-
Netizen soroti desain bangunan ponpes yang dianggap dipaksakan dan berstruktur lemah.
-
Kesaksian bau anyir di lokasi runtuhan membuat publik terenyuh dan miris.
-
Korban tercatat 9 tewas, puluhan dirawat, dan evakuasi kini gunakan alat berat.
Suara.com - Proses evakuasi korban tragedi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur masih menjadi sorotan. Pemantauan di media sosial, netizen menyoroti kesaksian bau anyir hingga desain bangunan yang dinilai aneh.
Sebagai informasi, proyek pembangunan Ponpes Al Khoziny terekam melalui data Google Maps dari 2017 hingga 2024.
Menurut pengamat netizen melalui postingan viral, beberapa bangunan nampak 'dipaksakan' dari awalnya hanya lantai dua menjadi lantai empat hingga lima.
Publik turut menyoroti adanya tiang berukuran kecil yang dianggap asal tempel. Ahli Konstruksi Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Muji Himawan sebelumnya mengatakan bila ponpes tersebut ambruk diduga karena kegagalan struktur (elemen struktur sudah gagal).
Kesaksian warga yang mencium bau anyir di sekitar bangunan musala yang ambruk pada ponpes membuat netizen terenyuh sekaligus miris.
Sebagian netizen meminta agar kasus ini diusut tuntas sehingga penanggung jawab pembangunan dapat dihukum.
Menurut laporan BNPB hingga Kamis (2/10) pukul 16.30 WIB, jumlah korban yang berhasil dievakuasi ada sebanyak 108 orang dengan rincian 30 orang masih dirawat di rumah sakit, 73 orang sudah diperbolehkan pulang dan 5 orang meninggal dunia serta sebanyak 58 masih dalam pencarian.
Hingga Jumat (3/10) pagi, total jumlah tewas telah mencapai 9 orang. Proses evakuasi korban sekarang difokuskan menggunakan alat berat.
"Jadi terbukti kemarin kami sudah menyampaikan bahwa setelah diputuskan menggunakan alat berat dalam melaksanakan evakuasi penyelamatan korban, kami tegaskan alat-alat berat ini masuk setelah tidak ditemukan lagi tanda-tanda kehidupan. Sudah tidak ada lagi kemungkinan yang selamat dalam kondisi hidup itu berdasarkan ilmu pengetahuan dan alat alat canggih yang sudah dikeluarkan semua, terutama oleh oleh Basarnas, ya. Dan ini pun sudah disetujui, sudah diikhlaskan oleh seluruh keluarga korban," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto melalui keterangan resminya pada Jumat (3/10) pukul 12.00 WIB.
Baca Juga: Terungkap! Alasan Haru Tim SAR Pilih 'Tangan Kosong' di Ponpes Al Khoziny
Proses evakuasi dan pencarian korban runtuhnya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny ramai disorot netizen.
"Semoga bukan bau anyir darah tapi bau keringat para team SAR dan semoga ada keajaiban di mana para korban selamat," tulis @sul**ma**riefst.
"Pengen nangis dengar warga sudah cium bau anyir. Pimpinan ponpes harus dipidana," cuit @ja**dr*id.
"Keadaan keluarga ponpes yang runtuh, penyelamat, dll. Mirip bgt sama Sampoong Department Store. Soalnya baru lihat dokumenternya baru-baru ini. Mana katanya bau anyir udah kecium. Ini bener2 menyedihkan ," ungkap @ah**um*au.
"Astaghfirullah, ngeri banget. Saya bergerak di bidang konstruksi sudah 18 tahun. Di pelosok desa pun belum pernah lihat konstruksi model begini," pendapat @ba**dur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif