-
Prologue: Go Wayback! adalah game survival baru dari kreator PUBG yang kini memasuki tahap Early Access.
-
Game menekankan perjalanan dan adaptasi dengan peta prosedural, cuaca ekstrem, dan ancaman alam yang selalu berubah.
-
Tersedia beragam mode dan editor peta, memberi kebebasan pemain menentukan tantangan serta menciptakan dunia sendiri.
Suara.com - Lupakan sejenak zona aman dan chicken dinner, karena Brendan "PlayerUnknown" Greene, sang kreator legendaris di balik PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG), kembali dengan tantangan baru yang cukup menarik.
Setelah hampir empat tahun dalam pengembangan, game survival dunia terbuka terbarunya, 'Prologue: Go Wayback!', kini resmi memasuki tahap Early Access.
Ini adalah undangan bagi para pemain untuk menguji batas kemampuan bertahan hidup mereka di alam liar yang tak kenal ampun, langsung dari kenyamanan rumah.
Berbeda dari game survival tradisional, Prologue: Go Wayback! menjadikan alam itu sendiri sebagai musuh.
Disajikan dari sudut pandang orang pertama, game ini melemparkanmu ke lanskap yang selalu berubah berkat peta yang dihasilkan secara prosedural.
Setiap permainan adalah petualangan baru, di mana cuaca ekstrem, rasa lapar, haus, dan suhu tubuh menjadi ancaman konstan yang harus kamu kelola.
Tujuanmu sederhana namun sulit: bertahan hidup cukup lama untuk mencapai menara cuaca. Salah satu langkah bisa berarti akhir dari perjalananmu.
Game ini memberikan kebebasan bagi pemain untuk mengatur tingkat kesulitan. Kamu bisa menyesuaikan cuaca, suhu, dan waktu di awal permainan.
Mode standarnya, "Go Wayback!", sudah cukup menantang. Namun, jika mencari tantangan lebih, ada mode "Objective: Survive" dengan sumber daya yang sangat terbatas.
Baca Juga: Capcom Batalkan Resident Evil Requiem Mode Multiplayer, Ada Alasan Khusus
Bagi yang hanya ingin menikmati pemandangan tanpa tekanan, mode "Free Roam" mengurangi aspek survival, meski kamu tetap bisa mati jika ceroboh dan jatuh dari ketinggian.
Mengutip GameSpot, inovasi utama yang membedakan game ini adalah penekanannya pada perjalanan dan adaptasi, bukan membangun markas.
Tidak ada dua petualangan yang sama, karena sistem penceritaan yang muncul menciptakan narasi organik dari interaksi pemain dengan lingkungan.
Salah satu fitur paling menarik adalah editor peta, yang memungkinkanmu mengimpor gambar untuk menciptakan duniamu sendiri atau mendesain peta dari nol.
Rencananya, pembaruan di masa depan akan menambahkan cuaca yang lebih dinamis, sistem crafting, dan perlengkapan pendakian.
Jika kamu mencari pengalaman survival yang otentik dan menantang, Prologue: Go Wayback! menawarkan perspektif segar yang menguji kecerdasan dan insting bertahan hidup.
Game ini sudah tersedia seharga 20 dolar AS (Rp 330 ribu) di Steam dan Epic Games Store.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana