Suara.com - Penemuan fosil badak purba yang hampir utuh di kawasan Arktik Kanada membuka babak baru dalam pemahaman ilmiah tentang sejarah evolusi mamalia besar ini. Spesies baru tersebut, yang diberi nama Epiaceratherium itjilik, diperkirakan hidup sekitar 23 juta tahun lalu dan menjadi jenis badak paling utara yang pernah ditemukan dalam catatan fosil.
Mengutip dari News Break (30/11/2025), fosil ini ditemukan di Kawah Haughton, Pulau Devon, wilayah Nunavut, Kanada. Meskipun kini daerah tersebut merupakan hamparan bebatuan beku dan gurun es Arktik, kawasan itu dulunya merupakan hutan beriklim sedang pada era Miosen awal.
Nama spesies itjilik diambil dari bahasa Inuktitut yang berarti "berbulu es" atau "frosty", merujuk pada kondisi lingkungan ekstrem tempat fosil itu terawetkan. Namun, para ilmuwan menegaskan bahwa saat badak ini hidup, Arktik bukanlah wilayah bersuhu ekstrem seperti sekarang.
Menurut Dr. Danielle Fraser dari Canadian Museum of Nature, penemuan ini menambah daftar panjang keragaman badak purba. "Saat ini kita hanya mengenal lima spesies badak di Afrika dan Asia.
Namun, catatan fosil menunjukkan lebih dari 50 spesies pernah hidup di Eropa, Amerika Utara, hingga Asia," ujarnya dalam siaran pers, mengutip dari News Break (30/11/2025).
Fraser menjelaskan bahwa keberadaan spesies baru dari wilayah Arktik memberikan wawasan baru tentang persebaran dan evolusi keluarga Rhinocerotidae selama jutaan tahun.
Penemuan fosil E. itjilik disebut luar biasa karena tingkat kelengkapannya. Sekitar 75 persen kerangka berhasil ditemukan — pencapaian yang jarang terjadi dalam paleontologi.
Dr. Marisa Gilbert dari Canadian Museum of Nature, menyebut kondisi tulang fosil ini sangat baik. "Tulang-tulangnya masih terawetkan dalam bentuk tiga dimensi dan hanya sedikit mengalami mineralisasi. Untuk fosil berusia jutaan tahun, ini sangat jarang," jelasnya mengutip Sci News (3/11/2025).
Awalnya, sebagian tengkorak dan gigi ditemukan pada 1986. Penggalian tambahan selama beberapa dekade akhirnya mengungkap hampir seluruh struktur tubuh hewan tersebut.
Baca Juga: Penemuan Fosil Dinosaurus Paling Akurat Ungkap Wujud Asli Edmontosaurus 66 Juta Tahun Lalu
Dari rekonstruksi para ilmuwan, badak Arktik ini diperkirakan berukuran mirip badak India masa kini—tingginya sekitar 1,7 meter dan tubuhnya relatif ramping dibandingkan saudara-saudara purbanya. Bedanya, E. itjilik tidak memiliki cula, karakteristik khas badak modern.
Analisis terhadap gigi menunjukkan bahwa hewan ini kemungkinan mati saat usia muda-dewasa.
Penelitian ini juga membawa temuan penting mengenai jalur migrasi hewan besar di masa lampau. Tim peneliti membandingkan fosil badak Arktik dengan 57 spesies badak purba lainnya untuk merekonstruksi riwayat persebaran mereka.
Hasilnya mengejutkan. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa badak purba, termasuk E. itjilik, kemungkinan menyeberangi North Atlantic Land Bridge, sebuah jembatan darat yang pernah menghubungkan Eropa dengan Amerika Utara melalui Greenland.
Sebelumnya, para ahli beranggapan bahwa jembatan darat tersebut hanya digunakan hingga 56 juta tahun lalu. Namun temuan baru ini menunjukkan bahwa perpindahan spesies mungkin terjadi jauh lebih lambat, bahkan hingga masa Miosen — sekitar 23 hingga 16 juta tahun lalu.
Fraser menegaskan bahwa penemuan ini hanyalah salah satu bukti bahwa Arktik menyimpan banyak informasi penting tentang sejarah kehidupan di Bumi. “Setiap spesies baru membuka potongan teka-teki yang lebih besar tentang bagaimana mamalia besar berkembang dan bermigrasi,” ujarnya.
Hasil penelitian lengkap mengenai Epiaceratherium itjilik telah diterbitkan dalam jurnal Nature Ecology & Evolution.
Penemuan badak purba ini tidak hanya menghadirkan gambaran baru tentang masa lalu, tetapi juga menegaskan bahwa wilayah Arktik, dengan segala keterpencilannya, masih menjadi salah satu tempat paling menjanjikan untuk menemukan fosil-fosil langka yang dapat mengubah pemahaman kita tentang sejarah alam.
Kontributor : Gradciano Madomi Jawa
Berita Terkait
-
Penemuan Fosil Dinosaurus Paling Akurat Ungkap Wujud Asli Edmontosaurus 66 Juta Tahun Lalu
-
Dibalik Kampanye Hijau, Industri Fosil Tetap Jadi Sumber Masalah Iklim
-
Merdeka dari Energi Fosil: Menyelamatkan Bumi dengan Energi Terbarukan
-
Prabowo Targetkan 100 Persen Listrik dari Energi Terbarukan, IESR Ingatkan Butuh Peta Jalan Konkret
-
Tak Sekadar Lari: Menyusuri Jejak Badak Jawa di Tanjung Lesung
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
4 Adaptor Fast Charging yang Awet dan Tak Bikin HP Panas
-
5 Rekomendasi HP Murah Baterai Jumbo dan Fast Charging, Cocok untuk Driver Ojol
-
ASUS ExpertBook P1 PM1403, Laptop Bisnis dengan Berat Hanya 1,4kg!
-
4 HP Xiaomi yang Terbukti Laris: Kamera Saingi iPhone, Harga Kompetitif
-
4 Portable Power Station Terbaik dengan Solar Panel, Cocok untuk Cadangan Daya saat Mati Listrik
-
Harga Fitbit Air Gelang Pintar Google, Lengkap dengan Spesifikasi dan Review
-
55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
-
Cuma Rp2 Jutaan, 3 Tablet 'Spek Dewa' yang Direkomendasikan David GadgetIn
-
Resident Evil Veronica Dapat Sambutan Positif, Tembus Sejuta Wishlist di Steam
-
3 Pilihan Smartwatch Baterai Awet 2 Minggu Penggunaan Reguler, Cocok untuk Lari dan Harian