-
WhatsApp luncurkan fitur terjemahan pesan langsung dalam aplikasi.
-
Proses terjemahan dilakukan di perangkat untuk menjaga privasi pengguna.
-
Fitur tersedia bertahap di Android dan iOS, termasuk dukungan Bahasa Indonesia
Suara.com - WhatsApp kembali menghadirkan inovasi yang memperkuat posisinya sebagai aplikasi perpesanan global terdepan.
Dengan lebih dari 3 miliar pengguna di lebih dari 180 negara, WhatsApp resmi meluncurkan fitur terjemahan pesan langsung di dalam aplikasi, yang dirancang untuk mempermudah komunikasi lintas bahasa tanpa harus meninggalkan platform.
"Kami selalu berupaya menjaga pengguna kami agar tetap terhubung, di mana pun mereka berada. Namun, kami paham bahwa terkadang bahasa bisa menjadi hambatan ketika mengerjakan sesuatu atau mengekspresikan perasaan Anda yang sebenarnya," ungkap WhatsApp dalam pernyataan resminya, Kamis (26/9/2025).
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menerjemahkan pesan langsung dari dalam obrolan, baik di chat pribadi, grup, maupun saluran (Channel).
Pengguna cukup menekan lama pesan, lalu memilih opsi "Terjemahkan".
Setelah itu, mereka dapat memilih bahasa tujuan dan bahkan mengunduh hasil terjemahan sebagai referensi di kemudian hari.
Bagi pengguna Android, tersedia pula opsi terjemahan otomatis seluruh utas obrolan, yang secara real-time akan menerjemahkan semua pesan masuk dalam percakapan tertentu.
Fitur ini sangat berguna bagi mereka yang sering berkomunikasi dengan orang dari latar belakang bahasa yang berbeda.
Menariknya, seluruh proses terjemahan dilakukan langsung di perangkat pengguna, bukan di server WhatsApp.
Baca Juga: 2 Cara Melihat Nomor yang Kita Blokir di WhatsApp, di Android dan iPhone
Ini berarti WhatsApp tidak memiliki akses ke konten obrolan yang diterjemahkan, menjaga privasi dan keamanan komunikasi tetap terjamin.
“Terjemahan pesan sudah dirancang agar melindungi privasi obrolan Anda. Itulah sebabnya terjemahan dilakukan di perangkat Anda, di mana WhatsApp tidak bisa melihatnya,” tambah WhatsApp.
Fitur ini diluncurkan secara bertahap untuk pengguna Android dan iOS.
Untuk saat ini, pengguna Android dapat mengakses fitur ini dalam enam bahasa, yaitu Inggris, Spanyol, Hindi, Portugis, Rusia, dan Arab.
Sementara itu, pengguna iPhone sudah bisa menikmati fitur ini dalam lebih dari 19 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, menjadikannya semakin relevan bagi pasar lokal.
WhatsApp berharap fitur ini akan membantu mendobrak hambatan bahasa dan mempererat hubungan antar pengguna, baik dalam konteks pribadi, profesional, maupun komunitas global.
Dengan terjemahan pesan otomatis, WhatsApp semakin menegaskan komitmennya untuk membuat komunikasi lintas budaya dan bahasa menjadi lebih inklusif, praktis, dan aman.
Bagi pengguna yang ingin mencoba, pastikan aplikasi Anda sudah diperbarui ke versi terbaru di Google Play Store atau App Store.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Buat Ghosting, Ini Alasan Sebenarnya Jutaan Orang Matikan Centang Biru WhatsApp
-
Bocoran Samsung Galaxy A17 5G: HP Murah Punya Fitur AI, Harga Mulai Rp 3 Jutaan
-
Nubia Air vs Galaxy S25 Edge: Adu Bodi Tipis Kurang dari 6 mm Berfitur Tangguh
-
Datascrip Luncurkan Prima: Chatbot AI 24/7 untuk Layanan Pelanggan Kilat di WhatsApp
-
IM3 Punya Fitur SATSPAM Bikin Aman, Bisa Cegah Spam dan Scam Sambil Seru-seruan di Pestapora 2025
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Seorang Relawan Gempa Flores Dikabarkan Gugur saat Bantu Korban Bencana
-
Saat Membeli Rumah, Mengapa Jejak Karbon Sering Tak Jadi Pertimbangan?
-
Gelar Serpong Warrior Challenge Run 2026, BRI Buka Promo Diskon Tiket 50 Persen di BRImo
-
Soal Karhutla, PKB Sentil Menhut: Jangan Cuma 'Cosplay Damkar'
-
APBD DKI 2026 Turun ke Rp79,59 Triliun, DPRD Jakarta Janji Bansos dan Sekolah Tetap Aman
-
HONOR Tour Hadir di Yogyakarta, Sasar Kebutuhan Teknologi Pelajar dan Mahasiswa
-
Bukit Premium Pasuruan: Negeri di Atas Awan Dekat Bromo yang Bikin Betah
-
IHSG Bertahan di Level 6.500, BUMI dan BBRI Diburu Investor
-
Muncul Gerakan 'Gerbang Toll PBNU', Serukan Tolak LPJ di Muktamar ke-35 NU
-
Danantara Ambil Opsi Penjualan Aset untuk Sehatkan WIKA