- ZTE dan MyRepublic Indonesia meluncurkan Project Ascend untuk menghadirkan layanan 5G FWA MyRepublic Air.
- Proyek ini memanfaatkan pita frekuensi 1,4 GHz untuk memperluas internet cepat ke Sumatra hingga Nusa Tenggara.
- Kolaborasi ini bertujuan mempercepat transformasi digital nasional, mendukung UMKM, pendidikan, dan layanan kesehatan di daerah.
Suara.com - ZTE Corporation resmi menggandeng MyRepublic Indonesia meluncurkan Project Ascend, proyek strategis menghadirkan layanan MyRepublic Air berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) di Indonesia.
Inisiatif ini memanfaatkan pita frekuensi 1,4 GHz yang diperoleh MyRepublic melalui lelang resmi yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Spektrum ini dinilai ideal untuk memperluas layanan broadband ke wilayah dengan kepadatan menengah hingga rendah.
Target: Sumatra hingga Nusa Tenggara
Project Ascend dirancang untuk memperluas jangkauan internet nirkabel berkecepatan tinggi ke berbagai wilayah di luar pusat urban, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.
Langkah ini dinilai krusial dalam mempercepat transformasi digital nasional, terutama untuk sektor pendidikan, layanan kesehatan, UMKM, hingga layanan keuangan digital.
Broadband Bukan Lagi Kemewahan
Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, Hendra Gunawan, menegaskan bahwa internet kini telah menjadi infrastruktur dasar.
“Broadband bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan infrastruktur esensial untuk mendukung peluang ekonomi, pendidikan, dan inklusi sosial,” ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (20/2/2026).
Ia menambahkan, kemitraan ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung pembangunan yang lebih inklusif.
Baca Juga: Kenapa HP 5G Lebih Mahal? Ternyata Ini 4 Rahasianya
“Melalui kemitraan dengan ZTE, kami berupaya memastikan MyRepublic Air menghadirkan akses internet yang andal dan terjangkau bagi masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal,” tegasnya.
Teknologi End-to-End untuk Jaringan yang Siap Masa Depan
Sebagai mitra teknologi, ZTE menghadirkan solusi jaringan terintegrasi dari hulu ke hilir, meliputi Radio Access Network (RAN), Customer Premises Equipment (CPE), Core network, Wireless backhaul, dan Sistem kelistrikan.
Pendekatan end-to-end ini memungkinkan implementasi lebih cepat sekaligus memastikan jaringan tetap skalabel dan efisien menghadapi lonjakan trafik data di masa depan.
President Director ZTE Indonesia, Richard Liang, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis memperkuat fondasi digital nasional.
“Dengan mengombinasikan jangkauan pasar MyRepublic Indonesia dan keahlian teknologi global ZTE, kemitraan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem broadband yang lebih tangguh dan inklusif,” ujarnya.
Ia menambahkan, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan digital berkelanjutan serta memberdayakan masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah.
Dorong Ekonomi Digital Lebih Merata
Pemanfaatan spektrum 1,4 GHz dinilai strategis karena mampu memberikan cakupan luas dengan efisiensi tinggi, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau infrastruktur fiber optik.
Dengan kombinasi 5G FWA dan jaringan fiber yang sudah ada, MyRepublic Air diharapkan menjadi solusi pelengkap yang mempercepat pemerataan akses digital nasional.
Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa perluasan konektivitas bukan lagi sekadar proyek bisnis, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing Indonesia di era ekonomi digital.
Jika implementasi berjalan sesuai rencana, Project Ascend berpotensi menjadi salah satu tonggak penting dalam menghadirkan internet cepat yang lebih merata dari kota besar hingga pelosok negeri.
Tag
Berita Terkait
-
Real Passion Never Dies: realme Panaskan Grand Final MLBB M7 World Championship
-
Infinix Note Edge 5G vs Redmi Note 15 5G: Duel HP Rp3 Jutaan Paling Panas di Awal 2026!
-
4 Pilihan HP Redmi 5G Termurah untuk Performa Maksimal, Mulai Rp1 Jutaan
-
ITSEC Asia Gandeng Infinix Perkuat Keamanan Digital
-
Redmi Note 15 5G vs Infinix Note Edge: Mending HP Murah Layar Curved yang Mana?
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
Terkini
-
Siapa Prince Andrew? Anggota Kerajaan Ditangkap Usai Dicurigai Terlibat di Epstein Files
-
55 Kode Redeem FF 20 Februari 2026: Banjir Skin Angelic, Bundle Gojo, hingga Diamond Gratis
-
5 Rekomendasi HP Xiaomi Layar Lebar untuk Pengalaman Visual Maksimal
-
Samsung Perkuat Galaxy AI di Galaxy Buds Series, TWS Makin Adaptif untuk Meeting hingga Multibahasa
-
Meta Siapkan Smartwatch Baru 2026, Tantang Apple Watch dan Galaxy Watch?
-
35 Kode Redeem FC Mobile 20 Februari 2026, Spesial Ramadan 2026 Hadiah Pemain OVR 117
-
Kapan Samsung Galaxy A37 dan Galaxy A57 Meluncur? Bocoran Ungkap Timeline Perilisan
-
Bethesda Fokus Garap The Elder Scrolls 6, Proyek Fallout Masih Berjalan
-
Xiaomi QLED TV X Pro 75 Debut dengan Harga Miring, Tawarkan Layar Jumbo dan Fitur Gaming
-
Cek Jadwal Update HyperOS Xiaomi 2026: Ini Daftar HP yang Segera Berhenti Dapat Pembaruan