelangkaan produk yang pernah terjadi sebelumnya.
Berita Terkait
-
Kapan iPhone 17 Rilis? Cek Jadwal, Spek, dan Prediksi Harganya Bulan September 2025
-
Apple Ubah Desain iPhone 17 Pro, Tinggalkan Material Lama
-
Daftar Harga iPhone Terbaru Agustus 2025, Banyak yang Turun Jelang iPhone 17
-
iPhone 17 Siap Meluncur! Digimap Ungkap Strategi Penjualan di Indonesia
-
Desainnya Mirip, iPhone 17 Pro Disebut Tiru Xiaomi 11 Ultra
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
Terkini
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
CES 2026: LG Perkenalkan AI in Action, AI Nyata Untuk Rumah Sampai Kendaraan
-
Honor Siapkan HP Murah Baterai 10.000 mAh, Usung Layar 1.5K dan Chip Snapdragon
-
46 Kode Redeem FF Terbaru Aktif Januari 2026, Sambut Event Jujutsu Kaisen
-
Spesifikasi TheoTown: Game Viral Bangun Kota, Simulasi Jadi Pejabat Semena-mena
-
Baldur's Gate 3 Tak Tersedia di Nintendo Switch 2, Developer Ungkap Alasannya
-
Vivo Y500i Resmi Meluncur, Baterai 7.200mAh, RAM 12GB, dan Penyimpanan 512GB
-
Apa itu TheoTown? Game Viral yang Bisa Simulasikan Rasanya Jadi Pemimpin Rezim
-
4 HP HONOR dengan Prosesor Qualcomm Snapdragon: Performa Andal dan Harga Kompetitif
-
Samsung Pamerkan Masa Depan TV Berbasis AI di CES 2026, Siap Ubah Cara Orang Menonton