Seorang pengguna forum bahkan berkomentar, “AI seharusnya membantu saya bermain, bukan ikut menurunkan performa laptop saya.”
Seiring dengan viralnya isu ini, banyak gamer menuduh Microsoft terlalu terburu-buru meluncurkan fitur yang belum matang. Mereka khawatir integrasi AI di level sistem operasi seperti ini bisa menjadi celah privasi besar di masa depan.
Komentar paling tajam datang dari seorang anggota NeoGAF yang menulis,
“AI seharusnya tidak membutuhkan bantuan saya untuk berhenti mengintai.”
Beberapa bahkan menyarankan agar Microsoft mengubah sistem aktivasi Gaming Copilot menjadi “opt-in”, bukan “opt-out”, sehingga pengguna harus memberikan izin terlebih dahulu sebelum data mereka diproses.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi apakah Microsoft akan mempertimbangkan perubahan tersebut.
Fitur Gaming Copilot merupakan bagian dari rencana besar Microsoft untuk mengintegrasikan AI ke seluruh ekosistem gaming-nya, termasuk Xbox dan Windows.
Dalam visi perusahaan, AI diharapkan dapat membantu pemain menyelesaikan misi sulit, mengatur strategi, hingga memberikan rekomendasi build karakter yang optimal.
Sayangnya, masalah privasi dan performa membuat peluncurannya mendapat sambutan yang beragam. Beberapa pengguna memuji potensinya, sementara yang lain menyebut fitur ini sebagai “alat bantu yang justru menyulitkan.”
Baca Juga: Pembuat Final Fantasy 7 Rebirth Ungkap Karya Manusia Lebih Baik dari AI
Microsoft juga belum memberikan informasi soal biaya atau ketersediaan regional fitur ini. Untuk saat ini, Gaming Copilot tersedia secara gratis sebagai bagian dari Windows 11 dan Xbox Game Bar, tanpa perlu berlangganan tambahan.
Kasus Gaming Copilot menjadi contoh nyata betapa rumitnya menyeimbangkan antara inovasi AI dan perlindungan privasi pengguna.
“Integrasi AI di tingkat sistem adalah langkah berani, tapi Microsoft perlu lebih transparan tentang bagaimana data dikumpulkan dan digunakan,” tulis analis teknologi Stephanie Liu dari Forrester.
Ia menambahkan bahwa Microsoft juga perlu memperhatikan efisiensi performa jika ingin AI seperti Gaming Copilot diterima luas oleh gamer, terutama mereka yang menggunakan perangkat menengah ke bawah.
Kontributor : Gradciano Madomi Jawa
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Oppo Find X9 Ultra Hadir dengan 10x Optical Zoom dan Kamera 200MP, Foto Super Detail Jadi Andalan
-
Lolos Sertifikasi Komdigi, iQOO Z11 Global Muncul di Geekbench dengan Chipset Berbeda
-
Meningkat Tajam, Oppo Find X10 Bakal Usung Layar Refresh Rate Tinggi dan Chip Anyar
-
35 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 1 Mei 2026: Dapatkan Gems, Koin Jutaan, dan Pemain OVR 114
-
54 Kode Redeem FF Terbaru 1 Mei 2026, Hadirkan Bundle Gintoki dan Hadiah Gratis
-
Kinerja Indosat Melejit di Q1 2026 Rp15,2 Triliun, AI Jadi Motor Pertumbuhan
-
Terpopuler: Mengenal Pendiri Friendster, Rekomendasi HP Kamera Paling Gahar
-
50 Kode Redeem FF Terbaru 30 April 2026: Klaim Bundle Gintoki, Magic Cube Hingga Motor Gintama
-
26 Kode Redeem FC Mobile 30 April 2026: Sikat Ronaldo TOTS dan Olise Tanpa Top Up Dijamin Gacor
-
Gaming Maraton Lebih Nyaman, Infinix GT 50 Pro Jaga Suhu Tetap Aman