Suara.com - Banyak orang menganggap manusia sudah “selesai berevolusi” karena memiliki teknologi, peradaban modern, serta kemampuan mengubah lingkungan.
Namun, peneliti menegaskan bahwa anggapan itu keliru. Evolusi manusia masih berjalan, bahkan dalam cara yang mungkin tidak kita sadari.
Mengutip dari Science Alert (24/11/2025), manusia sama seperti makhluk hidup lainnya, terus beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggalnya. Adaptasi tersebut akan diwariskan ke generasi berikutnya dan secara perlahan membentuk karakteristik baru dalam populasi.
Michael A. Little, seorang profesor antropologi dari Binghamton University, State University of New York yang menulis laporan ini, menyebut bahwa evolusi bukan hanya terjadi pada masa lalu, tetapi prosesnya terus berlangsung hingga sekarang. Ia mempelajari bagaimana manusia bertahan dan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan—baik lingkungan alam, makanan, maupun penyakit.
Budaya memiliki peran besar dalam perjalanan evolusi manusia. Berbeda dengan hewan lain, manusia tidak hanya beradaptasi melalui perubahan fisik, tetapi juga melalui inovasi budaya seperti teknologi, alat bantu, pertanian, hingga sistem sosial.
Budaya inilah yang memberi manusia kemampuan unik untuk mengatur lingkungan mereka—misalnya melalui rumah, pakaian, hingga teknologi pendingin dan pemanas ruangan. Namun, sekalipun budaya membantu manusia bertahan, tekanan evolusi tidak sepenuhnya hilang.
Evolusi Karena Iklim dan Matahari
Salah satu contoh nyata adalah variasi warna kulit. Intensitas sinar matahari mempengaruhi evolusi pigmentasi kulit jutaan tahun lalu. Orang yang hidup di daerah tropis membutuhkan lebih banyak melanin untuk melindungi kulit dari radiasi ultraviolet.
Sebaliknya, nenek moyang manusia yang pindah ke wilayah berawan dan lebih sedikit sinar matahari mengalami perubahan.
Baca Juga: Seberapa Cepat Evolusi Bekerja? Bisakah Terjadi dalam Semalam?
Kulit yang lebih terang membantu tubuh memproduksi vitamin D secara lebih efektif, sehingga mempengaruhi kesehatan tulang dan kelangsungan hidup.
Evolusi Melalui Makanan
Selain iklim, pola makan juga berperan dalam perubahan genetika manusia. Sekitar 10.000 tahun lalu, manusia mulai menjinakkan hewan ternak, dan dua ribu tahun kemudian mereka mulai mengonsumsi susu.
Pada masa itu, mayoritas manusia dewasa tidak bisa mencerna laktosa. Namun, sebagian individu memiliki mutasi genetik yang memungkinkan mereka mencerna susu tanpa merasa sakit.
Karena susu merupakan sumber nutrisi penting, orang yang dapat mengkonsumsinya memiliki peluang bertahan hidup lebih besar. Seiring waktu, gen tersebut menyebar luas dan kini kebanyakan manusia modern mampu mengkonsumsi susu.
Contoh lain datang dari kelompok Inuit di Greenland. Mereka memiliki gen yang memungkinkan tubuh memproses lemak dalam jumlah besar tanpa menimbulkan masalah jantung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Perbandingan Samsung Galaxy S26 Ultra vs Samsung Galaxy S25 Ultra, Duel HP Flagship Ternama
-
Terpopuler: Mantan Presiden Iran Ungkap Ampuhnya Mossad, Bisakah Gadai TV dan Smartwatch?
-
Cara Gadai TV di Pegadaian untuk Mendapatkan Dana Darurat Cepat
-
43 Kode Redeem FF 2 Maret 2026: Persiapan SG2 Ramadan dan MP40 Fire Rate Tinggi
-
23 Kode Redeem FC Mobile 2 Maret 2026: Trik Gacha Legenda Timnas dan Gems Gratis
-
Uji Daya Tahan Baterai, Samsung Galaxy S26 Ultra Kalah dari iPhone dan Xiaomi 17 Pro Max
-
Jadwal MPL ID Season 17 Week 1: BTR vs Dewa United Laga Pembuka, RRQ Tantang ONIC
-
7 Roster EVOS Resmi di MPL ID Season 17, Macan Putih Siap Bangkit!
-
Apa itu Pintar BI? Layanan Penukaran Uang Online Menjelang Lebaran 2026
-
Apakah Bisa Gadai Smartwatch di Pegadaian untuk Dana Darurat?