Nyatanya, Indonesia bukanlah negara pertama yang mengalami kendala ini. Sebuah pola serupa telah muncul di beberapa negara lain sebelumnya.
Nigeria dan Kenya adalah dua contoh negara yang juga mengalami penghentian pendaftaran baru. Keduanya menghadapi masalah yang sama, yaitu pertumbuhan cepat yang melampaui kapasitas teknis.
Di Kenya, setelah debut pada tahun 2023, permintaan yang tinggi memaksa Starlink membekukan langganan baru di Nairobi. Hal ini terjadi pada akhir tahun 2024 akibat kepadatan jaringan.
Akibatnya, Starlink kehilangan lebih dari 2.000 pengguna antara Desember 2024 dan Maret 2025. Posisinya di antara penyedia internet tetap pun harus turun peringkat.
Nigeria juga mengikuti alur yang mirip dengan kehilangan lebih dari 6.000 pengguna pada kuartal pertama 2025. Ini terjadi setelah pengiriman perangkat keras baru dihentikan pada akhir 2024.
Pola ini menunjukkan bahwa Starlink sedang berjuang mengatasi tantangan teknis dan logistik. Ini adalah konsekuensi dari upaya menyediakan internet satelit dalam skala negara.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital, memberikan tanggapannya. Mereka menyatakan konektivitas digital di Indonesia tidak hanya bergantung pada satu pihak.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto, menegaskan hal tersebut. Ia mengatakan industri telekomunikasi domestik mampu memenuhi permintaan dalam negeri.
Wayan Toni menambahkan bahwa Indonesia memiliki beberapa satelit nasional yang sudah beroperasi. Selain itu, sejumlah satelit asing juga telah diizinkan untuk menyediakan layanan di sini.
Baca Juga: Perusahaan Milik Elon Musk Pecat 500 Karyawan Via Email, Pesangon Dibayar Akhir November
Sumber pasokan konektivitas jaringan untuk pasar Indonesia dianggap cukup beragam. Ketergantungan pada Starlink bukanlah satu-satunya pilihan yang ada untuk masyarakat.
Di sisi lain, isu "Starlink down" juga pernah terjadi dalam konteks yang berbeda. Pada Juli 2025, Starlink mengalami salah satu gangguan internasional terbesarnya.
Gangguan tersebut bukanlah karena masalah kapasitas, melainkan kegagalan perangkat lunak internal. Insiden ini membuat puluhan ribu pengguna di seluruh dunia offline selama sekitar 2,5 jam.
Michael Nicolls, Wakil Presiden Teknik Starlink, menjelaskan bahwa kegagalan terjadi pada layanan perangkat lunak internal. Layanan ini merupakan kunci yang mengoperasikan jaringan inti mereka.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan kompleksitas jaringan satelit di orbit rendah Bumi. Meskipun dikenal andal, gangguan teknis tetap menjadi sebuah kemungkinan.
Elon Musk sendiri turut menyampaikan permintaan maaf atas gangguan global tersebut. Ia berjanji bahwa SpaceX akan menemukan akar penyebab masalah untuk mencegahnya terulang kembali.
Dengan lebih dari enam juta pengguna di sekitar 140 negara, keandalan jaringan adalah prioritas utama. Perusahaan terus berfokus pada pembaruan jaringan untuk mengakomodasi permintaan kecepatan dan bandwidth yang lebih tinggi.
Dua insiden ini, meskipun berbeda, sama-sama menyoroti tantangan besar yang dihadapi Starlink. Di satu sisi, mereka harus mengelola permintaan yang luar biasa, dan di sisi lain, menjaga keandalan teknis jaringan global mereka.
Bagi Indonesia, penghentian pendaftaran ini membuka peluang bagi penyedia layanan lain. Kompetitor lokal maupun pemain satelit global lainnya seperti Project Kuiper dari Amazon bisa mengisi celah yang ditinggalkan.
Pada akhirnya, situasi ini menggambarkan dinamika pasar yang kompleks. Starlink telah berhasil membuktikan adanya permintaan masif untuk internet berkecepatan tinggi di daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Kini, tantangan terbesar mereka adalah menyeimbangkan antara pertumbuhan yang cepat dan keberlanjutan layanan. Kemampuan mereka untuk meningkatkan kapasitas akan menentukan masa depan ekspansinya di Indonesia dan dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Koperasi Desa Merah Putih Kini Pasok Lele untuk Program MBG
-
Minyak Dunia Semakin Murah, Harga BBM Gimana?
-
Analisis Timnas Indonesia vs Vietnam: Lini Tengah Kunci Garuda Raih 3 Poin
-
Transisi Ekonomi Hijau Dinilai Mustahil Tanpa Kolaborasi Lintas Sektor
-
5 Lipstik Wardah yang Cocok untuk Ombre, Bibir Lebih Pink dan Tahan Lama
-
Tahan Beli, Emas Antam Harganya Naik Lagi Jadi Rp2,61 juta/Gram
-
CNMA Kantongi Rp2,6 Triliun, Keuntungan Besarnya Ternyata Bukan Bioksop!
-
Dua Aksi Demo Warnai Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Kerahkan 597 Personel
-
Tak Hanya Penggerak Ekonomi, Industri Juga Jadi Motor Konservasi Laut
-
7 Perbedaan Parfum EDT, EDP, dan Extrait de Parfum: Daya Tahan hingga Karakter Aroma