Tekno / Game
Rabu, 18 Februari 2026 | 09:20 WIB
Nintendo Switch 2. (Nintendo)
Baca 10 detik
  • Nintendo Switch 2 yang meluncur 2025 berpotensi mengalami kenaikan harga pada 2026 akibat krisis pasokan RAM global.
  • Krisis pasokan DRAM dipicu investasi besar industri kecerdasan buatan (AI) oleh perusahaan teknologi besar dunia.
  • Produsen seperti Nintendo kini harus bersaing mendapatkan sisa kapasitas memori, berbeda dengan peluncuran awal Switch 2.

Nintendo pun bukan satu-satunya yang terdampak. Sony dikabarkan mempertimbangkan penundaan PlayStation 6 hingga 2028 atau 2029.

Ilustrasi chip. [Freepik]

Microsoft telah menaikkan harga Xbox, sementara PS5 juga mengalami penyesuaian harga tahun lalu. Bahkan Apple dan Tesla sudah mengingatkan investor soal tekanan margin akibat kelangkaan memori.

Nintendo Masih Menahan Diri

Presiden Nintendo, Shuntaro Furukawa, sebelumnya menegaskan kepada para pemegang saham bahwa belum ada rencana kenaikan harga dalam waktu dekat.

Namun, ia juga tidak sepenuhnya menutup kemungkinan tersebut jika tekanan biaya terus berlanjut.

Jika harga memori bertahan tinggi, Nintendo berpotensi tak punya banyak pilihan selain menyesuaikan banderol Switch 2 demi menjaga margin keuntungan. Dengan peluncuran yang terjadi tepat sebelum krisis memori mencapai puncaknya, Switch 2 bisa jadi menjadi konsol “terakhir” di era harga relatif terjangkau.

Bila laporan Bloomberg ini terbukti akurat, satu hal patut dicatat: era menunggu diskon konsol tampaknya kian berisiko.

Load More