- Xiaomi memimpin pasar smartphone Indonesia tahun 2025 dengan meraih 19 persen pangsa pasar berdasarkan laporan Omdia.
- Dominasi ini didukung oleh strategi produk agresif, termasuk sub-brand POCO yang menargetkan segmen performa tinggi.
- Pada 2026, Xiaomi akan mengakselerasi ekosistem "Human x Car x Home" didukung oleh sistem operasi HyperOS 3.
Suara.com - Berdasarkan laporan terbaru dari Omdia, Xiaomi resmi menjadi pemimpin pasar smartphone Indonesia sepanjang 2025 dengan raihan market share 19 persen.
Capaian ini menempatkan Xiaomi di posisi teratas di tengah persaingan ketat industri smartphone nasional, sekaligus mempertegas strategi mereka dalam menghadirkan teknologi premium yang lebih terjangkau dan relevan untuk berbagai segmen konsumen.
Strategi Premium untuk Semua Segmen
Dominasi Xiaomi disebut tidak lepas dari kombinasi lini produk yang agresif dan pendekatan teknologi yang inklusif.
Salah satu kontributor penting datang dari sub-brand POCO, yang sukses menggarap ceruk high-performance lewat proposisi “The True Flagship”.
Strategi ini efektif merebut hati penggemar mobile gaming dan pengguna yang membutuhkan performa ekstrem dengan harga kompetitif, faktor yang ikut mendongkrak dominasi Xiaomi secara keseluruhan.
“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan besar yang diberikan oleh seluruh konsumen di Indonesia,” ujar Wentao Zhao, Country Director Xiaomi Indonesia, dalam keterangan resminya, Kamis (19/2/2026).
Menurut Wentao, pencapaian ini bukan sekadar angka, melainkan validasi atas komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang inklusif.
“Pencapaian ini adalah buah dari komitmen kami untuk menghadirkan inovasi yang inklusif. Masyarakat Indonesia kini semakin cerdas dalam memilih teknologi, mereka tidak hanya mencari spesifikasi tinggi, tetapi juga ekosistem yang mampu menyempurnakan kualitas hidup,” jelasnya.
Baca Juga: Kapan Xiaomi 17 Meluncur di Pasar Global? 3 Seri Premium Bakal Masuk ke Indonesia
Ia menegaskan, kepercayaan konsumen menjadi fondasi bagi langkah Xiaomi yang lebih agresif di tahun depan.
“Kepercayaan inilah yang menjadi energi bagi Xiaomi untuk melangkah ke fase yang lebih ambisius di tahun 2026,” tambah Wentao.
2026: Akselerasi Ekosistem “Human x Car x Home”
Memasuki 2026, Xiaomi tidak hanya berbicara soal smartphone. Perusahaan mempertegas visi globalnya, “Human x Car x Home”, sebagai fondasi ekspansi ekosistem yang lebih luas.
Visi ini menempatkan Xiaomi sebagai perusahaan ekosistem teknologi terintegrasi, menghubungkan manusia, kendaraan, dan hunian dalam satu jaringan yang saling terkoneksi.
Dalam kerangka tersebut, smartphone Xiaomi berfungsi sebagai gateway utama yang menghubungkan mobilitas pribadi, transportasi, perangkat rumah pintar, hingga berbagai produk AIoT dalam satu sistem terpadu.
“Fokus kami di tahun 2026 adalah memastikan setiap interaksi dalam ekosistem Xiaomi terasa alami dan adaptif terhadap rutinitas harian,” kata Wentao.
“Kami ingin teknologi hadir sebagai pendukung yang bekerja di balik layar, namun kekuatannya nyata dalam memudahkan produktivitas masyarakat.”
HyperOS 3 Jadi “The Great Connector”
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Xiaomi mengandalkan Xiaomi HyperOS 3 sebagai tulang punggung integrasi.
HyperOS 3 dirancang sebagai “The Great Connector”, sistem operasi yang menyatukan seluruh perangkat Xiaomi dalam satu platform terintegrasi.
Bukan sekadar OS, platform ini dibekali kecerdasan buatan (AI) yang mampu memahami pola penggunaan dan gaya hidup pengguna Indonesia.
Dengan pendekatan ini, Xiaomi ingin memastikan transisi antar perangkat berjalan mulus, dari smartphone ke smart home hingga kendaraan, tanpa hambatan teknis yang kompleks.
Menurut Wentao, inovasi tidak boleh berhenti pada spesifikasi di atas kertas.
“Inovasi harus memberikan dampak nyata. Bukan sekadar angka atau fitur kompleks, tetapi solusi yang benar-benar memecahkan kendala sehari-hari,” tegasnya.
Ia pun menutup dengan komitmen jangka panjang Xiaomi di Indonesia.
“Xiaomi akan terus mendengarkan aspirasi konsumen Indonesia, menghadirkan teknologi yang relevan, inklusif, dan siap menemani perjalanan mereka menuju masa depan yang lebih cerdas.”
Berita Terkait
-
Xiaomi Pad 8 Global Muncul di Geekbench: Siap ke Indonesia, Pakai Chip Kencang Snapdragon
-
Xiaomi Rilis Monitor Gaming Anyar: Tawarkan Refresh Rate 200 Hz, Harga Kompetitif
-
Kenaikan Harga Chip Memori Uji Ketahanan Pasar Smartphone di 2026, Merek Mana yang Mampu Bertahan?
-
7 Smartwach Murah Alternatif Xiaomi, Fungsional dan Awet Mulai Rp100 Ribuan
-
Daftar Harga HP Xiaomi dan POCO Februari 2026: Dari yang 1 Jutaan hingga Kelas Flagship
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
Terkini
-
Kapan Xiaomi 17 Meluncur di Pasar Global? 3 Seri Premium Bakal Masuk ke Indonesia
-
10 HP Murah Rp1 Jutaan Spek Kencang, RAM 8 GB Memori Lega 256 GB
-
OPPO Hyper Legend Cup x MLBB Campus Series 2026 Resmi Dibuka, Total Hadiah Tembus Rp1,69 Miliar!
-
Daftar Harga HP itel Februari 2026 Terbaru Mulai Rp800 Ribuan
-
3 Produk Audio Sony Terbaru Rilis di Indonesia: Terintegrasi Gemini dengan Fitur Premium
-
5 HP Memori 128 GB Paling Murah Februari 2026 Mulai Rp1 Jutaan
-
5 Laptop Murah Alternatif MacBook untuk Mahasiswa, Awet dan Anti Lemot
-
5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Harga Rp4 Jutaan, Spek Gahar!
-
PS6 Terancam Mundur ke 2029? Krisis Memori dan Lonjakan Harga Komponen Jadi Penghambat
-
55 Kode Redeem FF Hari Ini 19 Februari 2026, Klaim Skin Angelic dan Evo