- Tren foto miniatur ala action figure buatan AI sedang viral di media sosial.
- Google Gemini menawarkan kemudahan dan gratis, cocok untuk pemula yang ingin cepat ikut tren.
- Tidak ada juara mutlak dalam tren AI miniatur ini
Suara.com - Tren foto miniatur AI yang mengubah orang dan kendaraan menjadi action figure layaknya buatan Bandai atau Tamiya masih merajai linimasa media sosial.
Di balik setiap gambar keren yang Anda lihat, ada "otak" kecerdasan buatan yang bekerja keras. Namun, dengan banyaknya pilihan yang tersedia, pertanyaan besar pun muncul yakni platform AI mana yang sebenarnya paling jago untuk tren ini?
Banyak yang langsung menyebut Google Gemini karena kemudahannya. Sebagian lain memuji Microsoft Copilot yang didukung DALL-E 3.
Namun, di kalangan para antusias, nama Midjourney selalu disebut sebagai standar emas kualitas. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang signifikan.
Bagaimana jika melakukan adu jago mendalam antara tiga raksasa AI generatif ini untuk melihat mana yang benar-benar memberikan hasil terbaik, tercepat, dan tentunya, paling ramah di kantong.
Mari kita bedah satu per satu.
Kontestan #1: Google Gemini
Google Gemini adalah pilihan utama bagi mayoritas pengguna yang ikut tren ini, dan alasannya sangat jelas: aksesibilitas.
Terintegrasi langsung dengan ekosistem Google, Gemini dapat diakses siapa saja melalui peramban web tanpa perlu instalasi atau biaya.
Baca Juga: 4 Cara Cepat Ubah Foto Jadi Miniatur AI, Lengkap dengan 15 Prompt Terbaru dan Populer!
Kemudahan yang berbasis chat sangat intuitif. Anda hanya perlu unggah foto, ketik prompt, dan dalam hitungan detik, gambar pun jadi. Ini adalah pilihan paling ramah pemula.
Sementara kualitas hasil juga cukup bagus untuk viral di media sosial. Hasilnya bersih, warnanya cerah, dan mampu memahami konsep "miniatur di atas meja" dengan baik.
Namun, untuk detail super presisi seperti tekstur cat atau detail wajah yang kompleks, Gemini terkadang masih kurang tajam.
Biaya: Sepenuhnya gratis. Ini adalah keunggulan terbesarnya.
Kontestan #2: Microsoft Copilot
Di balik antarmuka chat-nya yang sederhana, Copilot ditenagai oleh model DALL-E 3 dari OpenAI, salah satu mesin pembuat gambar AI tercanggih saat ini. Ini memberinya keunggulan teknis yang signifikan.
Sama mudahnya dengan Gemini. Cukup buka situs Copilot (atau Bing), pilih mode "Designer", dan masukkan perintah Anda.
Seringkali satu tingkat di atas Gemini. DALL-E 3 dikenal sangat baik dalam menafsirkan prompt yang kompleks dan detail.
Teks pada kotak kemasan atau detail pada layar monitor di latar belakang seringkali ditampilkan lebih akurat oleh Copilot. Realisme pencahayaan dan bayangannya juga terasa lebih unggul.
Biaya: Gratis. Sama seperti Gemini, Copilot menawarkan kekuatan DALL-E 3 tanpa biaya berlangganan, menjadikannya pesaing yang sangat kuat.
Kontestan #3: Midjourney (Sang Maestro Kelas Premium)
Jika Anda mencari kualitas tanpa kompromi dan rela mengeluarkan biaya, Midjourney adalah jawabannya.
Beroperasi secara unik melalui aplikasi Discord, Midjourney adalah pilihan para seniman digital, desainer, dan mereka yang menginginkan hasil sekelas profesional.
Anda harus terbiasa dengan antarmuka Discord dan perintah berbasis teks (misalnya /imagine). Ada kurva belajar yang lebih curam dibandingkan dua pesaingnya.
Midjourney adalah raja dalam hal realisme, estetika sinematik, dan detail artistik.
Tekstur plastik pada figur, kilau metalik pada cat kendaraan, hingga efek depth of field (bokeh) pada latar belakang dihasilkan dengan kualitas foto-studio. Hasilnya tidak hanya realistis, tetapi juga memiliki "rasa" dan "mood" yang sulit ditandingi.
Biaya: Berbayar. Midjourney beroperasi dengan model berlangganan bulanan. Tidak ada opsi gratis yang bisa digunakan secara terus-menerus.
Untuk melihat perbedaannya secara nyata, kami menggunakan satu prompt standar pada ketiga platform:
Prompt: "Create a hyper-realistic 1/7 scale commercialized figurine of a woman in a red dress, placed on a messy wooden work desk. In the background, a computer monitor shows the 3D modeling process of the figurine. Next to it, there's a BANDAI-style packaging box with the original artwork."
Hasil Gemini: Menghasilkan gambar yang sesuai konsep. Wanita berbaju merah dalam bentuk miniatur ada di atas meja. Namun, detail pada layar monitor dan kotak kemasan cenderung generik dan sedikit kabur.
Hasil Copilot (DALL-E 3): Hasilnya lebih detail. Kotak kemasan terlihat lebih meyakinkan, bahkan terkadang mencoba menuliskan kata "BANDAI" dengan benar. Pencahayaan pada figur terasa lebih alami.
Hasil Midjourney: Hasilnya tampak seperti foto produk asli. Detail pada gaun, tekstur kayu meja, dan pantulan cahaya pada figur sangat luar biasa. Latar belakangnya sinematik dan artistik, membuat keseluruhan gambar terlihat sangat premium.
Siapa Juaranya untuk Anda?
Tidak ada satu pemenang mutlak, karena pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan Anda:
- Juara untuk Cepat Viral & Pemula: Google Gemini. Jika Anda hanya ingin ikut tren dengan cepat, mudah, dan gratis, Gemini adalah pilihan yang tidak bisa salah.
- Juara Kualitas Gratis Terbaik: Microsoft Copilot. Ia menawarkan keseimbangan sempurna antara kemudahan penggunaan dan kualitas hasil yang sedikit lebih unggul dari Gemini, tanpa biaya.
- Juara Kualitas Absolut: Midjourney. Jika Anda seorang profesional, perfeksionis, atau tidak masalah mengeluarkan uang untuk hasil terbaik, Midjourney berada di liganya sendiri.
Berita Terkait
-
4 Cara Cepat Ubah Foto Jadi Miniatur AI, Lengkap dengan 15 Prompt Terbaru dan Populer!
-
Jangan Ketinggalan Tren! Begini Cara Cepat Ubah Foto Jadi Miniatur AI yang Lagi Viral
-
10 Prompt Populer Bikin Foto Miniatur Pakai Gemini AI, Viral di Medsos!
-
Beda dengan Jepang, Koran China Tampilkan Foto Presiden Prabowo Subianto
-
Analisa Netizen, Terungkap Alasan Koran Jepang Crop Foto Prabowo
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
Terkini
-
36 Kode Redeem MLBB Terbaru 21 Januari: Klaim Emote, Skin M7, dan 140 Diamond Gratis
-
Rayakan Ulang Tahun ke-35, Sega Siapkan Kejutan Game Sonic dan Puyo-Puyo
-
Waspada! Penipuan Baru Manfaatkan Fitur Team Invitation OpenAI, Data Pribadi Terancam Dicuri
-
63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
-
Bocoran Terbaru iPhone 18 Pro: Dynamic Island Mengecil, Kamera Depan Tetap di Tengah
-
35 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 21 Januari: Ada Icon 113-117 dan Ratusan Rank Up
-
5 Pilihan HP 3 Jutaan Terbaik, Performa Selevel Infinix Note Edge 5G
-
Sony dan TCL Resmi Jajaki Aliansi Strategis, Siap Bentuk Raksasa Baru Hiburan Rumah Global
-
Terpopuler: HP Snapdragon 7 Gen 2 Termurah, Smartphone OPPO Kamera Bening Rp1 Jutaan
-
58 Kode Redeem FF Hari Ini 20 Januari 2026, Cek Jadwal Rilis Bundle Sukuna dan Fitur Mic Terbaru