-
Assassin’s Creed Mirage melampaui ekspektasi dengan lebih dari 10 juta pemain dan aktivitas meningkat.
-
Waralaba Assassin’s Creed mencatat performa kuat, didorong konten baru dan ekspansi lintas platform.
-
Ubisoft mendorong masa depan dengan adopsi AI generatif dan pembentukan Vantage Studios.
Suara.com - Kabar gembira bagi para penggemar seri Stealthy-Stabby, Assassin's Creed kembali membuktikan tajinya. Ubisoft baru saja mengonfirmasi bahwa performa seri andalan tersebut telah jauh "melebihi" ekspektasi, dengan Assassin's Creed Mirage menjadi bintang utama.
Game yang dirilis pada tahun 2023 itu sukses besar dengan berhasil menggaet lebih dari 10 juta pemain hingga sekarang.
Pencapaian fantastis ini sebagian besar didorong oleh peluncuran pembaruan gratis "Valley of Memory" yang berhasil menggandakan "aktivitas pemain" dan membuktikan bahwa strategi konten pasca-rilis masih sangat efektif.
Secara keseluruhan, seri Assassins Creed memang sedang berada di puncak performa.
Dalam laporan keuangan terbaru, Ubisoft menyatakan bahwa waralaba ini "mencatatkan kinerja yang kuat".
Data menunjukkan adanya peningkatan "hari sesi" pemain hingga 35 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata dua tahun terakhir.
Tak hanya Mirage, judul terbaru Assassin's Creed Shadows juga memberikan kontribusi signifikan, terutama dengan hadirnya mode New Game+ dan ekspansi Claws of Awaji.
Kehadiran game di Nintendo Switch 2 pada 2 Desember mendatang diharapkan dapat "menjangkau audiens yang lebih luas" lagi, memperkuat dominasi waralaba ini di berbagai platform.
Mengutip GameRadar, Ubisoft juga membuat langkah berani di ranah teknologi dan korporasi.
Baca Juga: Game Survival Baru dari Kreator PUBG Telah Tiba, Early Access Dibuka
CEO Yves Guillemot secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap penggunaan AI generatif dalam pengembangan game.
Ia bahkan menyebut AI sebagai sebuah revolusi yang setara dengan transisi ke grafis 3D.
"Kami membuat langkah besar dalam menerapkan AI Generatif pada kasus-kasus penggunaan bernilai tinggi yang memberikan manfaat nyata bagi para pemain dan tim kami," tegasnya.
Langkah strategis lain adalah pembentukan Vantage Studios. Itu merupakan sebuah "rumah kreatif" baru yang akan mengawasi IP besar seperti Assassin's Creed dan Far Cry, dipimpin oleh Charlie Guillemot, putra sang CEO.
Kombinasi antara performa gemilang Assassin Creed, inovasi melalui AI, dan restrukturisasi internal menunjukkan bahwa Ubisoft sedang membangun fondasi yang kuat untuk masa depan.
Keberhasilan Mirage menembus angka 10 juta pemain adalah bukti nyata bahwa resep klasik Assassin's Creed masih digemari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
BPS Akui Data Desil Masyarakat Belum Siap
-
Polisi Sebut TL Slipi Aman Dilalui Pasca Demo Ricuh, Warga Tak Perlu Ragu Melintas
-
Media Singapura soal Demo 27 Agustus: Prabowo Sedang Berjuang Pulihkan Kepercayaan Publik
-
Kisah Sulaiman, Anak Petani dari Flores yang Kini Mengabdi di Sekolah Rakyat
-
Ketua MPR Jawab Isu 'Percepatan' Budi Arie: Demokrasi Bukan Soal Insting, Tapi Aturan
-
BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla
-
AI Terus Berkembang, Indonesia Perlu Perkuat Talenta Keamanan Siber
-
Pilihan Mobil Listrik Harga di Bawah Rp 200 Juta yang Dipasarkan di Indonesia
-
Ricuh Demo DPR: 322 Orang Ditangkap, 160 di Antaranya Masih Anak-anak
-
'Kami Tak Akan Hilangkan Nilai Tradisional', Komitmen Warga Sade Bangkit dari Puing Kebakaran