Suara.com - Pasar HP flagship dan mid-range kini didominasi oleh ponsel dengan dapur pacu MediaTek Dimensity 8450 dan Qualcomm Snapdragon 8 Gen 3.
Snapdragon 8 Gen 3 hadir sebagai 'standar emas' untuk performa flagship murni, lalu Dimensity 8450 muncul sebagai penantang tangguh di segmen premium-high atau sering disebut sebagai kelas sub-flagship.
Bagi mereka yang mencari kecepatan prima dengan budget tertentu, harus simak penjelasan berikut untuk mendapatkan ponsel yang punya value-for-money dengan kedua chipset tersebut.
Arsitektur dan Kecepatan Prosesor
Snapdragon 8 Gen 3 dibangun dengan konfigurasi inti yang sangat agresif dan menyertakan satu inti utama Cortex-X4 yang memiliki kecepatan clock sangat tinggi.
Keberadaan inti "super" ini membuat Snapdragon unggul telak dalam skenario performa tunggal (single-core). '
Tugas-tugas berat yang membutuhkan respons instan akan terasa lebih gesit pada chipset besutan Qualcomm ini.
Dimensity 8450 menggunakan pendekatan unik dengan desain All Big Core yang mengandalkan delapan inti Cortex-A725.
Meskipun tidak memiliki inti Cortex-X4 yang lebih besar, efisiensi dari arsitektur Cortex-A725 terbaru membuat Dimensity 8450 mampu mengejar ketertinggalan dalam skenario multi-core.
Kemampuan multitasking dan pemrosesan paralel pada chip MediaTek ini hampir setara dengan Snapdragon 8 Gen 3.
Baca Juga: 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
Performa Grafis dan Gaming
Sektor kartu grafis menunjukkan perbedaan kasta yang cukup jelas.
Snapdragon 8 Gen 3 dibekali GPU Adreno yang sudah sangat matang secara optimisasi di berbagai judul gim populer Android.
Dukungan fitur seperti Hardware-accelerated Ray Tracing pada Snapdragon memberikan visual yang lebih realistis dan stabil pada frame rate tinggi.
Mali-G720 MC7 pada Dimensity 8450 sebenarnya sangat mumpuni untuk menjalankan gim berat dengan pengaturan grafis rata kanan.
Namun, secara angka murni dan efisiensi saat beban kerja puncak, Snapdragon tetap memegang kendali.
Keunggulan tipis Dimensity justru terletak pada manajemen suhu yang cenderung lebih terjaga berkat penggunaan core Cortex-A725 yang lebih dingin dibandingkan Cortex-X4.
Berita Terkait
Terpopuler
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Menanti Kabar, Ini Sosok Dua Istri Pilot Andy Dahananto Korban Kecelakaan ATR 42-500
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Oppo Reno 15 vs iPhone 15: Duel HP Kelas Menengah Premium, Siapa Juaranya?
-
30 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 24 Januari 2026, Hadiah TOTY Siap Diklaim Gratis
-
Jangan Buru-buru Ganti Baterai! Ternyata Ini 5 Alasan Utama HP Sering Mati Mendadak
-
5 Tablet dengan Stylus Pen di Bawah Rp2 Juta untuk Anak Menggambar: Layar Nyaman Spek Mumpuni
-
7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Terbaik: Spek Tinggi dengan Baterai Badak
-
Grab Boyong UMKM Medan ke Panggung World Economic Forum 2026
-
Bocoran Harga Vivo V70 Series, Siap Masuk ke India dan Indonesia
-
AXIS Luncurkan Fitur Convert Pulsa: Ubah Rp1.000 Jadi Kuota Data!
-
Terlihat di Geekbench, Samsung Galaxy S26 Plus Pakai Chip Exynos 2600
-
4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas