-
Video joget Uya Kuya di DPR diedit dan memicu kemarahan publik.
-
Hoaks menyebar lewat video lama dengan tulisan provokatif yang tidak benar.
-
Kemarahan publik akibat disinformasi berujung pada penjarahan rumah Uya Kuya.
Suara.com - Uya Kuya kembali bercerita soal rumahnya yang dijarah. Insiden nahas itu terjadi pada 30 Agustus 2025.
Cerita tersebut terkait dengan asal mula rumah Uya Kuya dijarah. Di mana Uya Kuya kepergok joget-joget usai rapat di Gedung DPR.
"Jadi setelah pidato kenegaraan pak Presiden Prabowo, Ketua DPR, mbak Puan Maharani menutup acara dan mempersilakan untuk menikmati hiburan musik lagu-lagu daerah," kata Uya Kuya di tayangan FYP, Trans 7 pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Salah satu lagu daerahnya adalah Maumere yang dinyanyikan mahasiswa Unhan.
"Kita berjoget. Dan tidak ada konteks merayakan apa pun, tidak ada pengumuman apapun," jelas Uya Kuya.
Tapi yang kemudian tersebar di publik adalah Uya Kuya bersama anggota DPR lain seolah nirempati. Mengingat kondisi masyarakat yang tak baik-baik saja.
Apalagi saat itu, santer kabar akan ada tunjangan rumah untuk para anggota DPR.
"Dua hari kemudian, muncul video joget tadi diganti lagunya. Jadi lagu dugem, lagu lain yang ada tulisan 'joget-joget merayakan kenaikan gaji', 'joget-joget gaji 3 juta sehari'. 'Joget-joget di atas penderitaan rakyat' Itulah yang diframing," papar Uya Kuya.
"Penyulutnya..," timpal Irfan Hakim menerkah.
Baca Juga: Nasib Sahroni-Nafa Urbach hingga Uya Kuya di Ujung Tanduk, MKD DPR Resmi Gelar Sidang
Uya Kuya membenarkan hal tersebut.
Setelahnya, muncul video lawas Uya Kuya yang sedang joget-joget di TikTok.
Sama seperti sebelumnya, video tersebut juga diedit.
"Jadi setelah joget itu, kan saya nggak pernah ngomong apa-apa, muncullah ribuan video-video lama saya dari 2021, 2022, joget TikTok itu, sampai 2023, dimunculkan kembali oleh orang," jelas Uya Kuya.
Momen inilah yang menjadi titik awal penyebaran disinformasi.
Video-video lawas tersebut kemudian dibumbui dengan tulisan-tulisan provokatif yang sama sekali tidak sesuai dengan konteks aslinya.
Berita Terkait
-
Status Uya Kuya di DPR Usai 2 Bulan Dinonaktifkan
-
MKD Akhirnya 'Spill' Hasil Rapat Awal, Putuskan Sahroni hingga Nafa Urbach Lanjut Proses Sidang
-
Ogah Sembunyi, Uya Kuya Punya Alasan Langsung Nongol di Publik usai Rumahnya Dijarah
-
Ungkap Kronologi Detail, Uya Kuya Selamatkan Mertua Beberapa Menit Sebelum Rumahnya Dijarah
-
Uya Kuya Ternyata Sudah Punya Firasat Beberapa Jam Sebelum Rumahnya Dijarah
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Muktamar NU Jadi Momentum Gus Ipul dan Gus Kikin Gaungkan Gerakan "Kembali ke Muasis"
-
Sante' Kaffe FUGO Hotel Banjarmasin Beri Diskon Spesial, Pengguna Brimo Wajib Tahu!
-
Anwar Sadad Mangkir dari Pemeriksaan KPK Terkait Kasus Hibah Pokmas Jatim
-
Pemerintah Pusat Tolak Wacana Pajak Mobil Listrik DKI, Kemenperin Minta Industri Jangan Dibebani
-
Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat, Gugat Pencekalan di Kasus Dugaan Ijazah Jokowi
-
Timnas Indonesia Bakal Duel Lawan Vietnam, John Herdman: Ujian yang Sangat Berat!
-
Pilot Malaysia Airlines Selundupkan 70 Ribu Ekstasi, PDRM Telusuri Rekaman CCTV KLIA
-
Kisah Mantri BRI Bertaruh Nyawa Demi Layanan Perbankan untuk Masyarakat Pulau Kelang
-
Surat Kabar Belanda Sebut Indonesia Menuju Bangkrut, Ada Peran Jokowi?
-
Bahlil Wajibkan Anggota DPR dari Golkar Ikut TOT: Biar Tahu Mana Kepentingan Partai dan Pribadi