- Update WhatsApp terbaru uji coba fitur langganan berbayar tanpa iklan di Android.
- Pengguna di wilayah Eropa akan mendapatkan opsi berlangganan sekitar 4 Euro.
- Fitur utama pesan dan telepon tetap gratis bagi seluruh pengguna WhatsApp.
Suara.com - WhatsApp merupakan aplikasi perpesanan gratis populer dengan jumlah pengguna tembus 1,5 miliar. Update WhatsApp terbaru menyertakan beberapa fitur, salah satunya opsi langganan berbayar.
Itu merupakan kabar kurang menggembirakan bagi pengguna yang sudah terlanjur menikmati layanan gratis WhatsApp.
Sejauh ini, beberapa pengguna terkadang melihat iklan di menu Saluran dan Status.
Menurut laporan WABetaInfo, versi WhatsApp Beta untuk Android (2.26.3.9) menunjukkan bahwa pengguna mungkin akan segera dapat memilih antara versi gratis yang didukung iklan dan opsi berbayar tetapi tanpa iklan.
Melalui situs resmi WhatsApp Business, aplikasi milik Meta tersebut mempromosikan bila perusahaan dapat bekerja sama untuk memperluas iklan, salah satunya lewat Status.
"Orang-orang dan bisnis menggunakan Status untuk membagikan foto, video, catatan suara, dan teks ke kontaknya yang akan tayang selama 24 jam. Dengan menampilkan iklan di Status, Anda bisa mendorong bisnis Anda agar ditemukan oleh pelanggan baru dan mempermudah pelanggan memulai percakapan dengan Anda, semuanya di dalam WhatsApp," tulis WhatsApp melalui laman resmi.
Update WA Beta versi 2.26.3.9 memungkinkan pengguna di wilayah tertentu (terutama Eropa dan Inggris Raya) menerima opsi bebas iklan dengan membayar biaya langganan.
Tak menutup kemungkinan bila kebijakan berlaku untuk wilayah lebih luas. Selama ini, WhatsApp memang gratis dan dibiayai oleh perusahaan induknya, Meta.
Namun, belakangan ini beberapa pengguna mulai melihat iklan muncul di menu tertentu.
Baca Juga: 6 Langkah Darurat Ini Jika Orang Tua Terlanjur Klik Link Penipuan di WhatsApp
Meskipun Meta menegaskan iklan mereka tidak dipersonalisasi berdasarkan percakapan pribadi, kemunculannya tetap saja mengubah pengalaman pengguna.
Di situs web bisnisnya, Meta bahkan sudah mempromosikan opsi mendatang untuk menampilkan iklan kepada lebih dari 1,5 miliar orang.
Nah, bagi Anda yang merasa terganggu, paket langganan WhatsApp diklaim dapat menjadi solusi (meski tetap menyebalkan).
Bocoran yang beredar menunjukkan biaya sekitar 4 euro (Rp80 ribu) per bulan, meski angka ini masih bisa berubah.
Dengan membayar, kalian tidak akan lagi melihat iklan di antara pembaruan status teman atau menemukan saluran yang dipromosikan di daftar rekomendasi.
Fitur inti seperti mengirim pesan dan melakukan panggilan telepon dipastikan akan tetap gratis untuk semua orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bal by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah