- Komponen hardware HP 5G lebih mahal karena memerlukan modem dan prosesor canggih dengan node manufaktur kecil.
- Biaya riset pengembangan signifikan serta lisensi paten teknologi 5G turut meningkatkan harga jual produk awal.
- Faktor eksternal seperti pajak, regulasi pemerintah di Indonesia, dan inflasi global juga menambah beban biaya produksi.
Suara.com - Dengan kemunculan teknologi 5G, banyak konsumen bertanya-tanya mengapa harga HP 5G lebih mahal dibandingkan dengan HP 4G?
Meskipun pada tahun 2026, harga HP 5G telah mulai turun dan bahkan ada model di bawah Rp2 juta di pasar Indonesia.
Nah, artikel ini akan membahas alasan utama di balik mahalnya HP 5G.
Pertama, komponen hardware menjadi penyebab utama kenaikan harga. HP 5G memerlukan modem khusus yang mampu menangani sinyal 5G, seperti Qualcomm Snapdragon X-series atau modem serupa dari MediaTek.
Modem ini lebih mahal karena mendukung frekuensi yang lebih luas, termasuk sub-6GHz dan mmWave, yang membutuhkan antena tambahan.
Menurut analisis, biaya flash memory untuk HP 5G bisa 1,85 kali lebih tinggi daripada 4G, dengan rata-rata $85,4 untuk 5G dibandingkan $59 untuk 4G.
Selain itu, prosesor dan modem gabungan di 5G mencapai $55,6, naik dari $33,4 di 4G. Hal ini karena chip diproduksi dengan node lebih kecil, seperti 3nm hingga 4nm, yang meningkatkan biaya manufaktur.
Kedua, biaya riset dan pengembangan (R&D) turut menyumbang. Produsen seperti Samsung, Apple, dan Xiaomi harus menginvestasikan dana besar untuk mengoptimalkan perangkat agar stabil dengan 5G.
Ini termasuk debugging sinyal untuk memastikan koneksi lancar, serta penanganan konsumsi daya yang lebih tinggi.
Baca Juga: Review Infinix Note 60: HP MidRange Rasa Flagship di Harga 4 Jutaan
Jaringan 5G memang menawarkan kecepatan unduh hingga 10 kali lebih cepat dari 4G, tetapi hal itu membebani baterai dan menyebabkan panas berlebih.
Oleh karena itu, diperlukan sistem pendingin dan baterai lebih besar, yang menambah biaya produksi.
Di awal peluncuran, seperti pada 2020, HP 5G pertama bahkan dibanderol di atas $1.000 karena inovasi ini.
Ketiga, faktor lisensi dan paten ikut berperan.
Teknologi 5G melibatkan banyak paten dari perusahaan seperti Qualcomm dan Huawei, yang memungut royalti. Ini membuat biaya keseluruhan lebih tinggi.
Selain itu, di Indonesia, pajak dan regulasi pemerintah memperburuk situasi. Bea masuk, pajak impor, serta PPN (Pajak Pertambahan Nilai) menambah beban bagi distributor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
JBL Quantum Resmi Hadir di Indonesia, Headset Gaming Terbaru untuk Gamer Kasual hingga Esports
-
Teknologi Garmin Jadi Senjata Atlet Hybrid Race, Team Garmin Raih 19 Podium
-
Xiaomi Perkuat Ekosistem REDMI di Indonesia, Tablet hingga Smartwatch Baru Bidik Kebutuhan Gen Z
-
Harga Lagi Naik tapi Mau Beli HP Baru? Ini Tips David GadgetIn agar Tak Rugi
-
4 HP dengan Kamera 108 MP Harga Rp2 Jutaan, Dilengkapi Layar AMOLED dan RAM Jumbo
-
AI for Life, Menandai Kemajuan Pendidikan dan Inovasi Indonesia di Era Kecerdasan Artifisial
-
Harga Reno16 Naik Rp4,3 Juta, Oppo Ungkap Alasan di Baliknya
-
7 HP Terbaik untuk Nonton Konser, Baterai Badak dengan Kamera Zoom Jauh Super Tajam
-
Verena Siow Nahkodai SAP Asia Pacific, Bidik Pertumbuhan Bisnis AI dan Cloud
-
Sharp Target Penjualan Naik 20% Lewat Promo Spektakuler di Jakarta Fair 2026