- Situs megalitikum berusia satu milenium di Dongi-Dongi, Poso, Sulawesi Tengah, rusak parah akibat penambangan emas ilegal.
- Kerusakan terjadi antara 4 Maret 2026 dan 5 Maret 2026 di kawasan Taman Nasional Lore Lindu.
- Megalit tersebut unik karena memiliki pahatan wajah detail dan penting bagi studi migrasi budaya prasejarah Sulawesi.
Suara.com - Warisan prasejarah Indonesia kembali terancam oleh aktivitas eksploitasi alam yang tak terkendali. Sebuah situs megalitikum yang diperkirakan berusia satu milenium di Desa Dongi-Dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, ditemukan dalam kondisi rusak parah.
Ironisnya, kerusakan ini diduga kuat dilakukan oleh para penambang emas ilegal yang beroperasi di kawasan tersebut.
Berikut adalah rangkuman mendalam mengenai peristiwa memilukan yang mencederai jati diri sejarah bangsa tersebut.
Kronologi Perusakan: Dari Utuh Menjadi Puing
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses perusakan terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Tim pemantau sempat melakukan peninjauan ke lokasi pada Rabu (4/3/2026) dan memastikan batu purbakala tersebut masih dalam keadaan baik.
Namun, hanya berselang satu hari, tepatnya pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 10.00 WITA, kondisi situs sudah luluh lantak.
Di sekitar area situs, ditemukan aktivitas pertambangan emas yang menggunakan alat berat (ekskavator), yang diduga menjadi penyebab utama hancurnya artefak berharga tersebut.
Situs megalitikum di Dongi-Dongi bukan sekadar tumpukan batu biasa. Lokasinya berada di dalam Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), sebuah kawasan yang telah masuk dalam daftar tentatif Warisan Dunia UNESCO.
Secara fisik, megalit ini memiliki karakteristik unik:
Baca Juga: Meski Berstatus Persero, Danantara: ANTM-PTBA Masih Bagian MIND ID
- Ukuran: Merupakan batu monolit berukuran besar.
- Pahatan: Memiliki ukiran wajah manusia yang sangat detail, serupa dengan Batu Kalamba yang ikonik di Lembah Napu.
- Fungsi Prasejarah: Struktur ini merupakan peninggalan zaman Neolitikum hingga Zaman Perunggu yang dulunya berfungsi sebagai media pemujaan leluhur, ritual keagamaan, atau penanda makam kuno.
Analisis Arkeologis: Jejak Peradaban yang Memuda ke Utara
Ahli Arkeologi Sulawesi Tengah, Iksam Djorimi, menjelaskan bahwa megalit di Dongi-Dongi ini memiliki nilai kronologis yang penting bagi sejarah migrasi budaya di Sulawesi.
Usia Situs: Diperkirakan mencapai 1.000 tahun.
Pola Penyebaran: Iksam mencatat adanya pola unik di mana usia megalit di Sulawesi Tengah semakin muda seiring pergerakannya ke arah utara. Sebagai perbandingan, situs di Lembah Behoa dan Bada di bagian selatan berusia sekitar 2.000 tahun.
Evolusi Bentuk: Jika di wilayah selatan (Behoa/Bada) banyak ditemukan patung manusia dan Kalamba, di wilayah utara seperti Lembah Palu, peninggalan megalit lebih banyak berbentuk lesung batu (seperti di Watunonju).
"Semakin ke arah utara dari Lembah Behoa, usia megalit memang cenderung semakin muda. Kerusakan di Dongi-Dongi berarti kita kehilangan satu kepingan penting dari puzzle sejarah peradaban ini," ungkap Iksam, dikutip dari Antara.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Bisnis, Hilirisasi Tambang Itu Amanah dan Bentuk Syukur
-
Penampakan Lukisan 44.000 Tahun di Lahan Tambang Milik BUMN
-
Polda Sumut Sita 2 Ekskavator di Mandailing Natal, Upaya Angkut Alat Bukti Sempat Dihalangi Oknum
-
Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif
-
Diduga Ilegal, Satgas PKH Segel Tambang Nikel Milik Bos Malut United
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Apa Pelembap Bisa Mengencangkan Kulit Kendur? Ini 3 Rekomendasi untuk Usia 50 Tahun
-
Bobotoh Bikin Terharu, Mariano Peralta Siap Beri Segalanya untuk Persib
-
Bali Silent Disco Dituding Diskriminasi WNI, Koster: Ternyata Tidak Seperti Diberitakan!
-
Putus Peran Tengkulak, Kopdes Bakal Jadi Penampung Tangkapan Nelayan
-
Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
-
Proyeksi IHSG Usai Rp789 Miliar Dana Asing Kabur, Saham BUMI Disorot
-
Bocoran Mobil Baru GIIAS 2026 Ada Honda Brio Listrik Hingga SUV Legendaris Toyota
-
Eksperimen Berani Igor Tolic Berhasil, Persib ke Semifinal Piala Presiden 2026
-
Kalau Semua Orang Mau Naik Transum, Mungkin Kota Kita Tak Semacet Sekarang?
-
Surga Tersembunyi di Jalur Pantura Situbondo:Catatan Perjalanan ke Utama Raya Beach