Namun, para ahli juga menegaskan bahwa penelitian ini baru langkah awal. “Meskipun hasilnya menjanjikan, masih banyak yang perlu dipahami sebelum teknologi ini bisa diterapkan pada manusia,” ujar Zhiyong Mao, penulis utama studi tersebut, dikutip dari Nature (9/10/2025)
Mao menambahkan bahwa perbedaan biologis antara manusia dan tikus tanah tanpa bulu memang tidak terlalu jauh, sehingga secara teoritis mekanisme itu bisa diadaptasi.
“Jika kita bisa meniru sistem perbaikan DNA mereka, mungkin kita bisa memperpanjang usia manusia secara alami,” ujarnya.
Tikus tanah tanpa bulu dikenal sebagai hewan yang hidup di koloni besar di bawah tanah dan berasal dari daerah Tanduk Afrika serta Kenya.
Walau penampilannya tidak menarik, tubuh tanpa bulu dan gigi besar mencuat ke depan, hewan ini menjadi objek favorit penelitian ilmiah karena daya tahannya yang luar biasa terhadap kanker, penyakit saraf, dan penuaan.
Meski penelitian masih panjang, studi ini menegaskan bahwa kunci umur panjang mungkin sudah ada di alam. Hewan kecil seperti tikus tanah tanpa bulu menunjukkan bahwa dengan sedikit perubahan genetik, sistem tubuh bisa menjadi jauh lebih efisien dalam memperbaiki kerusakan sel.
Kontributor : Gradciano Madomi Jawa
Berita Terkait
-
Limbah Plastik Jadi Sensor Air: Terobosan Para Peneliti UGM
-
Vaksin mRNA Sebabkan Kanker? Peneliti BRIN Buka Suara dan Ungkap Fakta Sebenarnya!
-
Peneliti UGM Ubah Limbah Peternakan Jadi 'Harta Karun' Hijau
-
Nisan Aceh Kuno Ditemukan di Sulsel, Peneliti Ungkap Hal Ini
-
Peneliti Indonesia Gunakan AI untuk Mitigasi Bencana dan Ketahanan Pangan
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
9 Tablet Snapdragon RAM 8GB Termurah, Performa Ngebut Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
7 Rekomendasi Smartwatch Lari Anti Air Terbaik, Fitur Lengkap Mulai Rp300 Ribuan!
-
Registrasi SIM via Biometrik, Warga Bisa Terancam Kehilangan Hak Komunikasi
-
5 Rekomendasi Smartwatch Diskon hingga 40 Persen di Eraspace, Ada yang Jadi Rp1 Jutaan
-
LG StanbyME 2 Resmi Masuk Indonesia, TV Portabel dengan Layar Lepas-Pasang dan AI Lebih Cerdas
-
Komdigi Diminta Stop Registrasi Kartu SIM Berbasis Biometrik, Bisa Bikin Sengsara Seumur Hidup
-
Startup Lokal Unjuk Gigi di Ekosistem Grab, Dorong Bisnis Lebih Ramah Lingkungan
-
Infrastruktur Digital Terancam Tersendat, MASTEL Ingatkan Sinkronisasi Kebijakan PusatDaerah
-
5 Headset Sport Bluetooth Terbaik untuk Lari: Tahan Air dan Keringat, Bass Super Nendang
-
52 Kode Redeem FF Terbaru 15 Januari 2026, Ada Jujutsu Kaisen Battle Card dan Sukuna Voucher