- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengumumkan pemenang lelang harga pita frekuensi 1,4 GHz untuk layanan Broadband Wireless Access.
- PT Telemedia Komunikasi Pratam (anak usaha WIFI) memenangkan Regional I (Jawa, Maluku, Papua) dengan tawaran Rp403,7 miliar.
- Sementara PT Eka Mas Republik (anak usaha DSSA) memborong Regional II dan III. Jaringan 1,4 GHz krusial untuk konektivitas nirkabel berkecepatan tinggi.
Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia telah menuntaskan proses lelang harga pita frekuensi radio 1,4 GHz untuk layanan Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access).
Hasil lelang ini menunjukkan dominasi dari dua entitas anak perusahaan besar di Indonesia.
PT Telemedia Komunikasi Pratam, anak usaha dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), berhasil memenangkan wilayah Regional I, yang mencakup Pulau Jawa, Maluku, dan Papua.
Telemedia memenangkan regional ini dengan penawaran tertinggi sebesar Rp403,7 miliar, mengalahkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang menawar Rp399 miliar, dan PT Eka Mas Republik yang menawar Rp331 miliar.
Sementara itu, PT Eka Mas Republik, anak perusahaan dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), berhasil memborong dua regional sisanya:
Regional II (Sumatra, Bali, dan Nusa Tenggara): Dimenangkan Eka Mas dengan penawaran senilai Rp300,8 miliar.
Regional III: Dimenangkan Eka Mas dengan harga penawaran Rp100 miliar.
Apa Itu Pita Frekuensi 1,4 GHz?
Pita frekuensi 1,4 GHz adalah spektrum radio yang sangat penting dalam infrastruktur telekomunikasi modern. Frekuensi ini dialokasikan secara spesifik untuk layanan Akses Nirkabel Pitalebar atau Broadband Wireless Access (BWA).
Baca Juga: Pengguna Indihome Bisa Beli PC Game Pass Harga Lebih Murah, Begini Caranya
Keunggulan Utama Frekuensi 1,4 GHz:
- Kapasitas Broadband: Frekuensi ini memungkinkan transmisi data nirkabel dengan kecepatan tinggi (broadband), sehingga ideal untuk menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi ke pengguna akhir.
- Efisiensi Jaringan: Jaringan BWA yang menggunakan pita ini efektif dalam menyediakan konektivitas pada wilayah yang luas, baik di perkotaan maupun pedesaan, mendukung layanan seperti fixed wireless access dan koneksi data bergerak tertentu.
Dengan mendapatkan hak penggunaan frekuensi 1,4 GHz, para pemenang lelang memiliki peluang besar untuk memperluas dan meningkatkan kualitas layanan internet nirkabel mereka, khususnya dalam mendukung kebutuhan data yang terus meningkat di era digital.
Sesuai ketentuan, para pemenang lelang diwajibkan membayar tiga kali lipat dari harga penawaran yang diajukan pada tahun pertama konsesi. Untuk sembilan tahun berikutnya, pembayaran dilakukan sesuai dengan nilai penawaran yang telah ditetapkan.
Komdigi memberikan kesempatan kepada seluruh Peserta Seleksi untuk mengajukan sanggahan tertulis terhadap hasil lelang ini.
Sanggahan harus disampaikan secara daring melalui sistem e-Auction paling lambat Jumat, 17 Oktober 2025 Pukul 15.00 WIB, disertai bukti yang relevan.
Apabila tidak terdapat sanggahan atau sanggahan ditolak, proses seleksi akan dilanjutkan ke tahap penyampaian laporan hasil dan konsep penetapan pemenang kepada Menteri Komunikasi dan Digital.
Peserta dengan peringkat kesatu dalam daftar hasil seleksi akan secara resmi ditetapkan sebagai pemenang setelah Menteri Komunikasi dan Digital menerbitkan penetapan pemenang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Terpopuler: Baterai Realme C100i Awet 6 Tahun, Top 3 HP Kamera Terbaik Harga Rp2 Jutaan
-
4 Rekomendasi HP Baterai Jumbo dengan Fitur Reverse Charging, Bisa Jadi Powerbank
-
56 Kode Redeem FF Max Terbaru 1 Juni 2026: Raih Skin MAG-7, SG2, dan Bundel Eclipse
-
5 Pilihan Smart TV 32 Inch Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Canggih dengan Fitur Modern
-
Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Menurut Review Pengguna
-
5 HP Midrange Paling Dicari Juni 2026: Chip Kencang, Skor AnTuTu 2,1 Juta Poin
-
Budget Rp3 Juta Dapat iPhone Apa? Ini 4 Pilihan HP yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic LUMIX L10, Tawarkan Fitur Zoom Ciamik
-
Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam
-
AS Perketat Larangan Chip AI China, Huawei hingga Alibaba Makin Gencar Kembangkan Alternatif Nvidia