- Andrew Mountbatten-Windsor ditangkap otoritas Inggris terkait dugaan pelanggaran tugas pemerintahan.
- Nama mantan pangeran ini muncul dalam dokumen skandal seksual Epstein Files.
- Raja Charles III mendukung penegakan hukum terhadap adiknya yang kehilangan gelar.
Suara.com - Epstein Files menyeret nama-nama besar, termasuk anggota keluarga kerajaan, Prince Andrew. Siapa Prince Andrew serta kaitannya dengan Epstein Files ramai dicari oleh publik.
Sebagai informasi, Andrew sempat mempunyai gelar sebagai Prince Andrew, Duke of York.
Setelah berbagai kontroversi, gelarnya dicabut sehingga ia mempunyai nama 'biasa' sebagai Andrew Albert Christian Edward Mountbatten-Windsor.
Andrew Mountbatten-Windsor lahir pada 19 Februari 1960 (umur 66) di Buckingham Palace, London, Inggris.
Ia adalah anak ketiga dan putra kedua dari Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip, serta adik laki-laki dari Raja Charles III.
Andrew lahir di urutan kedua dalam garis suksesi takhta Kerajaan Inggris dan berada di urutan kedelapan pada tahun 2026.
Mengingat sekarang berada di urutan ke-8 dalam garis suksesi tahta Inggris, posisi Andrew jauh di bawah anak-anak dan cucu-cucu Raja Charles III (William, George, Charlotte, Louis, Harry, Archie, Lilibet).
Pada akhir 2025, King Charles III secara resmi mencabut gelar "Prince, Pangeran" (HRH) dan "Duke York" dari Andrew, menjadikannya orang biasa (commoner), menyusul skandal terkait Jeffrey Epstein.
Prince Andrew Ditangkap
Baca Juga: Skandal Epstein Guncang Trump: Manuver Luar Negeri Diduga Pengalihan Isu
Menurut laporan BBC serta NBCNews, Prince Andrew sempat ditangkap dan ditahan selama berjam-jam pada Kamis (19/02/2026).
Ia dicurigai melakukan 'pelanggaran dalam menjalankan tugas pemerintahan'.
Banyak pengamat menduga kuat bila pemeriksaan ada hubungannya dengan Epstein Files.
Sebagai pengingat, Departemen Kehakiman Inggris (DOJ) merilis jutaan dokumen terkait kejahatan predator seksual Jeffrey Epstein dalam kumpulan dokumen bernama Epstein Files.
Prince Andrew terekam dalam foto di Epstein Files. Ia terlihat merangkak di atas seorang wanita muda misterius.
Menurut BBC, gambar-gambar tersebut kemungkinan akan semakin menekan Mountbatten-Windsor, yang telah menghadapi pengawasan selama bertahun-tahun terkait persahabatannya di masa lalu dengan Epstein.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung