Tekno / Sains
Jum'at, 20 Februari 2026 | 16:53 WIB
Stasiun luar angkasa Internasional (ISS). [NASA]
Baca 10 detik
  • Eksperimen BioAsteroid di ISS gunakan jamur untuk ekstraksi logam dari meteorit.
  • Jamur terbukti lebih agresif memproduksi asam karboksilat dalam kondisi gravitasi mikro.
  • Sebanyak 18 elemen, termasuk platinum, berhasil diekstraksi secara stabil menggunakan mikroba.

Salah satu temuan paling menonjol adalah pada subjek jamur. Analisis metabolisme menunjukkan bahwa di luar angkasa, jamur meningkatkan produksi molekulnya secara signifikan, termasuk asam karboksilat.

Efeknya? Proses pelepasan logam mulia seperti palladium dan platinum menjadi jauh lebih efektif.

Menariknya lagi, jika ekstraksi kimia biasa (tanpa mikroba) cenderung kurang efektif dalam kondisi gravitasi mikro, kehadiran mikroba justru menjaga tingkat ekstraksi tetap stabil.

"Mikroba mungkin tidak selalu meningkatkan kecepatan ekstraksi secara drastis, tapi mereka menjaga level ekstraksi tetap stabil tanpa memedulikan kondisi gravitasi," tambah Dr. Santomartino.

Masa Depan Koloni Luar Angkasa

Hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal npj Microgravity ini memberikan harapan besar bagi masa depan kolonisasi planet lain. Dengan memanfaatkan jamur dan bakteri, manusia tidak perlu lagi membawa mesin tambang berat ke luar angkasa.

Cukup bawa "bibit" mikroba ini, dan mereka akan membantu kita membangun peradaban baru dari material meteorit yang ada di sana.

Teknologi biomining ini membuktikan bahwa masa depan eksplorasi ruang angkasa mungkin tidak hanya bergantung pada roket besar, tapi juga pada organisme kecil yang bekerja dalam diam.

Baca Juga: ISS Pensiun! NASA Akan Jatuhkan Stasiun Luar Angkasa Raksasa ke 'Kuburan Satelit' pada 2031

Load More