Suara.com - Perplexity akhirnya merilis Comet, browser berteknologi AI miliknya, untuk perangkat Android. Langkah ini memperluas jangkauan Comet yang sebelumnya hanya tersedia untuk pengguna desktop.
Browser tersebut dirancang sebagai platform berbasis kecerdasan buatan yang menawarkan pengalaman berbeda dari peramban konvensional seperti Chrome dan Firefox.
Dalam pengumumannya, mengutip dari Neowin (22/11/2025), Perplexity menjelaskan bahwa versi Android tidak sekadar adaptasi dari versi desktop. Mereka membangun ulang pengalaman mobile “dari nol” untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna ponsel.
Perplexity menegaskan bahwa membangun browser dengan pendekatan AI membutuhkan penyesuaian khusus pada setiap sistem operasi dan bentuk perangkat.
Salah satu fitur utama Comet adalah Comet Assistant, asisten AI bawaan yang dapat diakses hanya dengan satu ketukan. Pengguna bisa mengajukan pertanyaan, memberikan tugas, hingga meminta bantuan dalam berbagai aktivitas tanpa perlu berpindah aplikasi.
Fitur ini hadir dengan kemampuan expanded reasoning, sehingga pengguna dapat melihat langkah apa yang dilakukan AI secara real time dan menghentikannya jika diperlukan.
Comet Assistant juga dilengkapi dengan mode suara, memungkinkan pengguna berbicara langsung dengan AI untuk mencari informasi di seluruh tab yang terbuka. Fitur ini memberi pengalaman baru yang selama ini belum tersedia secara mendalam di browser lain.
Mengutip Neowin (22/11/2025), Perplexity memperkirakan integrasi AI yang kuat ini akan mendorong browser-browser besar mengembangkan fitur serupa.
Selain itu, Comet menawarkan kemampuan untuk meringkas isi dari semua tab terbuka, bukan hanya laman yang sedang aktif. Hal ini dinilai dapat mempercepat kerja pengguna, terutama mereka yang sering melakukan riset, membandingkan informasi, atau membuka banyak sumber sekaligus.
Baca Juga: Tiga Tahun ChatGPT: Mengubah Cara Orang Mencari Informasi di Internet
Browser ini juga dibekali pemblokir iklan bawaan yang dapat menahan pop-up dan spam. Jika pengguna ingin mendukung situs tertentu, seperti portal berita yang mereka percayai, mereka dapat memasukkannya ke dalam daftar putih agar iklan tetap ditampilkan dan situs tersebut dapat terus berjalan.
Perbedaan terbesar Comet dibanding browser lain adalah sifat asistennya yang selalu aktif di latar belakang. AI ini tidak perlu diaktifkan secara manual. Comet akan mengingat tab yang sedang dibuka, konteks pekerjaan pengguna, serta aktivitas terbaru untuk memberikan jawaban cepat dan ringkasan langsung pada laman apa pun.
Fitur ini menjadikan Comet bukan sekadar browser, tetapi juga asisten digital yang bisa membantu dalam hal riset, pembelajaran, belanja, hingga penyederhanaan informasi yang rumit.
Meski menawarkan banyak fitur unggulan, keberadaan Comet tidak lepas dari catatan penting. Beberapa bulan lalu, muncul kekhawatiran mengenai kemungkinan adanya prompt berbahaya pada halaman web yang dapat memicu perilaku tak diinginkan dari asisten AI.
Karena itu, pengguna disarankan tetap berhati-hati dan memastikan keamanan saat menjelajah internet menggunakan browser ini.
Dengan kehadiran Comet di Android, Perplexity memasuki persaingan ketat di dunia browser mobile. Namun pendekatan AI-first dan integrasi penuh antara penelusuran web dan asisten cerdas memberi Comet posisi unik dibanding pesaingnya.
Kontributor : Gradciano Madomi Jawa
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Deretan Fitur Ugreen EchoBuds Magic, Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
-
Asus TUF Gaming F16 dan A16 Resmi Pakai RTX 50-Series, Tangguh Berstandar Militer
-
Tablet Apa yang Cocok untuk Pelajar? 5 Pilihan Tab Rp1 Jutaan dengan Spek Dewa dan Baterai Badak
-
India 'Buang Muka' dari Sawit Indonesia, Harga Referensi CPO Juni 2026 Terkoreksi 1,91 Persen
-
Redmi Headphones Neo Lolos Sertifikasi Komdigi, Usung Hi-Res dan Baterai Tahan Lama
-
Hacker Gunakan Kode QR Teks untuk Kelabuhi Email Security, Ini Cara Kerjanya
-
Gunakan Snapdragon X2, Baterai Acer Swift Spin 14 AI Diklaim Tahan Seharian
-
Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
-
Daftar 40 HP Xiaomi yang Sudah Dapat HyperOS 3.1, Cek Apakah Ponsel Anda Masuk?
-
Spesifikasi Honor Win Turbo: HP Midrange Baterai 10.000 mAh Layar 1.5K, Harga 7 Jutaan