- Xiaomi memperingatkan pengguna bahwa perangkat dengan ROM palsu tidak akan mendapat pembaruan resmi, termasuk HyperOS 3.
- ROM palsu berisiko tinggi karena dapat mengandung malware, membatalkan garansi, dan menurunkan keamanan perangkat.
- Pengguna disarankan memastikan ROM asli melalui alat resmi dan membeli perangkat hanya dari toko resmi Xiaomi.
Suara.com - Pemilik hp, tablet, wearable Xiaomi yang menantikan pembaruan HyperOS3 mendapat peringatan keras.
Para pemilik perangkat Xiaomi terancam tidak bisa menikmati berbagai fitur menarik yang ada di HyperOS 3.
Peringatan ini diberikan kepada kamu yang menjalankan ROM Palsu (sering disebut "ROM Palsu"), maka akan sepenuhnya diblokir dari pembaruan resmi, termasuk HyperOS 3 yang sangat dinantikan.
ROM Palsu adalah firmware tidak resmi, hasil modifikasi atau bajakan yang tidak berasal langsung dari Xiaomi.
Perangkat lunak tidak resmi ini sangat membahayakan keamanan, kinerja, dan akses perangkat ke pembaruan resmi di masa mendatang.
Menjalankan perangkat lunak MIUI atau Xiaomi HyperOS asli sangat penting untuk keamanan dan stabilitas kinerja jangka panjang.
ROM Xiaomi asli adalah perangkat lunak yang didukung dengan autentik.
Namun, ROM palsu menyebabkan masalah serius bagi pengguna.
ROM palsu seringkali berasal dari penjual yang tidak bertanggung jawab yang mencoba memikat pembeli.
Baca Juga: Adu Baterai Xiaomi 17 vs iPhone 17: HP Android Masih Memimpin
Dilansir dari laman Xiaomitime, Selas (7/10/2025), berikut beberapa bahaya langsung yang bisa terjadi kepada para pemilik perangkat Xiaomi dengan ROM Palsu:
- Tidak Ada Pembaruan Resmi : Tidak akan menerima pembaruan perangkat lunak apa pun, artinya kamu akan kehilangan patch keamanan penting, perbaikan bug penting, dan peningkatan kinerja—termasuk peralihan ke HyperOS 3.
- Risiko Keamanan Utama : Firmware tidak resmi ini dapat mengandung malware berbahaya, seperti RAT (Remote Access Trojan), yang dapat membahayakan data pribadi dan keamanan perangkat secara keseluruhan.
- Garansi Batal: Menginstal perangkat lunak tidak resmi akan langsung membatalkan garansi perangkat dan menghilangkan hak untuk mendapatkan layanan teknis dari Xiaomi.
Cara Memeriksa Perangkat Xiaomi dari Perangkat Lunak Palsu
Kamu tidak perlu menjadi ahli untuk memeriksa risiko ini.
Ada cara mudah yang bisa dilakukan untuk memeriksa keberadaan ROM Palsu.
Kamu dapat menginstal dan membuka aplikasi MemeOS Enhancer dari Google Play Store, dan aplikasi ini akan langsung memperingatkan jika ROM palsu terdeteksi.
Aplikasi ini merupakan alat penting bagi pengguna Xiaomi, yang memungkinkan kamu mengakses fitur tersembunyi, memperbarui aplikasi sistem, dan mengelola akses pembaruan, semuanya dalam satu tempat.
Jika Perangkat Terkena ROM Palsu
Sayangnya, setelah perangkat terinstal ROM palsu, pengguna tidak dapat dengan mudah atau aman mengembalikan perangkat lunak ke bentuk aslinya.
Memulihkan ROM asli membutuhkan alat yang rumit dan pengetahuan ahli.
ROM palsu biasanya terpasang di perangkat China, sementara ROM global tidak dapat terpasang di perangkat China.
Jika perangkat dipastikan terinstal ROM palsu, opsi yang paling aman dan direkomendasikan adalah menggantinya.
Membeli ponsel dengan perangkat lunak tidak resmi merupakan risiko keamanan besar yang tidak boleh dianggap enteng.
Perangkat Xiaomi asli hanya dijual di toko resmi, yang menjamin keaslian perangkat lunak.
Perlu diingat bahwa perangkat dengan ROM palsu seringkali hanya versi China.
Meskipun mungkin dapat kembali ke ROM China resmi, kamu akan terbatas pada pilihan bahasa China dan Inggris, dan tetap tidak dapat menginstal ROM Global.
Jika mencurigai ponsel Xiaomi kamu memiliki ROM palsu, segera cari pengganti atau layanan profesional untuk menghindari ancaman keamanan dan memastikan tidak ketinggalan rilis penting seperti Xiaomi HyperOS 3.
Berita Terkait
-
Xiaomi 17 Varian 1 TB Hadir pada Oktober, Harga Dibanderol Miring
-
Xiaomi 17 Siap Meluncur di Pasar Global? Ini Bocoran Perilisannya
-
Usai Meluncur Global, Xiaomi Pad Mini Diprediksi Siap Masuk ke Indonesia
-
Harga Xiaomi Pad 8 Mulai Rp 5 Jutaan: Andalkan Snapdragon 8s Gen 4 dan RAM 12 GB
-
Spesifikasi Xiaomi 17: HP Flagship Pertama dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Pokemon Evolusi Mega ex Hadir dalam Format Starter Deck Siap Main
-
OLX Luncurkan Kategori Barang Gratis untuk Mempermudah Berbagi Selama Ramadan
-
Harga dan Spesifikasi Huawei Band 11 Series Resmi di Indonesia, Layar AMOLED 1,62 Inci
-
4 HP OPPO RAM 8 GB Paling Murah Februari 2026 Mulai Rp2 Jutaan
-
Ampverse Resmi Ekspansi ke Indonesia, Andalkan AI dan Gaming Intelligence
-
Alasan ASUS ExpertBook P1 P1403 Cocok untuk Pebisnis UMKM
-
5 HP Kamera Bagus untuk Lebaran Mulai Rp3 Jutaan, Hasil Foto Jernih Tak Perlu Sewa iPhone
-
Indosat HiFi Air Resmi Hadir, Internet Rumah Tanpa Kabel Bisa Dibawa Mudik dan Langsung Aktif
-
27 Kode Redeem FF 27 Februari 2026: Ada Skin SG2, Angelic, Hingga Bundle Jujutsu Kaisen
-
25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 27 Februari 2026: Klaim Pemain OVR 117 dan Ribuan Gems Gratis