-
Ahmad Sahroni curhat tentang barang-barang pribadi dan foto keluarga yang dijarah dari rumahnya.
-
Ia menegaskan rumahnya bukan hasil korupsi dan menyindir oknum yang menilai sebaliknya.
-
Curhatannya viral di media sosial, memicu beragam tanggapan netizen, dari sindiran hingga dukungan
Suara.com - Politisi dari partai Nasdem Ahmad Sarhoni kembali muncul dengan curhatannya soal peristiwa penjarahan kediamannya.
Kali ini, dia curhat terkait berbagai barang yang ikut dijarah dari rumahnya.
Sahroni yang mengaku bersembunyi di dalam kamar mandi saat terjadi penjarahan di rumahnya itu, mengaku ketakutan saat mengetahui, pakaian dalamnya pun turut menjadi barang jarahan.
"Kolor pun diambil, berbahaya nggak? Kolor diambil, gosok gigi diambil," curhatnya.
Tidak hanya itu dia juga mempertanyakan foto keluarga yang turut dijadikan barang jarahan.
"Foto keluarga pun dicuri, pertanyaannya buat apa coba? Barang lain diambil, silahkan, foto keluarga iambil itu buat apa?" tanyanya dengan nada tinggi.
Meskipun begitu, dia mengaku telah mengikhlaskan semua barang yang telah dijarah.
Bahkan dia mengaku bahwa rumah yang dijarah itu bukan hasil dari korupsi.
"Saya alhamdulillah tidak korupsi tapi dianggap rumah ini adalah duit rakyat dari hasil pajak," katanya.
Baca Juga: Viral Ahmad Sahroni Muncul Cerita Perjuangannya Ngumpet saat Rumah Dijarah, Netizen: Cari Simpati?
Kemudian, Sahroni menyindir soal oknum yang melakukan penjarahan justru tidak membayar pajak.
"Saya yakin tuh orang-orang yang teriak itu, boro-boro bayar pajak, pasti nunggu sembako juga," sindirnya.
Curhatan Ahmad Sahroni ini menjadi viral di media social dan menimbulkan berbagai tanggapan dari para netizen.
"Ujianmu kan gara-gara kesombonganmu sendiri yang kau buat sendiri," sindir netizen ini.
"Dari Syahroni kita belajar bahwa dia masih nggak bisa belajar dari pengalaman," ungkapnya.
Menariknya, netizen lain justru memberikan support dalam bentuk sindiran.
"Sabarr bangg... Sehabis badai pasti ada badai susulan," sahut netizen lainnya.
"Sabar ya, badai pasti berlalu. Berlalu Lalang!" timpal yang lain.
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Video Editan, Uya Kuya Sebut Pemicu Lain Rumahnya Dijarah
-
PPPK Gorontalo Akhirnya Dilantik! Luapan Kegembiraan Langsung Jadi Sorotan
-
Setelah di Penjara, Dimas Kanjeng Kembali Berjaya? Fakta di Balik Padepokannya yang Kembali Ramai
-
Merasa Difitnah, Mahasiswi Penerima KIP-K Thalita Sandra Lawan Balik dan Bawa Kasus ke Ranah Hukum
-
Ogah Sembunyi, Uya Kuya Punya Alasan Langsung Nongol di Publik usai Rumahnya Dijarah
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan