- Teknologi deepfake berbasis AI menuai kontroversi global, terutama setelah dikaitkan dengan kemampuan chatbot Grok di platform X menghasilkan konten seksual.
- Fenomena ini menjadi isu panas di Indonesia, menimpa member JKT48 Freya Jayawardana yang fotonya disalahgunakan menjadi konten pornografi tanpa izin.
- Banyak figur publik Indonesia menolak keras penggunaan foto mereka untuk editan AI ilegal, menyuarakan dampak psikologis serta potensi pelanggaran hukum.
Suara.com - Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kembali menuai kontroversi. Kali ini, sorotan publik tertuju pada deepfake, teknologi manipulasi visual berbasis AI yang ramai diperbincangkan setelah dikaitkan dengan Grok, chatbot AI di platform X.
Isu ini kian memanas karena tak hanya menjadi polemik global, tetapi juga menyentuh dunia hiburan Indonesia, termasuk kasus yang menimpa member JKT48, Freya Jayawardana.
Fenomena ini memicu kemarahan publik, artis, hingga pegiat media sosial yang secara terbuka menyerukan penolakan terhadap penggunaan foto mereka sebagai bahan editan AI bermuatan pornografi.
Apa Itu Deepfake?
Deepfake adalah teknologi berbasis AI yang memungkinkan seseorang mengubah, menempelkan, atau memanipulasi wajah dan tubuh orang lain dalam foto maupun video, sehingga terlihat sangat realistis. Teknologi ini bekerja dengan mempelajari ribuan data visual untuk meniru ekspresi, sudut wajah, hingga pencahayaan secara presisi.
Di satu sisi, deepfake bisa digunakan untuk kebutuhan positif seperti industri film, iklan, atau edukasi. Namun di sisi lain, teknologi ini menjadi berbahaya ketika digunakan tanpa izin, apalagi untuk konten yang merendahkan, menipu, atau bermuatan seksual.
Nama Grok, chatbot AI milik perusahaan xAI, belakangan menjadi sorotan internasional. Pasalnya, sistem AI ini dinilai terlalu permisif dan dapat menghasilkan gambar editan seksual berbasis foto orang nyata, termasuk figur publik.
Berbagai pihak menilai Grok gagal membangun sistem pengamanan yang memadai, sehingga teknologi AI-nya justru menjadi alat pelecehan digital. Kecaman pun datang dari pemerintah, aktivis digital, hingga masyarakat luas yang menilai penyalahgunaan AI sudah berada di titik mengkhawatirkan.
Kasus Member JKT48
Baca Juga: Member JKT48 Jadi Korban Penyalahgunaan AI, Manajemen Siap Ambil Langkah Hukum
Isu deepfake menjadi semakin relevan di Indonesia setelah Freya JKT48 dan beberapa member lainnya dilaporkan menjadi korban penyalahgunaan AI. Foto mereka diedit menggunakan teknologi AI hingga memuat konten pornografi, tanpa izin dan tanpa persetujuan.
Melalui media sosial, manajemen JKT48 secara tegas menyampaikan penolakannya. Ia meminta agar seluruh foto dirinya tidak digunakan, diproses, atau diedit menggunakan AI apa pun, terlebih untuk konten yang merendahkan martabat.
Manajemen JKT48 juga telah bersuara dan mengingatkan bahwa tindakan semacam ini berpotensi melanggar hukum, termasuk pencemaran nama baik dan kekerasan berbasis gender di ranah digital.
Kasus ini memicu efek domino. Sejumlah artis dan figur publik Indonesia ikut menyuarakan keresahan mereka. Banyak yang secara terbuka melarang penggunaan foto pribadi mereka untuk kebutuhan edit AI, khususnya lewat Grok.
"Hai @grok, Saya tidak mengizinkan Anda untuk mengambil, memodifikasi, atau mengedit FOTO saya, baik yang telah dipublikasikan di masa lalu maupun yang akan saya unggah," tulis Arie Kriting yang juga diikuti oleh sejumlah artis dan pengguna X lainnya kepada Grok.
Beberapa artis menyatakan trauma dan takut mengunggah foto ke media sosial karena khawatir disalahgunakan termasuk Bernadya dan Indahkus. Ada pula yang menyebut penyalahgunaan AI sebagai bentuk kekerasan digital baru yang dampaknya bisa sangat merusak secara psikologis.
Seruan ini mendapat dukungan luas dari netizen dan pegiat literasi digital yang menilai bahwa AI harus dikendalikan oleh etika, bukan sekadar kecanggihan teknologi.
Tag
Berita Terkait
-
Member JKT48 Jadi Korban Penyalahgunaan AI, Manajemen Siap Ambil Langkah Hukum
-
SUV Berkelas, Harga ala Xmax: Intip Konsumsi BBM dan Pajak Nissan X-Trail 2006
-
Komisi X DPR RI: John Herdman Harus Bawa Arah Baru dan Fondasi Kuat bagi Timnas Indonesia
-
Review Serial Dear X: Transformasi Kim Yoo-jung Menjadi Sosok Antagonis yang Menakutkan
-
Kejar Target Rp 336 Triliun, Bea Cukai Pakai AI demi Penerimaan Negara 2026
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
32 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Februari 2026, Klaim Hadiah Ramadan dan Imlek
-
51 Kode Redeem FF Terbaru 22 Februari 2026, Klaim Hadiah Gratis di Event Ramadan
-
Penjualan Konsol Menurun di Awal 2026: PS5 Mampu Ungguli Nintendo Switch 2
-
Bocoran Harga iQOO 15R Beredar, Siap Debut di India dan Indonesia Pekan Ini
-
5 Rekomendasi HP Kamera ZEISS Termurah Februari 2026, Tawarkan Fitur Fotografi Menawan!
-
7 HP Kamera Boba Kembaran iPhone Terbaru 2026, Harga Rp2 Jutaan Rasa Ponsel Flagship!
-
Siap-siap! Harga PC dan Laptop Lenovo Diprediksi Makin Naik Bulan Depan
-
HP Murah Infinix Smart 20 dan Hot 70 Bersiap ke Indonesia, Bawa Spek Ciamik
-
Motorola Edge 70 Fusion Segera Debut, Usung Snapdragon Anyar dan Kamera Sony
-
Bocoran Samsung One UI 9, Hadirkan Fitur Ask AI Berbasis Android 17