Tekno / Gadget
Rabu, 18 Februari 2026 | 09:23 WIB
ilustrasi hp 5G (freepik)
Baca 10 detik
  • Komponen hardware HP 5G lebih mahal karena memerlukan modem dan prosesor canggih dengan node manufaktur kecil.
  • Biaya riset pengembangan signifikan serta lisensi paten teknologi 5G turut meningkatkan harga jual produk awal.
  • Faktor eksternal seperti pajak, regulasi pemerintah di Indonesia, dan inflasi global juga menambah beban biaya produksi.

Suara.com - Dengan kemunculan teknologi 5G, banyak konsumen bertanya-tanya mengapa harga HP 5G lebih mahal dibandingkan dengan HP 4G?

Meskipun pada tahun 2026, harga HP 5G telah mulai turun dan bahkan ada model di bawah Rp2 juta di pasar Indonesia.

Nah, artikel ini akan membahas alasan utama di balik mahalnya HP 5G.

Pertama, komponen hardware menjadi penyebab utama kenaikan harga. HP 5G memerlukan modem khusus yang mampu menangani sinyal 5G, seperti Qualcomm Snapdragon X-series atau modem serupa dari MediaTek.

Modem ini lebih mahal karena mendukung frekuensi yang lebih luas, termasuk sub-6GHz dan mmWave, yang membutuhkan antena tambahan.

Menurut analisis, biaya flash memory untuk HP 5G bisa 1,85 kali lebih tinggi daripada 4G, dengan rata-rata $85,4 untuk 5G dibandingkan $59 untuk 4G.

Selain itu, prosesor dan modem gabungan di 5G mencapai $55,6, naik dari $33,4 di 4G. Hal ini karena chip diproduksi dengan node lebih kecil, seperti 3nm hingga 4nm, yang meningkatkan biaya manufaktur.

Kedua, biaya riset dan pengembangan (R&D) turut menyumbang. Produsen seperti Samsung, Apple, dan Xiaomi harus menginvestasikan dana besar untuk mengoptimalkan perangkat agar stabil dengan 5G.

Ini termasuk debugging sinyal untuk memastikan koneksi lancar, serta penanganan konsumsi daya yang lebih tinggi.

Baca Juga: Review Infinix Note 60: HP MidRange Rasa Flagship di Harga 4 Jutaan

Jaringan 5G memang menawarkan kecepatan unduh hingga 10 kali lebih cepat dari 4G, tetapi hal itu membebani baterai dan menyebabkan panas berlebih.

Oleh karena itu, diperlukan sistem pendingin dan baterai lebih besar, yang menambah biaya produksi.

Di awal peluncuran, seperti pada 2020, HP 5G pertama bahkan dibanderol di atas $1.000 karena inovasi ini.

Ketiga, faktor lisensi dan paten ikut berperan.

Teknologi 5G melibatkan banyak paten dari perusahaan seperti Qualcomm dan Huawei, yang memungut royalti. Ini membuat biaya keseluruhan lebih tinggi.

Selain itu, di Indonesia, pajak dan regulasi pemerintah memperburuk situasi. Bea masuk, pajak impor, serta PPN (Pajak Pertambahan Nilai) menambah beban bagi distributor.

Load More